Banner-SPAN-coverDalam rangka mewujudkan terbentuknya e-government sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 3 Tahun 2003 Tanggal 9 Juni 2003, pemerintah melaksanakan sebuah proyek penyempurnaan manajemen keuangan dan administrasi penerimaan pemerintah (Government Financial Management and Revenue Administration Project atau GFMRAP) yang meliputi 4 bidang besar, yaitu

  1. Public Financial Management, Revenue
  2. Administration, Governance and
  3. Accountability dan Project Governance
  4. and Implementation.

Dalam bidang Public Financial Management, perubahan yang terbesar adalah dalam hal modernisasi penganggaran dan perbendaharaan. SPAN adalah komponen terbesar GFMRAP dan selanjutnya akan menjadi pondasi untuk reformasi PFM (Public Financial Management). Sebagai pondasi PFM, SPAN akan memfasilitasi arah kebijakan penganggaran, mendukung pertanggungjawaban dari  para pengguna anggaran, meningkatkan efisiensi pengelolaan perbendaharaan, memfasilitasi reformasi akuntansi dan pelaporan, mengurangi biaya pinjaman dan memperkuat keamanan dan kredibilitas data keuangan. Diharapkan pengembangan SPAN merupakan langkah awal menuju implementasi IFMIS (Integrated Financial Management Information System). IFMIS merupakan paket pengelolaan keuangan yang terintegrasi dan terkomputerisasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan negara.

Gambaran Umum

 1. Latar Belakang Strategis SPAN

SPAN merupakan sub-program dari program reformasi keuangan publik terbesar dalam sejarah di Indonesia yakni Government Financial Management and Revenue Administration Project (GFMRAP). Untuk Reformasi Sistem manajemen Keuangan meliputi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan terkait dengan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dari sisi persiapan anggaran (Budget Preparation) dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) dari sisi pelaksanaan anggaran dan pertanggungjawaban akuntansi (Budget Execution and Responsibility Accounting).  SPAN merupakan program transformasi berskala besar di bidang keuangan negara yang bertujuan meningkatkan efisiensi, efektivitas, akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan perbendaharaan negara melalui penyempurnaan proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi. Berdasarkan PMK No 276 tahun 2008 program reformasi SPAN dilaksanakan melalui tiga komponen utama yaitu : reformasi Proses Bisnis, reformasi Sistem Teknologi Informasi, dan Tata Kelola Perubahan. Reformasi Proses Bisnis dikembangkan melalui beberapa modul yaitu perencanaan anggaran (budget preparation), Manajemen DIPA (management of spending authority), Manajemen Komitmen (commitment management), Manajemen Pembayaran (payment management), Manajemen Kas (cash management), Akuntansi (general ledger and chart of account), dan Pelaporan (reporting).

Tujuan dilaksanakan Program Reformasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara sesuai dengan PMK Nomor 276 tahun 2008, adalah :
  1. Mengendalikan anggaran Negara, asset, dan kewajiban Pemerintah Pusat;
  2. Menyediakan informasi yang komprehensif, dapat dipercaya, dan tepat waktu tentang keuangan pemerintah;
  3. Memudahkan pengambilan keputusan dalam manajemen keuangan pemerintah.

Sasaran yang ingin dicapai meliputi:

  1. Otomasi proses operasional penganggaran dan pegelolaan kas, asset dan utang pemerintah;
  2. Peningkatan keandalan proses penganggaran dan pengelolaan kas, asset dan utang pemerintah;
  3. Peningkatan efisiensi layanan kepada kementrian Negara/ lembaga, masyarakat dan perbankan;
  4. Peningkatan akuntabilitas melalui penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang lebih komprehensif, akurat dan tepat waktu;
  5. Penyediaan fasilitas rekonsiliasi yang andal, akurat, serta tepat waktu antara pemerintah dan perbankan;
  6. Penyediaan jejak audit (audit trail) untuk memfasilitasi proses audit akun pemerintah;
  7. Mengintegrasikan data pada berbagai subsistem manajemen keuangan pemerintah.

Sedangkan manfaat yang ingin dicapai adalah :

  1. Tersedianya sistem pengendalian alokasi dan pelaksanaan anggaran yang efektif;
  2. Tersedianya sistem pengelolaan kas yang terpercaya;
  3. Tersedianya sistem pelaporan manajerial tentang tentang operasi keuangan pemerintah yang komprehensif, dapat diandalkan dan realtime;
  4. Terwujudnya tahapan transisi penerapan sistem akuntansi dari berbasis kas ke berbasis akrual, dan;
  5. Terlaksananya pelayanan kepada publik yang lebih efisien.
Dengan adanya kejelasan tujuan, sasaran dan manfaat dari pelaksanaan reformasi pengelolaan keuangan Negara melalui SPAN, diharapkan program SPAN menghasilkan output berupa sistem pengelolaan keuangan Negara yang profesional, transparan, dan akuntabel sebagaimana amanat Undang-Undang Keuangan Negara.

2. Visi dan Misi  SPAN

Visi SPAN adalah “Terwujudnya pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan Negara yang transparan dan akuntabel, aman dan mudah diterapkan dengan dukungan sistem informasi manajemen keuangan yang terintegrasi“. Untuk mewujudkan visi tersebut, SPAN mempunyai Misi.
Misi SPAN adalah sebagai berikut :
  1. Mengembangkan proses bisnis secara berkelanjutan dengan mendasarkan pada praktek penyelenggaraan yang sesuai dan terbaik.
  2. Menerapkan paket solusi yang terintegrasi untuk mendukung system yang aman, akurat dan handal.
  3. Memastikan diterimanya perubahan oleh pemangku kepentingan dan memberikan solusi lengkap terhadap dampak perubahan.
Untuk mendukung visi dan misi SPAN, mottonya adalah
“dengan SPAN banyak hal bisa diselesaikan”.

3. Keunggulan SPAN.

Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) merupakan sistem yang mengintegrasikan data dari siklus pengelolaan keuangan Negara (mulai dari penyusunan anggaran sampai dengan pelaporan) secara online yang akan membawa perubahan terhadap prosedur kerja, sistem aplikasi yang dipergunakan dan organisasi kearah yang lebih baik.  Definisi SPAN dapat diuraikan :
a.   Integrasi data. Data yang ada di SPAN merupakan satu-satunya data yang dipergunakan untuk berbagai kebutuhan.  Data hanya dilakukan satu kali entry dan data yang terkumpul secara terpusat.
b.   Secara online. Siapa pun yang memiliki akses terhadap data tersebut dapat mengambil data tersebut dari mana pun, asalkan bisa terhubung dengan internet.
c.   Perubahan prosedur kerja
d.   Adanya penyempurnaan prosedur kerja.
e.   Perubahan system aplikasi
f.    Adanya penyempurnaan sistem aplikasi.
g.   Perubahan organisasi
Adanya penyempurnaan organisasi, baik secara struktur maupun sumber daya manusia (SDM).

4. Pilar SPAN

Terdapat 3 (tiga) pilar dalam pengembangan SPAN, yaitu :
a. Penyempurnaan Proses Bisnis (BPI) Penelahaan dan perbaikan Treasury Model yang mengacu pada best practices dan kekhasan pada Kementrian Keuangan. BPI bertujuan menyelaraskan antara bisnis proses di DJA dan di DJPBN sehingga menjadi landasan untuk pelaksanaan Commercial Of The Shelf (COTS) solution SPAN SPAN terdiri atas modul-modul yang dapat dikelompokkan dalam tiga proses yaitu :
1) Perencanaan Anggaran, yang terdiri atas Modul Penyusunan Anggaran (Budget Preparation)
2) Pelaksanaan Anggaran, yang terdiri atas : i.      Modul Manajemen DIPA (Management of Spending Authority) ii.     Modul Manajemen Komitmen (Commitment Management) iii.    Modul Manajemen Pembayaran (Payment Management) iv.    Modul Penerimaan Negara (Government Receipt ) v.     Modul Manajemen Kas (Cash
Management)
3) Akuntansi dan Pelaporan, terdiri atas : i.      Modul Buku Besar dan Bagan Akun Standar (General Ledger and Chart of Accounts) ii.     Modul Pelaporan (Reporting)
b. Teknologi Informasi (IT) Solusi COTS (Commercial Off The Shelf) menfasilitasi dan mengotomasi implementasi Trasury Model. Program aplikasi berbasis COTS adalah program aplikasi yang dibuat secara khusus oleh perusahaan penyedia software berdasarkan ‘best practices of business process’ pada bidang bersangkutan, sehingga program aplikasi tersebut dapat digunakan secara umum oleh semua institusi untuk menangani bidang bersangkutan.
c. Manajemen Perubahan dan Komunikasi (CMC) Mempersiapkan organisasi dan sumber daya manusia untuk menerima mindset dan cara kerja baru. Kegiatan manajemen perubahan dan komunikasi SPAN meliputi:
1.      Menganalisa dampak terhadap organisasi dan SDM yang diakibatkan perubahan dalam bisnis proses dan IT karena diterapkannya SPAN.
2.      Mengidentifikasi tingkat kesiapan dari organisasi (DJPBN, DJA dan Pusintek) serta K/L yang terpilih sebagai pilot project untuk menghadapi perubahan dalam tiap tahapan SPAN dan memastikan  persiapan yang diperlukan dilaksanakan.
3.     Meningkatkan kemampuan para agen perubahan melalui pelatihan.
4.     Mempersiapkan strategi pengelolaan perubahan dan komunikasi serta rencana kerja yang komprehensif.
5.     Mengidentifikasi risiko perubahan dan mempersiapkan rencana mitigasi terhadap kemungkinan risiko tersebut.
6.     Mempersiapkan pelatihan dan workshop yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan SPAN.
 

Tags: