Tahapan SAKTISistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) tidak akan berjalan secara optimal tanpa ada dukungan dan masukan data yang valid dan benar dari satker. Untuk itu, sejak triwulan kedua tahun 2009 dimulailah pembahasan untuk membangun suatu sistem di satker (Sistem Aplikasi Tingkat Instansi/SAKTI – red) yang terintegrasi sesuai dengan proses bisnis SPAN. Nantinya, interaksi satker dengan SPAN hanyalah melalui aplikasi SAKTI yang digunakannya. Awal Mei 2009 itulah merupakan titik awal dimulainya pembangunan SAKTI.  Pembangunannya dilakukan melalui beberapa tahapan pengembangan, yaitu (1) Studi Kelayakan, (2) Analisis Kebutuhan, (3) Desain Aplikasi, (4) Pembangunan Aplikasi, dan (5) Pelaksanaan.

(1) Studi Kelayakan (Mei 2009 sd April 2010)

Studi kelayakan ini dimulai dengan melakukan pengumpulan seluruh aplikasi yang ada di satker guna dianalisis terkait dengan implementasi SPAN. Ketika itu disepakati untuk melakukan integrasi terhadap seluruh aplikasi dan database pada satker. Selanjutnya, dilakukan suatu pembahasan untuk pemilihan metode pengembangan sistem. Sebagai hasilnya, disepakati bahwa pelaksanaan pengembangan sistem dilakukan secara outsourcing dengan menggunakan bahasa pemrograman java dan database postgreSQL. Terakhir dilakukan pula survei ke beberapa satker dalam rangka memotret sarana dan prasarana yang dimiliki satker. Kesimpulannya adalah tetap dikembangkannya aplikasi satker yang berbasis desktop mengingat tidak semua satker memiliki jaringan internet yang bagus.

(2) Analisis Kebutuhan (Januari 2010 sd Desember 2010)

Langkah pertama yang diambil pada tahap ini adalah memotret kebutuhan dan proses bisnis yang diharapkan pihak Bussiness Owner dengan melakukan rapat pembahasan secara marathon dengan pihak-pihak dilingkup DJPBN dan DJA. Selanjutnya untuk memastikan komitmen bersama dibentuklah Tim Penyempurnaan Aplikasi Satker dalam rangka mendukung SPAN.

(3) Desain Aplikasi (Mei 2010 sd Maret 2011)

Untuk menghasilkan desain aplikasi yang sesuai dengan standar pengembangan suatu aplikasi, beberapa pegawai Direktorat Transformasi Perbendaharaan diberikan pelatihan System Analysis and Design menggunakan Unified Modelling Language – UML, pelatihan pemrograman berbasis Java, dan pelatihan keamanan informasi. Sebagai informasi, UML adalah bahasa spesifikasi standar untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan, dan membangun sistem perangkat lunak. Di samping itu, pada tahapan desain aplikasi ini juga dilakukan workshop dengan mengundang ahlinya untuk membuat suatu desain aplikasi berupa UML aplikasi SAKTI. Dengan terpilihnya metode pengembangan aplikasi, Tim Penyempurnaan Aplikasi Satker tinggal melakukan eksekusi pembangunan aplikasi. Langkah terakhir dari tahapan desain aplikasi ini adalah berupa pemilihan konsultan pengembang aplikasi.

(4) Pengembangan Aplikasi (April 2011 sd November 2011)

Sesuai dengan hasil pada tahap studi kelayakan, pengembangan SAKTI dilakukan secara outsourcing oleh pihak ke-3. Melalui proses lelang,  PT Quadra Solution memenangkan kontrak pengembangan SAKTI. Dalam pelaksanaan tugasnya, PT Quadra Solution menggunakan metode iterasi. Dengan metode ini, pelaksanaan semua tahapan-tahapan pengembangan aplikasi dilakukan secara bersamaan dan berulang-ulang sampai didapatkan hasil yang diinginkan. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi perubahan-perubahan yang masih mungkin terjadi selama masa pengembangan sehingga mudah untuk dilakukan perubahan. Sesuai dengan kontrak, SAKTI diharapkan selesai pada tahun 2011 ini juga, sehingga pada tahun 2012 sudah bisa dipakai untuk penyusunan RKAKL tahun anggaran 2013.

(5) Pelaksanaan (April 2012)

Sesuai dengan siklus APBN, SAKTI akan mulai digunakan pada tahun anggaran 2012 untuk proses penyusunan RKAKL untuk APBN 2013 yang dimulai pada bulan April 2012. Sedangkan pada tahun anggaran 2013, diharapkan semua modul dalam aplikasi SAKTI sudah bisa dipakai untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, dan pelaporan keuangan dan asetnya.

 

Tags: ,