Avatar

Please consider registering
guest

sp_LogInOut Log In sp_Registration Register

Register | Lost password?
Advanced Search

— Forum Scope —




— Match —





— Forum Options —





Minimum search word length is 3 characters - maximum search word length is 84 characters

sp_Feed Topic RSS sp_TopicIcon
Sikap Sebagai Salah Satu Kompetensi Yang Harus Dimiliki Bendahara
07/01/17
5:42 pm
Avatar
admin
Admin
Forum Posts: 134
Member Since:
06/03/13
sp_UserOfflineSmall Offline

Ringkasan: Tugas bendahara pengeluaran adalah menerima, menyimpan, membayar, membukukan, dan mempertanggungjawabkan uang atau surat berharga yang ada dalam penguasaannya. bendaharap mengelola uang persediaan (UP) untuk memenuhi kebutuhan operasional satuan kerja (satker). Bendahara pengeluaran menyimpan dan membayarkan (mengeluarkan) UP harus melalui proses persetujuan (approval) dari pihak yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini perlu mendapat perhatian karena bendahara pengeluaran rawan melakukan penyimpangan dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan uang yang tidak sedikit jumlahnya. Penyimpangan ini dapat terjadi baik karena unsur kesengajaan dari yang bersangkutan maupun pengaruh dari pihak lainnya. Untuk itu bendahara pengeluaran harus memiliki kompetensi yang baik meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Salah satu sikap yang harus dimiliki bendahara pengeluaran adalah sikap kehati-hatian dalam bertindak. Penulis: Sumaryo, Widyaiswara Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan.

 

 

Sikap Sebagai Salah Satu Kompetensi Yang Harus Dimiliki Bendahara

Oleh: Sumaryo Widyaiswara Pusdiklat AP

(Widyaiswara Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan)

 

 

Abstrak         

 

Tugas bendahara pengeluaran adalah menerima, menyimpan, membayar, membukukan, dan mempertanggungjawabkan uang atau surat berharga yang ada dalam penguasaannya. bendaharap mengelola uang persediaan (UP) untuk memenuhi kebutuhan operasional satuan kerja (satker). Bendahara pengeluaran menyimpan dan membayarkan (mengeluarkan) UP harus melalui proses persetujuan (approval) dari pihak yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini perlu mendapat perhatian karena bendahara pengeluaran rawan melakukan penyimpangan dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan uang yang tidak sedikit jumlahnya. Penyimpangan ini dapat terjadi baik karena unsur kesengajaan dari yang bersangkutan maupun pengaruh dari pihak lainnya. Untuk itu bendahara pengeluaran harus memiliki kompetensi yang baik meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Salah satu sikap yang harus dimiliki bendahara pengeluaran adalah sikap kehati-hatian dalam bertindak.

 

Kata kunci: uang persediaan (UP), persetujuan (approval), kompetensi, sikap kehati-hatian.

 

I. PENDAHULUAN

 

Tugas bendahara pengeluaran memang tidak mudah. Dalam menjalankan tugasnya, bendahara pengeluaran berhubungan dengan berbagai pihak, baik satker dari pihak internal maupun pihak eksternal. Pihak eksternal yang dihadapi bendahara pengeluaran dapat merupakan pihak yang berhubungan langsung dengan pekerjaannya. Akan tetapi bendahara pengeluaran juga bisa berhadapan dengan pihak eksternal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.

 

Dalam melaksanakan tugasnya, bendahara pengeluaran mungkin sudah berusaha untuk selalu patuh dan taat pada aturan. Sehingga tidak ada satupun tagihan yang tidak dibayarkan kecuali sudah melalui pengujian yang cermat dan teliti. Namun mungkin saja sesuatu yang berasal dari pihak eksternal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan dapat menimbulkan masalah yang tidak diharapkan terjadi.

 

Salah satu contoh adalah kehilangan uang persediaan yang dialami oleh seorang bendahara pengeluaran pada suatu satker karena pengaruh hipnotis/ gendam dari orang yang baru saja dikenalnya. Kisah itu bermula saat sang bendahara selesai belanja di suatu swalayan, tiba-tiba ada seseorang lelaki yang tidak dikenal menepuk bahunya sambil menanyakan sesuatu kepadanya. Setelah sang bendahara ditepuk orang tersebut, dia merasa ada sesuatu yang mendorongnya untuk melayani orang tersebut. Maka terjadilah komunikasi yang serius antara sang bendahara dengan orang tersebut.

 

Disini sang bendahara tidak menyadari bahwa dirinya telah dipengaruhi oleh orang tersebut. Dia tidak sadar ketika orang tersebut berkata tentang kondisi dirinya, kejadian yang bakal menimpanya, kesediaan orang tersebut untuk membantunya, dan syarat-syarat yang harus dipenuhinya. Secara tidak sadar semua perkataan orang tersebut dibenarkannya. Bahkan apa saja yang diperintahkan oleh orang tersebut semua dilaksanakannya, termasuk ketika orang tersebut meminta ATM milliknya beserta pinnya. Kemudian orang tersebut memerintahkan untuk mentransfer semua uang yang ada padanya. Bahkan tidak berhenti sampai disitu, orang tersebut juga memerintahkan untuk mentransfer uang persediaan yang menjadi tanggung jawabnya.

 

Sang bendahara merasa seperti tidak ada beban sama sekali melaksanakan perintah orang tersebut. Dengan kata lain pikiran sadarnya sebagai bendahara sudah dikendalikan oleh orang yang baru dikenalnya itu. Sehingga dia menurut saja melaksanakan apa yang dikatakan dan diperintahkan oleh orang tersebut. Selanjutnya orang tersebut juga memerintahkan kepada bendahara pengeluaran untuk tidak menceritakan apa yang dialami dan dilakukannya kepada orang lain bahkan kepada anggota keluarganya. Pengaruh hipnotis ini akan hilang seiring kesadarannya yang sudah kembali pulih seutuhnya. Akan tetapi masalahnya tidak selesai karena sang bendahara telah kehilangan uangnya dan uang persediaan yang nota bene merupakan kehilangan atau kerugian uang negara.

 

 II. KOMPETENSI SIKAP YANG HARUS DIMILIKI SEORANG BENDAHARA

 

Dengan besarnya tanggung jawab dan resiko yang mungkin dihadapi oleh bendahara pengeluaran, maka bendahara pengeluaran dituntutn untuk memenuhi kualifikasi tertentu. Seseorang diangkat sebagai bendahara pengeluaran pada suatu satker harus melalui proses pengangkatan dan telah memenuhi syarat-syarat berdasarkan ketentuan yang berlaku.

 

Salah satu syarat yang harus dipenuhi bendahara pengeluaran adalah memiliki kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan jabatan yang akan diampu. Kompetensi yang harus dimiliki oleh bendahara pengeluaran meliputi baik kompetensi pengetahuan, keetrampilan, maupun sikap. Ketiga unsur yang ada dalam kompetensi tersebut harus dimiliki secara seimbang. Bendahara pengeluaran tidak dapat mengandalkan bekal untuk melaksanakan tugasnya hanya bertumpu pada pengetahuan dan keterampilan saja.

 

Pengetahuan sangat penting karena akan memberi informasi yang cukup untuk mengarahkan tindakan yang tepat dalam melaksanakan tugas bendahara pengeluaran. Sedangkan keetrampilan bermanfaat untuk menyelesaikan tugas-tugas secara teknis. Makin tinggi keterampilan teknis yang dimiliki bendahara pengeluaran, makin mudah dia menyelesaikan tugasnya.

 

Dalam kasus hilangnya uang negara diatas, bendahara pengeluaran sebenarnya telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik untuk melaksanakan tugasnya. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya kendala yang berarti selama dia melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu, kita juga harus mengakui bahwa ternyata kompetensi berupa sikap juga memiliki tingkat kepentingan yang tinggi. Apabila kita kaji lebih mendalam ternyata untuk kasus yang terjadi di atas, penyebabnya adalah kurangnya sikap kehati-hatian dari bendahara pengeluaran.

 

Bendahara pengeluaran harus mengembangkan sikap hati-hati dalam bertindak karena bendahara pengeluaran memegang tanggung jawab menyimpan uang negara yang jumlahnya tidak sedikit, maka dia harus berhati-hati membawa dirinya. Idealnya dia tidak boleh keluar kantor sendirian baik untuk urusan yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun bukan. Apabila ada orang yang mengetahui bahwa dia memegang uang yang banyak mungkin akan menjadi incaran orang yang akan berbuat jahat.

 

Begitu pula ketika bendahara pengeluaran menerima informasi dari orang lain, dia juga harus hati-hati menyikapinya. Dalam menghadapi situasi tertentu dan menerima informasi dari orang lain, bendahara tidak boleh lengah dalam mengolah dan menindaklanjutinya. Seorang bendahara pengeluaran harus menyadari risiko yang dapat terjadi pada dirinya sehingga dia harus belajar mengantisipasinya. Setiap informasi yang diterima harus dicerna dan dipahami dengan baik, kemudian bertindak dengan hati-hati.

 

Adi W.Gunawan dalam bukunya yang berjudul “Hypnotherapy, the art of subconscious Restructuring (2010 : 5), manusia menerima unit informasi melalui 4 (empat)) sumber, yaitu :

 

  1. Lingkungan eksternal, yang mengirim unit informasi (berita), yaitu segala sesuatu yang berasal dari luar diri kita (musik, televisi, interaksi dengan orang lain, pekerjaan, dsb);
  2. Tubuh kita sendiri, dalam bentuk tegangan otot, gerakan, perasaan tegang dalam tubuh, rasa sakit, atau tidak nyaman;
  3. Pikiran sadar, yang menangani aspek berpikir logis, objektivitas, pengambilan keputusan, dan semua faktor yang mempengaruhi kita secara sadar;
  4. Pikiran bawah sadar, yang menerima atau menolak unit informasi (berita), yang berasal dari doktrin agama, norma yang berlaku, latar belakang yang berhubungan dengan faktor genetika, dan semua konflik yang masuk ke dalam pikiran sadar kita setiap hari.

 

Manusia mempunyai dua macam pikiran, yaitu pikiran sadar (12%) dan pikiran bawah sadar (88%), keduanya saling mempengaruhi dan bekerja dengan kecepatan yang sangat tinggi. Salah satu fungsi pikiran bawah sadar adalah belief dan value. Kepercayaan (belief) adalah segala sesuatu yang kita yakini sebagai hal yang benar. Sedangkan nilai (value) adalah segala sesuatu yang kita pandang sebagai hal yang penting. Lalu apa kaitannya dengan peristiwa di atas?. Jika dalam pikiran bawah sadar kita sudah tertanam kepercayaan, misalnya Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal”, maka saat terjadi interaksi dengan orang yang baru dikenal pikiran bawah sadar kita sudah memberikan warning, “ jangan mudah percaya, hati-hati”.

 

Saat ini cukup marak kasus penipuan dengan modus hipnotis (gendam). Kasus penipuan dengan modus hipnotis ini mungkin dapat menimpa bendahara pengeluaran, oleh karena itu bendahara pengeluaran harus memperhatikan beberapa hal terkait hipnotis (gendam). Hipnotis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi kesadaran seseorang dengan cara menurunkan gelombang otak dari beta menjadi alfa dan teta. Proses hipnotis akan membuat korban menyerupai tidur atau dalam kondisi trance hypnothies, dan korban akan melakukan apapun yang disarankan oleh penghipnotis. Hipnotis/gendam bisa juga memerlukan bantuan pihak ketiga (dukun) dengan doa-doa yang spesifik, bahkan konon melibatkan makhluk halus dan menggunakan media yang bisa berupa bedak, lipstik, susuk di bibir/di mata. Salah satu modus penggendam adalah menepuk bahu pundak, menyenggol, memanggil, mengejutkan, atau tiba-tiba datang menghampiri.

 

Untuk menghindari hipnotis/gendam, ada beberapa tips yang dapat dilakukan, antara lain sebagai berikut:

 

  1. Jangan membiarkan pikiran kosong, karena orang yang berniat jahat bisa menguasai korbannya kalau kondisi pikiran kosong;
  2. Waspalah bila secara tiba-tiba timbul rasa kantuk yang tidak wajar;
  3. Bagi mereka yang mempunyai kebiasaan latah, jangan berpergian ketempat umum tanpa teman, karena orang latah cenderung mempunyai gerbang alam pikiran bawah sadar yang mudah dibongkar paksa dengan bantuan kejutan;
  4. Jangan mudah panik bila tiba-tiba ada beberapa orang yang tidak dikenal mengerumuni untuk suatu alasan yang tidak jelas. Jika dihampiri oleh orang yang baru dikenal, jangan sering menatap matanya sebab melalui sorot mata mereka akan memperdaya korbannya;
  5. Jangan mudah panik bila ada seseorang yang tiba-tiba menepuk bahu anda;
  6. Segera niatkan untuk membuang seluruh energi negatif ke bumi;
  7. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan segera sibukkan pikiran anda agar tetap berada pada frekuensi yang mengakibatkan efek hipnotis tidak bekerja;
  8. Segera niatkan dalam hati pda tiga hitungan saya akan kembali sadar dan normal sepenuhnya, kemudian segera hitung dalam hati: satu, dua, tiga;
  9. Tanamkan terus menerus di dalam diri bahwa hipnotis tidak akan bekerja bagi mereka yang menolaknya.

 

III. PENGAWASAN INTERNAL OLEH INSTANSI

 

Mencermati kasus seperti yang telah diuraikan di atas maka perlu dilakukan upaya pencegahan agar keamanan penyimpanan dan penggunaan uang negara dapat terjaga. Salah satu cara yang dapat dilakukan di lingkungan instansi pemerintah adalah dengan menerapkan Sistem Pengendalian Intern. Menurut COSO (The Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission), Pengendalian Internal adalah sebuah proses yang dihasilkan oleh dewan direktur, manajemen, dan personel lainnya, yang didesain untuk memberikan jaminan yang masuk akal yang memperhatikan tercapainya tujuan-tujuan dengan kategori efektif dan efisiensi operasi, terpercayanya (reliabillity) laporan keuangan, dan kepatuhan pada hukum dan aturan yang berlaku. Selanjutnya menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 pasal 1, disebutkan bahwa “Sistem Pengendalian Intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan”.

 

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) selaku manajemen puncak pada suatu kantor/ instansi bertanggung jawab untuk menerapkan Sistem Pengendalian Intern demi pengamanan uang persediaan yang disimpan dalam brankas oleh bendahara pengeluaran. Untuk mencegah risiko kerugian yang mungkin terjadi akibat dari tindakan yang dilakukan oleh bendahara pengeluaran atau pihak lain, maka kunci brankas jangan seluruhnya  dipegang oleh bendahara pengeluaran bersangkutan. Kunci dalam bentuk fisik disimpan oleh KPA, sedangkan kunci dalam bentuk kode hanya diketahui oleh bendahara, sehingga ketika bendahara akan mengambil uang di brankas pasti ia akan meminta persetujuan (approval) kepada KPA, dengan demikian akan terjadi komunikasi antara kedua pihak. Komunikasi yang terjadi dapat menyadarkan bendahara pengeluaran akan tanggung jawabnya dan sekaligus menumbuhkan sikap kehati-hatian dalam mengelola uang persediaan yang menjadi tanggung jawabnya. Disamping itu juga, dengan terjalinnya komunikasi antara bendahara pengeluaran dengan KPA terkait dengan persetujuan untuk mengambil uang di brankas, maka KPA dapat menanyakan berapa jumlah yang akan diambil dan akan digunakan untuk apa. Dengan komunikasi tersebut maka jika terjadi sesuatu pada diri bendahara pengeluaran yang mendorongnya berperilaku diluar kesadaannya, seperti terhipnotis dan/kena gendam dapat dihilangkan sehingga kemungkinan terjadi kerugian negara dapat dihindari.

 

Sebaiknya belanja negara jika dimungkinkan lebih banyak menggunakan mekanisme pembayaran langsung (LS), sehingga dapat diupayakan agar uang yang tersimpan di brankas tidak terlampau banyak.

 

V. KESIMPULAN

 

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa setiap bendahara pengeluaran harus menanamkan dalam dirinya sikap kehati-hatian dalam bertindak agar terhindar dari kerugian. Sikap hati-hati diantaranya adalah tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal dan melakukan tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

Selain dari kompetensi yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh bendahara pengeluaran, KPA sebagai penanggung jawab umum pengelolaan keuangan satker juga harus mengembangkan sistem pengendalian intern yang baik. Hal ini dilakukan untuk terwujudnya mekanisme check and balance sehingga pengelolaan keuangan dapat dilaksanakan dengan baik dan akuntabel.

 

Daftar Pustaka :

 

  1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Keuangan Negara.
  2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perbendaharaan Negara.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.
  4. Adi W Gunawan, Hypnotherapy the art of subconscious Restructuring, PT Gramedia Pustaka Utama (2010).
Forum Timezone: UTC 9

Most Users Ever Online: 19

Currently Online:
1 Guest(s)

Currently Browsing this Page:
1 Guest(s)

Top Posters:

Mutia: 12

Asara90: 4

miftah09: 3

gatot: 2

Junaedy: 2

elynurhayatie: 1

bhumy: 1

marsam: 1

lutfi: 1

ketahanan pangan: 1

Member Stats:

Guest Posters: 0

Members: 100

Moderators: 0

Admins: 1

Forum Stats:

Groups: 1

Forums: 8

Topics: 104

Posts: 150

Newest Members:

miftah09, Claudiasaike, pali1234, gatot, d300y, lutfi, elynurhayatie, Arif, Asara90, nyong ardiono

Administrators: admin: 134