Sehubungan dengan Perdirjen nomor PER-24/PB/2015 tanggal 02 Oktober 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara pada Akhir Tahun Anggaran 2015, KPPN Ternate mengadakan acara bertajuk “Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penerimaan Negara Pada Akhir Tahun Anggaran 2015″. Acara ini digelar pada hari Kamis, 03 Desember 2015, bertempat di Aula KPPN Ternate.

Berlangsung selama kurang lebih 3 jam, Rapat Koordinasi Dihadiri oleh Seluruh Pimpinan Bank dan Pos Persepsi mitra KPPN Ternate. Bertindak sebagai moderator, yaitu Gede Yoga Sudhana sedangkan yang menjadi narasumber adalah Kepala KPPN Ternate, Toding Luther, Kepala Seksi Bank Reintje Adrian Sembor, serta Arman Harianto dan Ramaditya Atma yang bertindak sebagai notulen. Rapat koordinasi ini sendiri dibagi ke dalam 3 sesi, yaitu sambutan oleh Kepala KPPN Ternate, Pemaparan materi oleh narasumber dan terakhir diisi dengan sesi tanyajawab.

Dalam sambutannya Kepala KPPN Ternate menyampaikan peranan Bank dan Pos Persepsi yang cukup besar untuk mengamankan pernerimaan/pengeluaran negara.Hal-hal yang menjadi titik focus adalah terkait tentang mekanisme jadwal penerimaan negara dan pelimpahannya di akhir tahun anggaran 2015 serta evaluasi terhadap kinerja dan kepatuhan Bank/Pos Persepsi dalam pelaksanaan penerimaan negara melalui MPN G1 dan MPN G2

Acara selanjutnya diisi dengan pemaparan materi oleh narasumber

Materi yang disampaikan nara sumber adalah sebagai berikut:

  • Perdirjen nomor 24/Pb/2015 tentang pedoman pelaksanaan penerimaan & pengeluaran negara pada akhir tahun anggaran 2015
  • Hasil Monitoring dan Evaluasi terhadap Kinerja dan Kepatuhan Bank dan Pos Persepsi di wilayah KPPN Ternate

Tidak lupa KPPN Ternate menyampaikan langkah – langkah persiapan implementasi MPN G2 seluruh bank dan pos tahun 2016 kepada seluruh Bank dan Pos Persepsi mitra kerjanya

 

Rapat Koordinasi ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Harapan KPPN Ternate dengan dilaksanakannya Rapat Koordinasi ini agar kualitas pelayanan Bank dan Pos Persepsi baik disisi penerimaan maupun pengeluaran negara dapat semakin meningkat.