JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Keuangan memproyeksikan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sampai dengan akhir tahun mencapai 94-96 persen. Penyerapan belanja modal diproyeksikan 80-85 persen. Hingga pekan lalu, penyerapan total APBN mencapai 55 persen.

Tiang-tiang proyek monorail yang mangkrak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/9). Tiang tersebut direncanakan akan digunakan oleh PT Adhi Karya untuk proyek kereta ringan (LRT) yang baru saja diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo.

Tiang-tiang proyek monorail yang mangkrak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/9). Tiang tersebut direncanakan akan digunakan oleh PT Adhi Karya untuk proyek kereta ringan (LRT) yang baru saja diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo. (Kompas/Raditya Helabumi)

”Sudah lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Secara nominal lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Bedanya di persentase yang lebih kecil karena sekarangpagunya lebih besar,” kataMenteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menjawab pertanyaanKompasdi Jakarta, Selasa (15/9).

Menurut Bambang, penyerapan anggaran yang dilakukan sejauh ini lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hanya memang karena waktu memulai penyerapannya lebih mundur dibandingkan tahun lalu, terutama karena perubahan nomenklatur di sejumlah kementerian, tingkat penyerapan belum optimal. Namun, setidaknya secara nominal angka penyerapan sudah lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara realisasi pendapatan negara sampai dengan pekan lalu, menurut Bambang, mencapai 51 persen. Ia memperkirakan realisasi penerimaan pajak sampai dengan akhir tahun kurang Rp 120 triliun dari target sekitar Rp 1.294 triliun.

Jika realisasi belanja sampai dengan akhir tahun diasumsikan 96 persen, yang tidak terserap adalah 4 persen atau sekitar Rp 80 triliun. Dengan proyeksi tersebut, pemerintah harus menambah utang sekitar Rp 40 triliun. Kementerian Keuangan menurut rencana tidak akan menambah utang melalui penerbitan Surat Berharga Negara, tetapi mengambil sumber pembiayaan multilateral dan bilateral.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan per 4 September, penyerapan anggaran kementerian dan lembaga negara di bawah Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan rata-rata 51,1 persen. Penyerapan anggaran kementerian dan lembaga negara di bawah Kementerian Koordinator Perekonomian rata-rata 34,7 persen.

Penyerapan anggaran kementerian dan lembaga negara di bawah Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan rata-rata 37,6 persen. Kementerian dan lembaga negara di bawah Kementerian Koordinator Kemaritiman merupakan yang terendah, yakni rata-rata baru 16,6 persen.

content

Konsumsi mulai naik

Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo secara terpisah menyatakan, konsumsi mulai meningkat pada semester II-2015. Berdasarkan survei BI, konsumsi semen, misalnya, meningkat tajam.

Sementara pada minggu pertama September, angka pertumbuhan kredit sudah 11 persen. Angka ini meningkat dibandingkan Juni yang baru mencapai 9 persen.

”Ini menunjukkan tren yang baik. Saya yakin, kalau tanggap, pengusaha bisa mengambil kesempatan ini. Untuk itu, kita harapkan paket September jilid I dan II akan konsisten mendorong investasi, kegiatan-kegiatan substitusi impor, dan kegiatan menciptakan lapangan kerja,” tutur Agus.

Sejumlah pejabat kementerian yang ditemui mengatakan, mereka terus melakukan percepatan penyerapan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, dibandingkan pagu anggaran 2014 sebesar Rp 15 triliun, pagu anggaran Kementan naik lebih dari 100 persen. Jika dibandingkan dengan pagu anggaran tahun 2014, realisasi lebih dari 80 persen.

Pekerja dalam pembangunan Jalan Tol Bekasi Cakung Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (12/9). Tol Becakayu akan dibangun sepanjang 21 kilometer dan dirancang untuk mengurai kemacetan di Jalan Raya Kalimalang yang terjadi tiap hari (Kompas/ Agus Susanto)

Pekerja dalam pembangunan Jalan Tol Bekasi Cakung Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (12/9). Tol Becakayu akan dibangun sepanjang 21 kilometer dan dirancang untuk mengurai kemacetan di Jalan Raya Kalimalang yang terjadi tiap hari (Kompas/ Agus Susanto)

Penyerapan anggaran yang paling rendah ada di Direktorat Jenderal Hortikultura, Perkebunan serta Peternakan dan Kesehatan Hewan yang anggarannya sudah dialokasikan ke daerah. Mentan optimistis realisasi anggaran bakal mencapai 90 persen pada akhir tahun.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata mengatakan, hingga 14 September, penyerapan anggaran yang dilakukan Kementerian Perhubungan sebesar Rp 11,78 triliun. Jumlah ini mencapai 18,13 persen dari total anggaran Rp 65 triliun. Namun, menurut Barata, walaupun penyerapan baru 18,13 persen, jumlah paket yang kontraknya telah ditandatangani sudah lebih dari 50 persen.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membentuk tim untuk mempercepat serapan anggaran dan mempercepat penyusunan dokumen lelang. Sekretaris Jenderal ESDM Teguh Pamuji mengatakan, sampai bulan ini, dari 2.200 paket lelang yang setara Rp 10,4 triliun untuk belanja modal kementerian, sekitar 60 persen yang sudah dilelangkan. Sebagian dari yang telah dilelangkan itu sudah terjadi tanda tangan kontrak.

Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Andha Fauzie Miraza mengemukakan, penyerapan terbesar anggaran KKP sejauh ini masih untuk gaji dan belanja aparatur. Meski demikian, belanja modal serta pengadaan barang dan jasa ditargetkan terserap optimal hingga awal Desember 2015. Pengadaan barang dan jasa lewat e-katalog telah berlangsung dan akan dibayarkan setelah barang diterima.

Ketua Ikatan Konsultan Indonesia DKI Jakarta Peter Frans mengatakan, seharusnya pemerintah belajar dari pengalaman sebelumnya. Selama ini, penyerapan anggaran rendah karena pembayaran terhadap kontraktor sangat lama.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Tony Prasetiantono menyambut baik penyerapan anggaran yang meningkat dalam sebulan terakhir. Menurut dia, hal itu masuk akal karena proses lelang bisa saja sudah dilakukan sebelumnya. Namun, dananya baru dicairkan dalam sebulan terakhir.

”Sebab, proses lelang, kan, lama. Mungkin saja ada swasta yang membiayai lebih dulu proyeknya sebelum diganti dananya oleh pemerintah,” kata Tony. Diperkirakan, pencairan dana proyek akan meningkat pada September hingga November. (CAS/MED/HEN/LKT/MAS/APO/LAS/ARN/IDR)

 

Tags: ,