Sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN G2)

 

MPN G2

Definisi

Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN G2) adalah penyempurnaan dari modul penerimaan Negara sebelumnya yang memuat serangkaian prosedur mulai dari penerimaan, penyetoran, pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan berhubungan dengan penerimaan negara. Penyempurnaan dilakukan dengan menggunakan Electronic Billing System dan memanfaatkan chanelling pembayaran perbankan dalam melakukan penyetoran penerimaan negara.
Sistem Billing adalah Sistem yang memfasilitasi penerbitan kode billing dalam rangka pembayaran atau penyetoran penerimaan negara secara elektronik tanpa perlu membuat Surat Setoran (SSP, SSBP, SSPB) manual.Saat ini, baru dua portal yang dapat diakses oleh pengguna layanan yaitu http://sse.pajak.go.id untuk penyetoran pajak dan http://www.simponi.kemenkeu.go.id untuk penyetoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Untuk setoran bea cukai baru dapat diakses oleh petugas bea cukai.

Kilas Balik Pengelolaan Penerimaan Negara dan penyempurnaan MPN G2

Kilas Balik

Sebelum 2006 : Pengelolaan Penerimaan Negara dilakukan secara
terpisah oleh DJP (MP3), DJPBC (EDI), dan DJPBN (SISPEN).
2006 s.d. 2014 :  Disatukan dalam satu sistem yaitu MPN (koordinasi ada di DJP).
2014- : MPN-G2 (koordinasi ada di DJPBN)
Arah Penyempurnaan MPN G2 Manfaat Penyempurnaan MPN G2
Dari Kondisi Menjadi
  1. Akuntabilitas, Fleksibilitas & Kecepatan Penguasaan Kas
  2. Ketersediaan layanan tanpa tergantung waktu & tempat
  3. Akuntabilitas seluruh data transaksi penerimaan negara
  4. Ketersediaan kas dalam berbagai jenis valuta
  5. Kepercayaan publik
  6. Kesatuan databasa & Informasi penerimaan negara
Manual Billing
System
Electronic Billing
System
Layanan over
the counter
Layanan on-line
& Fleksibel
Tidak melayani
seluruh transaksi
penerimaan
negara
Melayani seluruh
transaksi
penerimaan
negara
Layanan single
currency
(Rupiah)
Layanan Multiple
Currencies
(Termasuk
Vallas)
Disclaimer WTP
Pengelolaan
layanan & Data
transaksi per
unit Eselon 1
(Individual)
Pengelolaan
layanan & Data
transaksi
bersama dan
terkoordinasi
 Tabel Penyempurnaan MPN G2

Keuntungan MPN G2 (Billing System)

 

Alur Proses Pembayaran

MPN G2 dibangun dengan memanfaatkan teknologi informasi, maka persyaratan yang harus dimiliki oleh pengguna layanan adalah akses internet dan akun email. Urutan langkah yang harus dilakukan pengguna layanan MPN G2, yaitu: Registrasi, dilakukan sekali seumur hidup; Pembuatan Billing, dilakukan setiap akan melakukan pembayaran pajak atau PNBP dan; Pembayaran, dilakukan setelah mendapat kode billing. Pembayaran dapat dilakukan melalui Teller, ATM atau Internet Banking. Khusus untuk penyetoran pajak, pengguna layanan harus terlebih dahulu memiliki
NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

 

 

Pengertian Kode Billing 

Kode Billing adalah kode identifikasi yang diterbitkan oleh sistem billing atas suatu jenis pembayaran atau setoran yang akan dilakukan wajib pajak/wajib bayar/wajib setor.

Format Kode Billing

Terdiri dari 15 digit angka, dimana digit pertama adalah kode penerbit billing

Proses Penyelesaian

Sampai dengan artikel ini dicetak, Jumlah Bank yang sudah melakukan transaksi melalui MPN G2 sebanyak 22 Bank dari 82 Bank yang melakukan penerimaan pada MPN versi terdahulu. Target untuk tahun 2015 adalah sebanyak 21 Bank dan memperbanyak media pembayaran/penyetoran penerimaan negara.


 

 Informasi lebih lanjut, hubungi call center berikut:
       Billing MPN G2 Penerimaan Negara Bukan Pajak | Direktorat Jenderal Anggaran (021) 348.32511
       Billing MPN G2 Penerimaan Pajak | Direktorat Jenderal Pajak (021) 529.03021 / 529.03801-08
       Billing MPN G2 Penerimaan Bea dan Cukai | Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 1500.225
       Informasi Umum MPN G2 (021) 384.0516 / 386.4780