Sosailisasi oleh instruktur Dinkar ternate Bertempat di lapangan Voli KPPN ternate, sosialisasi penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dilaksanakan pada sore hari, Jumat (24/11). Sosialisasi ini dikuti oleh seluruh pegawai dan PPNPN dari KPPN Ternate dan kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara serta ibu-ibu Dharma Wanita KPPN.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi penanggulangan Kebakaran Dinas Kebakaran Kota Ternate, Donny, yang menyampaikan sosialisasi dan sekaligus praktik penggunaan APAR.

Pelatihan APAR  ini bertujuan untuk memberi pemahaman tentang fungsi APAR, juga melatih para pegawai dan PPNPN agar mampu menggunakan APAR dengan tepat dan benar untuk menanggulangi kebakaran dalam skala kecil.

Dijelaskan bahwa Kebakaran dapat terjadi bila terdapat 3 hal sebagai berikut :

  1. Terdapat bahan yang mudah terbakar baik berupa bahan padat cair atau gas ( kayu, kertas, textil, bensin, minyak,acetelin dll)
  2. Terdapat suhu yang tinggi yang disebabkan oleh sumber panas seperti Sinar Matahari, Listrik (korsleting, panas energi mekanik (gesekan), Reaksi Kimia, Kompresi Udara
  3. Terdapat Oksigen (O2) yang cukup kandungannya. Makin besar kandungan oksigen dalam udara maka nyala api akan semakin besar. Pada kandungan oksigen kurang dari 12% tidak akan terjadi kebakaran. Dalam keadaan normal kandungan oksigen di udara 21%, cukup efektif untuk terjadinya kebakaran

Bila tiga unsur tersebut cukup tersedia maka kebakaran terjadi. Apabila salah satu dari 3 unsur tersebut tidak tersedia dalam jumlah yang cukup maka tidak mungkin terjadi kebakaran. Jadi api dapat dipadamkan dengan tiga cara yaitu :
a. Dengan menurunkan suhunya dibawah suhu kebakaran,
b. Menghilangkan zat asam
c. Menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar

selanjutnya juga dijelaskan bahwa APAR digunakan untuk memadamkan api dengan klasifikasi sumber kebakaran:

  1. Kebakaran Klas A
    Adalah kebakaran yang menyangkut benda-benda padat kecuali logam. Contoh : Kebakaran kayu, kertas, kain, plastik, dsb.
    Alat/media pemadam yang tepat untuk memadamkan kebakaran klas ini adalah dengan : pasir, tanah/lumpur, tepung pemadam, foam (busa) dan air .
    2. Kebakaran Klas B
    Kebakaran bahan bakar cair atau gas yang mudah terbakar.
    Contoh : Kerosine, solar, premium (bensin), LPG/LNG, minyak goreng.
    Alat pemadam yang dapat dipergunakan pada kebakaran tersebut adalah Tepung pemadam (dry powder), busa (foam), air dalam bentuk spray/kabut yang halus.
    3.    Kebakaran Klas C
    Kebakaran instalasi listrik bertegangan. Seperti : Breaker listrik dan alat rumah tangga lainnya yang menggunakan listrik.
    Alat Pemadam yang dipergunakan adalah : Karbondioksida (CO2), tepung kering (dry chemical). Dalam pemadaman ini dilarang menggunakan media air.
    4.    Kebakaran Klas D
    Kebakaran pada benda-benda logam padat seperti : magnesum, alumunium, natrium, kalium, dsb.
    Alat pemadam yang dipergunakan adalah : pasir halus dan kering, dry powder khusus.
    5.    Kebakaran Klas K
    kebakaran yang disebabkan oleh bahan akibat konsentrasi lemak yang tinggi. Kebakaran jenis ini banyak terjadi di dapur. Api yang timbul didapur dapat dikategorikan pada api Klas B.
    6.    Kebakaran kelas E
    Kebakaran yang disebabkan oleh adanya hubungan arus pendek pada peralatan elektronik. Alat pemadam yang bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran jenis ini dapat juga menggunakan tepung kimia kering (dry powder), akan tetapi memiliki resiko kerusakan peralatan elektronik, karena dry powder mempunyai sifat lengket. Lebih cocok menggunakan pemadam api berbahan clean agent

Sesi selanjutnya adalah praktek cara memadamkan api dengan karung basah yaitu:

  1. Masukkan seluruh bagian karung goni kedalam air. Peganglah karung menutupi tangan, posisikan karung disamping tubuh agar tidak menutupi pandangan, berjalanlah menuju sumber api dengan tidak melawan arah angin.
  2. Setelah sampai di sumber api, posisikan karung didepan barang yang terbakar dengan tidak melawan arah angin, anda posisi anda harus berlindung dibalik karung.
  3. Selanjutnya posisikan satu kaki kedepan, dan tutuplah kobaran api secara perlahan, jangan anda lemparkan karung goni basah yang anda pegang.
  4. Kemudian karung basah tadi usap-usapkan pada bagian benda yang terbakar agar api cepat padam oleh air yang menempel di karung.
  5. Setelah sekiranya api padam, angkatlah karung dengan posisi tangan yang memegangi tertutup karung seperti cara nomor 1. Ulangi cara-cara diatas sampai api benar-benar mati dan padam.
Contoh pemadaman menggunakan karung KepalaKPPN Ternate mempraktekkan pemadaman Api menggunakan karung Pemadaman Api menggunakan Karung Basah

 

Setelah itu, dilaksanakan praktek cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)  yang tepat dan benar

Sebelumnya, Instruktur dari Dinas Kebakaran Kota ternate, Awaludin, menjelaskan mengenai ciri-ciri kondisi APAR yang siap pakai :

  1. Posisi Masih tersegel
  2. Ada Pen pengaman
  3. Pada label pengecekan APAR (tanggal pemeriksaan dan kondisi APAR) masih berfungsi,
  4. Jarum barometer tekanan harus berada pada area hijau dengan tekanan sampai 17 bar

Adapun penggunaannya dengan langkah :

  1. Buka segel dengan cara memutar pinnya
  2. Tarik pin APAR
  3. Ambil posisi tidak melawan arah angin. Cara mengetahui arah angin, perhatikan asapnya, jangan berdiri dengan posisi menantang asap. Posisi berdiri sekitar 1,5 m- 3 meter dari api
  4. Angkat APAR, arahkan moncong selang ke arah api
  5. Semprot api dengan cara menekan tuas pada alat pemadam
Kasi Bank memadamkan api menggunakan APAR Pemadaman Api menggunakan APAR

Selain penggunaan karung basah dan APAR juga diperagakan tiga potensi kebakaran yang bersumber dari kompor gas dan cara mengatasinya.

Pemadaman Api pada pipa gas yang bocor
Pertama, jika gas keluar dari selang yang bocor sehingga membakar kompor, kita jangan melarikan diri. Cukup mencabut regulator pada tabung gas, kemudian api akan padam sendiri.

Kedua, bila gas menyemburkan api, hal yang harus dilakukan hanya menutup saluran gas tersebut dengan jari.

Selanjutnya, pada kasus ketiga, apabila api membakar kompor dan sulit mencabut regulator, segera tutup kompor dengan kain tebal basah.
Sesi Foto Bersama Dinkar Kota Ternate
Acara sosialisasi ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama.

 

 

Tags: ,