sultan ternate

Sultan Ternate, Mudaffar Sjah

Segenap Keluarga Besar KPPN Ternate mengucapkan turut berbela sungkawa atas wafatnya Sultan Ternate Mudaffar Sjah. Semoga Arwah beliau diterima di sisi-Nya.

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Telah berpulang Sultan Ternate, Drs H. Mudaffarsjah, Msi hari ini, kamis (19/2/2015) pukul 01.47 WIB dini hari. Mudaffarsjah yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Maluku Utara ini, meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta dalam usia 79 tahun setelah dirawat selama dua bulan karena menderita sakit pernapasan.

Ketua DPD Irman Gusman bersama puluhan anggota DPD/DPR daerah lain melepas keberangkatan jenazah Sultan Ternate Mudaffar Sjah ke rumah duka di Ternate, Maluku Utara. Masyarakat Ternate yang di Jakarta pun ikut mengantar kepergian anggota DPD Maluku Utara ini.

“Kita baru saja melepas jenazahnya sekitar pukul 09.30 WIB dari rumah sakit Pondok Indah. Tadi saya bersama Ratu Hemas dan puluhan anggota DPD ikut melepasnya, ada juga masyarakat Ternate di sini yang ikut datang tadi,” kata Irman Gusman kepada merdeka.com, Kamis (19/2).

 

Biografi Singkat Sultan Ternate

Drs. H. Mudaffar Sjah, BcHk. (lahir di Ternate, Maluku Utara, 13 April 1935) adalah seorang sultan dari kesultanan Ternate. Dia adalah sultan Ternate ke-48. Dia adalah anak ketiga Sultan Ternate ke-47, Iskandar Muhammad Djabir Sjah (1929- 1975).

Dia pernah menolak menjadi sultan Ternate karena khawatir tak mampu mengemban tanggung jawab itu. Mulai 1950, kondisi Kesultanan Ternate relatif tak normal. Pemerintah pusat saat itu memaksa sultan pindah ke Jakarta. Kegiatan Kesultanan Ternate pun vakum. Dua kali rakyat Ternate meminta Sultan kembali, tetapi hal itu tak bisa dilakukan karena besarnya tekanan politik.

Upaya mengembalikan eksistensi Kesultanan Ternate dia perjuangkan lewat jalur politik, saat menjadi anggota DPRD Maluku sampai ketika ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar. Perjuangan lewat jalur politik terus dia lakukan dengan menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Maluku Utara periode 2009-2014.

Ketika ayahnya (sultan Ternate ke-47) mangkat pada 1975, Mudaffar ditunjuk sebagai Sultan ke-48 oleh bobato 18 (kumpulan 18 pemimpin masyarakat adat terbesar di Kesultanan Ternate yang berwenang memilih Sultan).

Dia lalu menata kembali struktur adat Kesultanan Ternate, mengisi kekosongan jabatan, dan menjalankan sejumlah hukum adat sebagai perekat masyarakat. Maka, Kesultanan Ternate mampu menggelar Legu Gam Moloku Kie Raha atau Pesta Rakyat Maluku Utara, mulai tahun 2002 setelah sempat vakum sejak 1950. Legu gam yang berlangsung selama 17 hari merangkum ekspresi seni budaya 29 suku di Maluku Utara.

Pendidikan

  • S-2 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia, 2008
  • S-1 Fakultas Ilmu Budaya jurusan Filsafat, Universitas Indonesia, 1987
  • Kolese Kanisius, 1953

Aktivitas

  • Anggota DPD/MPR, 2009 -2014
  • Vice President Commissioner dari PT Dominium Mining, 2006- sekarang
  • Anggota DPR/MPR, 2004- 2009
  • Anggota MPR Utusan Daerah Maluku, 1998- 2002
  • Anggota DPRD Provinsi Maluku, 1971- 1977

Organisasi

  • Ketua Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara, 2002- sekarang
  • Ketua Murabitun (semacam paguyuban negara Islam) Amerika, Eropa, Asia
  • Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, 1997- 1998
  • Ketua Forum Keraton se-Nusantara, 1995- 1997
  • Anggota Dewan Pimpinan Nasional SOKSI, 1968- 1970
  • Ketua Dewan Adat Moloku Kie Raha, 1966- sekarang
 

Tags: