Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto bersama para menteri yang bergeser jabatan dan para menteri baru kabinet kerja, di halaman Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (27/07)

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto bersama para menteri yang bergeser jabatan dan para menteri baru kabinet kerja, di halaman Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (27/07)

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan nama Menteri-Menteri baru yang akan bergabung dalam Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (27/07). Dalam daftar tersebut, Kementerian Keuangan termasuk salah satu Kementerian/Lembaga (K/L) yang mengalami pergantian Menteri. Menteri Keuangan baru yang akan menjabat adalah Sri Mulyani Indrawati, yang pada periode 2005-2010 pernah menjabat posisi yang sama.

Sementara itu, Menteri Bambang P.S. Brodjonegoro akan bertugas sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Menteri Bambang sendiri telah menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 27 Oktober 2014.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyampaikan bahwa perombakan maupun pergeseran ini dilakukan sebagai penguatan kinerja pemerintah. “Saya selalu ingin berusaha maksimal agar Kabinet Kerja bisa bekerja lebih cepat, lebih efektif, bekerja dalam tim yang solid dan mendukung sehingga hasilnya nyata dan dalam waktu yang secepat-cepatnya,” katanya.

Profil Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D. lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962, menjadi Menteri Keuangan wanita pertama di Indonesia.  Ia pertama kali menjabat sebagai Menteri Keuangan pada tahun 2005-2010. Dalam Kabinet Kerja, Presiden Joko Widodo kembali menunjuk Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Indonesia.

Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan Master serta meraih gelar Ph.D di University of Illinois Urbana Champaign, Amerika Serikat. Pada 2002, ia terpilih sebagai Executive Director Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili 12 negara di Asia Tenggara.

Saat menjadi Menteri Keuangan pada 2005, ia melakukan reformasi di tubuh Kementerian Keuangan. Tahun 2006, ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia oleh Emerging Market Forum serta majalah Euromoney. Tahun 2007, ia menjadi wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia, sedangkan pada tahun 2008, ia terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes. Pada tahun 2010, ia bergabung dengan Bank Dunia sebagai Direktur Pelaksana.