Pengumuman Sertifikasi Bendahara

  1. Download Formulir Sertifikasi Bendahara (Format PDF / Format DOCX)
  2. PENG-2/PB/2016 Tgl 10 Oktober 2016 tentang Pelaksanaan Sertifikasi Bendahara pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2016

Video Sertifikasi Bendahara

 

Alur Pikir Sertifikasi Bendahara

Sertifikasi Bendahara Alur Pikir

Tujuan Sertifikasi

Sertifikasi Bendahara bertujuan untuk:

  1. Menentukan kelayakan dan memberikan pengakuan atas kompetensi Bendahara untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan APBN;
  2. Meningkatkan dan menjamin pemeliharaan mutu kompetensi Bendahara untuk melaksanakan kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan APBN;
  3. Meningkatkan profesionalisme Bendahara dalam pengelolaan keuangan negara; dan
  4. Mendukung tercapainya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara.

Persyaratan dasar peserta Ujian Sertifikasi Bendahara:

  1. PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  2. Pendidikan paling rendah SLTA atau sederajat;
  3. Golongan paling rendah II/b atau sederajat; dan
  4. Telah mengikuti dan dinyatakan lulus Diklat Bendahara.

Sertifikasi Bendahara:

  • PNS, anggota Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah diangkat sebagai Bendahara Penerimaan, Bendahara Pengeluaran, atau Bendahara Pengeluaran Pembantu sebelum Peraturan Presiden ini mulai berlaku dan belum memiliki Sertifikat Bendahara, dapat menjalankan kewenangan sesuai dengan tugas dan fungsinya sampai dengan jangka waktu 4 (empat) tahun terhitung sejak tanggal Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Bendahara pada Satuan Kerja Pengelola APBN mulai berlaku (20 Januari 2016).
  • Dalam jangka waktu 4 (empat) tahun terhitung sejak tanggal Peraturan Presiden ini mulai berlaku, PNS, anggota Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah menduduki jabatan Bendahara Penerimaan, Bendahara Pengeluaran, atau Bendahara Pengeluaran Pembantu paling singkat selama 2 (dua) tahun, dapat mengikuti Ujian Sertifikasi tanpa mengikuti dan dinyatakan lulus Pendidikan dan Pelatihan Bendahara.
  • Sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Bendahara yang telah diterbitkan oleh Kementerian Keuangan sebelum Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2016 mulai berlaku, diakui dan diterbitkan Sertifikat dengan nomor register.
  • Dalam jangka waktu paling lambat 4 (empat) tahun terhitung sejak tanggal Peraturan Presiden ini mulai berlaku, PNS, anggota Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diangkat sebagai Bendahara Penerimaan, Bendahara Pengeluaran, atau Bendahara Pengeluaran Pembantu harus memiliki Sertifikat Bendahara.
  • Sertifikasi Bendahara dilakukan oleh Menteri Keuangan yang dilaksanakan oleh unit organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan yang mempunyai fungsi sebagai pembina pejabat pengelola perbendaharaan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Penerbitan Sertifikat Bendahara:

  • Sertifikat Bendahara diterbitkan oleh Menteri Keuangan selaku BUN atau pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.
  • Sertifikat Bendahara diperoleh melalui Ujian Sertifikasi.

Tempat Uji Kompetensi (TUK)

  • TUK yang ditetapkan tanpa usulan yaitu KPPN di seluruh Indonesia.
  • TUK yang ditetapkan Unit Penyelenggara berdasarkan usulan Kementerian/Lembaga atau ditetapkan oleh Unit Penyelenggara.

Formulir pendaftaran ujian sertifikasi dapat diperoleh di :

Lokasi pendaftaran sertifikasi bendahara diumumkan melalui:

  • Surat kepada sekretaris jenderal Kementerian Negara/Lembaga
  • Situs resmi Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Dokumen pendukung pendaftaran sertifikasi yang menjadi persyaratan:

Persyaratan Umum:

  • Formulir Pendaftaran Sertifikasi Bendahara yang berisi data diri calon peserta Sertifikasi;
  • Fotokopi ijazah pendidikan terakhir yang telah dilegalisir oleh pejabat yang menangani kepegawaian;
  • Fotokopi Surat Keputusan (SK) Kepangkatan/Golongan terakhir yang telah dilegalisir oleh pejabat yang menangani kepegawaian; dan
  • Fotokopi sertifikat Diklat Bendahara yang diterbitkan oleh BPPK yang telah dilegalisir oleh pejabat yang menangani kepegawaian.
  • Surat usulan nama calon peserta sertifikasi dari kepala Satker.
  • Pas foto ukuran 4×6 berwarna dengan latar belakang merah sebanyak 2 (dua) lembar.

Persyaratan Tambahan

  • Fotokopi SK penunjukan sebagai Bendahara bagi calon peserta yang menduduki jabatan Bendahara.
  • Fotokopi sertifikat diklat persiapan Sertifikasi bagi calon peserta yang telah mengikuti dan dinyatakan lulus diklat persiapan Sertifikasi;
  • Fotokopi sertifikat Diklat Bendahara yang diterbitkan oleh lembaga diklat lainnya bagi calon peserta yang memiliki sertifikat diklat dimaksud; atau
  • Fotokopi sertifikat profesi bendahara yang masih berlaku yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi bagi calon peserta yang memiliki sertifikat profesi dimaksud.

Usulan dan kelengkapan persyaratan pendaftaran diajukan ke TUK yang telah ditetapkan oleh Unit Penyelenggara (untuk tahun 2016 TUK yang ditetapkan Unit Penyelenggara adalah KPPN di seluruh Indonesia).

Pengumuman pelaksanaan ujian dan hasil melalui:

  • Surat kepada sekretaris jenderal Kementerian Negara/Lembaga;
  • Situs resmi Direktorat Jenderal Perbendaharaan; dan/atau
  • Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang bersangkutan

Pengakuan sertifikat Diklat Bendahara atau sertifikat profesi bendahara dan penerbitan Sertifikat Bendahara:

  1. Mekanisme ini digunakan hanya pada masa peralihan yaitu dalam jangka waktu 4 (empat) tahun terhitung sejak Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Bendahara pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mulai berlaku.
  2. Sertifikat-sertifikat yang dapat diakui dan diterbitkan Sertifikat Bendahara yaitu:
  • Sertifikat Diklat Bendahara yang diterbitkan oleh BPPK sebelum Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Bendahara pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mulai berlaku.

– Dalam hal pemegang sertifikat masih menjabat sebagai Bendahara, sertifikat dapat langsung diakui; atau

– Dalam hal pemegang sertifikat tidak menjabat sebagai bendahara, sertifikat dapat diakui jika diterbitkan paling lama 5 (lima) tahun sebelum Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Bendahara pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mulai berlaku.

  • Sertifikat Diklat Bendahara yang diterbitkan oleh lembaga diklat lainnya sebelum Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Bendahara pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mulai berlaku.

– Dalam hal pemegang sertifikat masih menjabat sebagai Bendahara, sertifikat dapat langsung diakui; atau

– Dalam hal pemegang sertifikat tidak menjabat sebagai Bendahara, sertifikat dapat diakui jika diterbitkan paling lama 5 (lima) tahun sebelum Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Bendahara pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mulai berlaku.

  • Sertifikat profesi Bendahara yang masih berlaku dan diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi sebelum Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Bendahara pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mulai berlaku.
  • Bendahara yang saat ini menjabat masih dapat menduduki dan menjalankan tugasnya sebagai bendahara sampai dengan tanggal 20 Januari 2020 atau 4 tahun sejak Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2016 diberlakukan.

Pencabutan Sertifikat Bendahara

Sertifikat Bendahara dapat dicabut sebelum habis masa berlakunya apabila pemilik sertifikat:

  • Melanggar kode etik Bendahara;
  • Dijatuhi hukuman disiplin pegawai tingkat sedang atau berat;
  • Dijatuhi hukuman pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap; dan/atau
  • Terbukti memperoleh sertifikat dengan cara yang tidak sah .

 

Gelar Bendahara Negara Tersertifikasi

Kepada peserta yang lulus Ujian Sertifikasi diberikan gelar BNT oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan  selama sertifikat bendahara masih berlaku, yang ditempatkan di belakang nama yang berhak atas gelar yang bersangkutan. Contohnya Mukidi, BNT.
BNT sendiri singkatan dari Bendahara Negara Tersertifikasi, dan digunakan untuk kegiatan yang berkaitan dengan kebendaharaan.
Bagaimana, bangga dengan Gelar Bendahara? Sudah siap ikut Ujian Sertifikasi Bendahara dan memakai nama BNT di belakang nama anda? Selamat berjuang.

 

Unit Penyelenggara

Gedung Prijadi Praptosuhardjo III Lantai III

Jalan Budi Utomo Nomor 6 Jakarta 10710

Telepon / Fax: (021) 3846822 E-Mail: sertifikasi.bendahara@kemenkeu.go.id