Selamat datang dalam era baru pengelolaan keuangan negara.

Saat ini, Anda menjadi bagian dalam tahapan piloting SPAN, di mana SPAN diimplementasikan untuk pertama kalinya pada unit kerja Kantor Pusat DJPB, Unit BA 999, Kanwil DJPB, dan seluruh KPPN se-Indonesia. Implementasi SPAN mengubah proses bisnis maupun aplikasi di KPPN sehingga perlu adaptasi atas perubahan tersebut.

Detil Alur Penerbitan SP2D:

  1. Satker mengajukan SPM dan ADK SPM kepada Petugas Konversi (Front Office Seksi Pencairan Dana KPPN).
  2. Petugas Validasi (Front Office Seksi Pencairan Dana KPPN) melakukan validasi atas ADK tagihan dan dokumen SPM secara manual dan sistem setelah data supplier dan/atau kontrak disetujui.
  3. Petugas Review (Middle Office Seksi Pencairan Dana KPPN) mereview tagihan dan softcopy lampiran tagihan dengan SPM & dokumen pendukungnya. Apabila tagihan sudah sesuai, Petugas Review meneruskannya ke kepala seksi Pencairan Dana.
  4. Kepala Seksi Pencairan Dana mereview tagihan dan softcopy lampiran tagihan dengan SPM dan dokumen pendukungnya. Apabila tagihan sudah sesuai, Kepala Seksi Pencairan Dana menyetujui tagihan dan
    mencetak Surat Persetujuan Pembayaran Tagihan (SPPT). Selanjutnya SPPT disampaikan kepada Seksi Bank KPPN.
  5. Seksi Bank KPPN membuat dan mengirimkan permintaan proses pembayaran kepada Kepala Seksi Bank.
  6. Kepala Seksi Bank menyetujui pembayaran tagihan dan menerbitkan SP2D/Daftar SP2D untuk Satker/Daftar SP2D per BO.
  7. BO akan melakukan transfer dana kepada pihak penerima pembayaran.

APA YANG BERBEDA?

Proses Bisnis Sebelum Masa SPAN

  1. Interaksi antara Satker dan KPPN terjadi pada saat proses pencairan dana (SPM menjadi SP2D).
  2. Data supplier dan data kontrak diajukan bersamaan dengan pengajuan SPM ke KPPN.

Proses Bisnis Pada Masa SPAN

Data Kontrak disampaikan ke KPPN paling lambat 5 hari kerja setelah perjanjian/kontrak ditandatangani. (sesuai PMK190/PMK.05/2012) Penyampaian data kontrak ke KPPN dilakukan dengan cara mengirimkan ADK Kontrak dari Aplikasi SAS 2015. Di KPPN, ADK Kontrak tersebut akan dikonversi oleh Aplikasi Konversi menjadi ADK Supplier (untuk penerbitan Nomor Register Supplier) dan ADK Kontrak (untuk penerbitan Nomor Register Kontrak), Pengajuan SPM Kontraktual hanya dapat dilakukan setelah data supplier dan data kontrak terdaftar di KPPN, Caranya, satker mengirimkan ADK SPM dari Aplikasi SAS 2015, Di KPPN, ADK SPM akan dikonversi   oleh Aplikasi Konversi menjadi ADK Resume Tagihan untuk proses penerbitan SP2D.

Pengajuan SPM Non Kontraktual dilakukan dengan cara mengirimkan ADK SPM dari Aplikasi SAS 2015. Di KPPN, ADK SPM akan dikonversi oleh Aplikasi Konversi menjadi ADK Supplier (untuk penerbitan Nomor Register Supplier) dan ADK Resume Tagihan (untuk penerbitan SP2D).

 

Panduan SPAN untuk Satuan Kerja

 Pemilihan Tipe Supplier

Pemilihan kode Tipe Supplier pada Aplikasi SPM di level ADMIN harus dilakukan dengan tepat, yaitu :
Tipe Supplier    Jenis Supplier
01    Untuk supplier Bendahara Pengeluaran Satker
02    Untuk supplier Pihak Ketiga/Rekanan
03    Untuk supplier Pegawai (PNS)
06    Untuk supplier Bantuan Sosial, Beasiswa, Pegawai non PNS
07    Untuk supplier SPM-KP, SPM-PP & SPM-KBC

 

Pengisian alamat Email

  1. Alamat Email wajib diisi dengan email satker yang valid (bukan email rekanan) karena data SP2D (retur dan daftar SP2D) akan secara otomatis dikirimkan ke alamat email tersebut;
  2. Hindari penggunaan email kantor atau pemerintahan (*.go.id), karena admin email tersebut secara otomatis akan menolak email masuk selain dari intansi/alamat email yang sama. Email disarankan menggunakan alamat email google atau yahoo;
  3. Apabila sampai terbitnya SP2D masih belum menerima pemberitahuan via email di kotak masuk, cek pada bagian SPAM;
  4. Perubahan alamat email tidak perlu mengajukan surat ke KPPN Ternate, cukup dengan mengganti pengisian alamat email pada pada Aplikasi SAS dan Aplikasi GPP/BPP;
  5. Pastikan penulisan alamat email benar termasuk huruf besar/kecil, tanda baca (“_” ; “.”, dll)

Pengisian Detail Rekening Penerima

  1. Nomor rekening tidak boleh lebih dari 30 digit;
  2. Penulisan nomor rekening pada Aplikasi SPM dan GPP/BPP tidak boleh mengandung tanda baca termasuk spasi (hanya angka);
  3. Penulisan nama rekening harus sama dengan penulisan pada Rekening Koran bank
  4. Pada perekaman Supplie di Aplikasi SPM, Kode Bank Pusat wajib diisi. Sedangkan kode nama Bank tidak wajib diisi namun tetap harus menuliskan nama cabang bank pada kolom sebelah kanannya.

Perubahan Supplier

  1. Perubahan data Supplier yang sudah terdaftar pada SPAN dapat dilakukan dengan mengajukan Surat Permintaan Perubahan Data Supplier dengan melampirkan :
    1. Fotocopy/Scan Surat Keterangan Domisili Perusahaan
    2. Fotocopy/Scan Rekening Koran bank
    3. Fotocopy/Scan NPWP untuk perubahan NPWP
  2. Formulir tersebut di atas dapat diemail beserta hasil scan kelengkapannya ke alamat email kppn062.ternate@gmail.com. KPPN tidak akan memproses permintaan yang belum lengkap syaratnya.

 

Transfer ADK SPM ke dalam Flashdisk

  1. ADK SPM yang diajukan ke KPPN hendaknya ditransfer dan dipisahkan per-nomor SPM ke dalam folder-folder terpisah (1 SPM, 1 ADK, 1 folder). Folder diberi nama sesuai nomor SPM;
  2. Khusus hanya untuk SPM-GUP, beberapa SPM dapat dijadikan satu dalam 1 ADK SPM.

 

Penyampaian ADK Kontrak

1.    Sesuai PMK-190/PMK.05/2012, ADK Kontrak disampaikan ke KPPN paling lambat 5 hari setelah penandatanganan kontrak. ADK Kontrak dapat disampaikan ke KPPN Ternate secara langsung atau via email melalui alamat kppn062.ternate@gmail.com dengan melampirkan :
a.    ADK kontrak
b.    Hasil scan/PDF Karwas kontrak (cetak dari menu Rekam Kontrak)
c.    Hasil scan/PDF Karwas Realisasi kontrak (cetak dari menu Rekam Kontrak)
d.    Hasil scan rekening Koran Pihak Ketiga/Rekanan
e.    Hasil scan NPWP Rekanan
2.    KPPN tidak akan memproses ADK Kontrak yang belum dilengkapi oleh syarat-syarat tersebut di atas dan/atau ADK Kontrak yang masih salah dalam pengisian dan perhitungan termin kontrak.

 

Pengajuan SPM Gaji Induk

  1. SPM Gaji Induk diajukan ke KPPN Ternate paling lambat tanggal 10 setiap awal bulan;
  2. Tanggal pada SPM Gaji Induk adalah tanggal pengajuan SPM Gaji Induk ke KPPN;
  3. Pastikan Nomor dan Nama Rekening pada daftar terlampir sudah terisi dengan benar dan rekening dalam posisi aktif;
  4. Pastikan setiap pegawai sudah mempunyai NPWP Pribadi (bukan NPWP Bendahara);
  5. Kesalahan pengisian data rekening/data NPWP/rekening pasif, dapat menyebabkan retur SP2D dana keterlambatan penyaluran gaji pegawai.

 

Format Excel untuk import SPM Daftar terlampir Tipe 6 (Bansos, Beasiswa, Honor non PNS, dll)

  1. Pembuatan SPM Bansos (tipe 6) dengan penerima terlampir harus menggunakan format excel yang sudah disediakan sesuai dengan petunjuk;
  2. Format excel tipe 6 dapat didownload pada website http://kppnternate.net

 

Format Excel untuk import SPM Daftar terlampir Tipe 3 (Uang makan, Lembur, Honor PNS, dll)

  1. Pembuatan SPM Uang Makan, Lembur, Honor Non PNS, dan sejenisnya (tipe 3) dengan penerima terlampir harus menggunakan format excel yang sudah disediakan sesuai dengan petunjuk pada Lampiran IV;
  2. Format excel tipe 3 dapat didownload pada website http://kppnternate.net

 

Penggunaan Virtual Account untuk pembayaran langganan daya & Jasa PT. PLN(Persero)

  1. Untuk pembayaran langganan daya dan jasa PT. PLN (Persero) dengan mekanisme SPM-LS (Langsung), agar menggunakan virtual account;
  2. Pengajuan SPM ke KPPN agar dilengkapi copy bukti tagihan dari PT. PLN (Persero) yang mencantumkan nomor rekening virtual account sebagaimana contoh pada Lampiran V;
  3. Apabila informasi virtual account berbeda dengan yang ada di dalam billing/tagihan dari PT. PLN (Persero), agar segera diinformasikan ke KPPN Ternate untuk selanjutnya akan diteruskan ke Direktorat Transformasi Perbendaharaan;
  4. Untuk nomor virtual account, silahkan dikonfirmasikan terlebih dahulu dengan PLN setempat.

Ketentuan Lain

 

  • Uraian Penerima pada SPM-GUP Nihil dan SPM-PTUP adalah “Bendahara Pengeluaran satker” sesuai dengan uraian penerima pada SPM-UP/TUP/GUP;
  • ADK yang dapat diterima oleh SPAN adalah ADK hasil Aplikasi GPP/BPP, Aplikasi SPM dan Aplikasi SAIBA versi terbaru (untuk saat ini : GPP/BPP versi 12 Juni 2015, SAS versi 15.0.5 & SAIBA versi 1.1);

 

 

Tips & Trik

  • Sampaikan data supplier dan data kontrak sesegera mungkin setelah penjanjian/kontrak ditandatangani.
  • Segera ajukan SPM untuk tagihan yang harus segera dibayarkan. Pastikan SPM lengkap dan benar, Bila diperlukan, konsultasikan dengan petugas Customer Service Officer (CSO) KPPN.
  • Jangan lupa menyertakan data email Satker/PPK/PP-SPM yang aktif, pada ADK SPM sebagai sarana penyampaian informasi dari KPPN. Jangan gunakan email yang tidak valid atau email rekanan/pegawai.

PERTANYAAN?

Informasi terbaru tentang SPAN (peraturan & aplikasi) dapat Anda peroleh melalui KPPN atau dapat pula dengan mengunjungi www.span.depkeu.go.id.