Dari jutaan kosa kata yang kita gunakan sehari-hari, ada 4 kata yang mematikan kesuksesan kita, bagaikan racun yang akan merusak seluruh urat saraf kesuksesan hidup kita.

Bila kita menggunakan kata-kata ini, entah dengan sadar atau tidak, hampir bisa dipastikan kita tidak akan bisa se-sukses yang kita inginkan. Atau bahkan tidak sukses sama sekali.

Bila kita gunakan ke 4 kata pembunuh sukses ini, dijamin kesuksesan akan menjauh dan kita pun terjebak dalam “kemacetan” hidup yang sama dengan yang selama ini telah kita derita, mungkin sampai bertahun-tahun ke depan, sampai kita berhenti menggunakan kata-kata yang mematikan kesuksesan ini dalam hidup kita. Karena, tidak ada orang yang bisa sukses bila dia memiliki kebiasaan menggunakan ke 4 kata “berbahaya” musuh sukses ini.

Jadi apakah ke 4 kata yang merupakan musuh terbesar kesuksesan ini? (Can we have a drum roll, please … )
“Aku sudah tahu itu.”

Kenapa ke 4 kata ini berbahaya?

Itu karena, begitu kita mulai berpikir bahwa kita sudah tahu sesuatu, apalagi kemudian menekankannya lagi dengan kata-kata yang kita ucapkan, “Aku sudah tahu itu”, maka saat itu juga pikiran kita tertutup, bahkan terhadap sesuatu yang sebenarnya kita belum tahu. Tertutup begitu saja, rapat-rapat secara otomatis, karena secara tidak langsung kita menyatakan mengerti, dan otomatis lawan bicara pun tidak melanjutkan informasi yang dia miliki.

Tidak ada lagi motivasi untuk menggali lebih dalam atau mencari tahu lebih banyak lagi.

Dan sebagai akibatnya, menjadi tidak mungkin lagi bagi kita untuk mempelajari hal baru, karena proses belajar terhenti sudah.

Padahal sebenarnya bahkan hal yang mungkin menurut kita tidak lagi baru juga memiliki unsur-unsur yang belum sepenuhnya kita tahu. Tidak mungkin kita mengetahui segala sesuatu dengan tuntas dan final. Selalu ada kemungkinan baru.

Tetapi begitu ke empat kata mematikan tadi terucap, pikiran kita akan merasa tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal dan kemungkinan baru tersebut, yang sebagai akibatnya, proses belajar dan bertumbuh yang memungkinkan kita untuk menciptakan temuan baru, terobosan baru, serta memiliki wawasan makin luas pun terhenti.

Dan dengan terhentinya hal-hal yang merupakan komponen wajib pencapai kesuksesan hidup ini, ibaratnya terhenti pula kehidupan kita.

“I already know that” keeps you stuck where you are currently at in life, holds you back and may even cause your failure.”

Kevin Wilke – Nitro Marketing

Sukses Mati Karena Ego

Mereka yang mengatakan “Aku sudah tahu itu” seringkali mengatakan itu karena dilandasi ketidakinginan untuk tampak bodoh.

Dan keinginan untuk merasa sudah pintar dan sudah tahu semuanya ini membuat mereka menutup rapat pintu pembelajaran dan pertumbuhan baru.

Padahal, sebenarnya kita selalu bisa belajar dari semua orang dan setiap keadaan.

Egoisme yang membuat orang berpikir dengan mindset “aku sudah tahu” ini berasal dari harga diri yang salah tempat.

Banyak orang merasa sudah berhasil mencapai sukses dan karenanya menganggap dunia ini beserta isinya sebagai sebuah arena persaingan dengan sesama.

Siapa yang terbaik, itulah yang berhasil mencapai kesuksesan, begitu menurut logika mereka.

Orang-orang seperti ini, tidak akan “sanggup” bila harus belajar dari orang yang mereka anggap kurang sukses, orang yang mereka anggap lebih kecil karena berada di bawah mereka pada tangga pencapaian.

“Apa? Aku minta saran pada anak buahku? Apa kata dunia?” begitu kata mereka. Padahal dunia tidak akan berkata apa-apa. Ia tidak akan menghakimi kita hanya karena kita tidak tahu sesuatu dan berani bertanya.

Sebaliknya dunia akan bangga. Segala pencapaian dan penemuan di dunia ini dimulai dari sebuah pertanyaan, yang tercetus dari keingintahuan, yang dilandasi oleh ketidaktahuan.

Apa yang harus dilakukan jika memang sudah tau?

Kita bisa mencoba untuk mengubah untuk berkata “Aku Sudah Tau Itu.” untuk hal yang sudah kita benar ketahui. Jangan terlalu cepat dan terburu-buru melabel sesuatu dengan “Aku sudah tahu itu.”

Ternyata memang, bahkan di balik hal yang kita pikir kita telah tahu pun, tersimpan harta karun, rahasia, atau informasi yang jauh lebih besar lagi.

Seperti puncak “gunung es”, yang terlihat di atas segala sesuatu itu hanya 20%-nya saja paling banyak. Lebih banyak lagi yang masih tersimpan rapat menjadi suatu misteri. Misteri yang hanya akan terkuak bila kita membuang jauh-jauh kata-kata “Aku sudah tahu itu” dari kamus kita, mulai sekarang juga.

Semua orang sukses di dunia ini tidak memiliki attitude atau sikap dan cara berpikir “aku sudah tahu ini”. Mereka tiada henti belajar hal baru serta menggali perspektif baru bahkan dari hal yang sudah lama mereka ketahui.

Sebaliknya, berapa banyak orang yang gagal dalam hidup mereka meski mereka semua mengaku dengan penuh semangat bahwa mereka sudah tahu segalanya, Contoh:
• Oh ya, aku sudah nonton “the Secret”.
• Sudah, aku sudah baca buku itu. Sudah ribuan kali malah.
• Oh ya, aku sudah tahu apa itu “the law of Attraction”.
• Ya iya lah, aku sudah tahu apa itu kunci sukses.
• Ya pastilah, jangankan aku, siapa juga yang tidak tahu tentang bagaimana sedekah bisa membuka kekayaan.
• Ya, iyalah, aku sudah tahu itu, aku sudah tahu ini. Aku sudah tahu semuanya ……

Oh ya, bahkan ketika kita membaca ini, bisa jadi kita juga sedang memikirkan atau bahkan mengucapkan kata-kata yang sama dengan ini, “Yah, ini sih aku sudah tahu dari dulu. Aku sudah lama dengar tentang ini … dsb.”

Sekarang pertanyaan saya, “Benarkah?”, “Benarkah kita sudah tahu semua ini?”, “Apa hanya ego yang menjawabnya?”

Dengan tidak mengatakan “Aku sudah tahu itu.” menandakan kita membuka diri lebih luas akan semua informasi, bahkan informasi yang sudah kita ketahui, dengan begitu akan semakin luas pengetahuan yang kita miliki.