Direktorat Pengelolaan Kas Negara menerbitkan surat Nomor : S-6448/PB.3/2013 mengenai penulisan nomor reksus (rekening khusus). Hal ini disebabkan update aplikasi SP2D versi 13.1.6 pada KPPN yang hanya mengakomodir 12 digit nomor reksus tanpa karakter lain (tanpa tanda titik) kecuali angka.

contoh :

Dahulu Seharusnya Keterangan
601.313411980 601313411980 mulai sekarang penulisan nomor reksus pada aplikasi SPM satker tidak lagi menggunakan tanda titik

 

Untuk itu, diberitahukan kepada seluruh satuan kerja yang memiliki pagu dengan sumber dana pinjaman/hibah luar negeri (PHLN) agar menyesuaikan dalam pengetikan SPM yang akan diajukan ke KPPN untuk menghindari penolakan SPM oleh aplikasi SP2D KPPN.

untuk lebih jelasnya silahkan membaca surat Dit.PKN No. S-6448/PB.3/2013 tanggal 1 Oktober 2013

logo depkeu hitam putih
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PENGELOLAAN KAS NEGARA
 
Gedung Prijadi Praptosuhardjo I Lantai IV
Jl. Lapangan banteng Timur No. 2-4 jakarta 16710
Telepon  (021) 344-9230 (20 saluran) PSW 5403, (021) 3844423; Faksimili : (021)3864779
Website : www.perbendaharaan.go.id

Nomor :S-6448/PB.3/2013                                                                                                                                               1 Oktober 2013

Sifat : Segera

Hal : Penulisan Nomor Reksus

 

 Yth. Para Kepala KPPN di seluruh Indonesia

Dengan ini kami beritahukan bahwa :

1. Nomor Reksus terdiri dari 12 digit dengan urutan 60XYYYWV980 ditulis tanpa tanda titik (contoh 601313411980 atau 602135411980).
2. Keterangan urutan nomor Reksus adalah sebagai berikut ;
  1. 60X menunjukkan kode jenis Reksus pinjaman atau hibah (601 untuk pinjaman dan 602 untuk hibah);
  2. YYY menunjukkan nomor urut Reksus yang unik;
  3. VVV menunjukkan jenis valuta rekening (111 valuta JPY, 311 valuta AUD, 411 valuta USD dan 911 valuta EUR);
  4. 980 menunjukkan nomor kode rekening yang dibuka di Kantor Pusat Bank Indonesia.
3. Direktorat Sistem Perbendaharaan telah mengupdate aplikasi SP2D versi 13.1.6 dengan menambah validasi nomor Reksus 12 digit saat FO menerima SPM.
4. Apabila ADK SPM tidak mencantumkan nomor Reksus sebagaimana disebut di atas, aplikasi SP2D akan menolak SPM dimaksud.
5. Untuk menghindari penolakan SPM yang disebabkan ketidaksesuaian cara penulisan nomor Reksus, diminta agar KPPN menginformasikan kepada Satker cara menulis nomor Reksus yang benar pada referensi aplikasi SPM dalam menu referensi pinjaman pada waktu menyusun SPP/SPM.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

 

Direktur,

 

Rudy Widodo
NIP. 19590124 198501 1001

 

Tembusan;

Seluruh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan

p5rn7vb
 

Tags: , ,