Modul Manajemen Penerimaan menatausahaan penerimaan negara baik yang diterima melalui KPPN, Bank Indonesia, maupun penerimaan yang melalui Bank/Pos Persepsi (MPN dan MPN-G2). Selain itu juga mengelola penerimaan yang inputnya berasal dari Modul Pembayaran di SPAN, yang meliputi Penerimaan Potongan SPM, Pengembalian Pendapatan melalui SPM-KP/KC/PP, dan Penerimaan Pembiayaan melalui Penerbitan SP3 oleh KPPN Jakarta VI.

Modul Government Receipt terkoneksi dengan sistem MPN secara real time dan online (MPN-G2), telah mengakomodasi upload file dari sistem DMFAS (DJPU & Dit.SMI,DJPBN), serta mampu melakukan sinkronisasi dengan sistem BIG-eB (BI).

Pengguna modul ini adalah:

  • KPPN, terkait penerimaan potongan SPM, pengembalian pendapatan, dan penerimaan dari Bank/Pos Persepsi (MPN).
  • KPPN Jakarta VI, terkait pencatatan hutang dan penerimaan Surat Perintah Pengesahan/Pembukuan (SP3).
  • Dit. Pengelolaan Kas Negara (PKN), DJPB, terkait penerimaan dari BI dan dari Bank/Pos Persepsi (MPN-G2).
  • Dit. Sistem Manajemen Investasi (SMI), DJPB, terkait penerimaan penerusan pinjaman dan penerimaan kredit program.
  • Dit. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) , DJA, terkait penerimaan SDA, Migas, Non Migas dari Rekening di BI.
  • Ditjen Pengelolaan Utang, terkait penerimaan utang dan hibah luar negeri.

Beberapa perubahan atas proses bisnis yang terdapat pada modul ini adalah:

  • Terkait penerimaan dari BI: Penerimaan negara akan dicatat ketika masuk ke Rekening Pemerintah Lain (RPL).
  • Terkait Penerimaan dari MPN: Rekening koran disampaikan secara elektronik, dan terdapat sentralisasi penatausahaan penerimaan negara di KP DJPBN.
  • Terkait penerimaan dari KPPN: Proses rekonsiliasi data penerimaan dilakukan oleh sistem.

Pokok-pokok kebijakan yang diterapkan dalam modul ini:

  • Penerapan akuntansi akrual untuk transaksi penerimaan negara.
  • Sentralisasi rekening kas negara terkait penerimaan negara melalui MPN.
  • SPAN akan menjadi sumber data (feeder) bagi unit lain yang membutuhkan.
  • Penerimaan yang melalui KPPN akan mendapatkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) yang dihasilkan oleh SPAN.
  • Pendapatan dari perpajakan akan dicatat menurut KPP tempat Wajib Pajak terdaftar.
  • Pencatatan penerimaan melalui Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) dicatat sebagai penerimaan yang ditangguhkan.
  • MPN-G2 sebagai feeder untuk SPAN terkait penerimaan persepsi.

Pelaksanaan pada pihak-pihak terkait dalam modul ini:

  • Pelaksanaan pada Dit. SMI.
    • Subdit VSAP: Menatausahakan penerusan pinjaman dari mulai terjadinya piutang negara sampai dengan proses penagihan ke debitur serta pembuatan laporan.
    • Subdit Kredit Program: Menatausahakan penerimaan yang berasal dari penyaluran Kredit Usaha Kecil Mikro (KUKM).
      Pelaksanaan pada KPPN Jakarta VI.
    • Middle Office: Menerima data Withdrawal Application (WA) dan NOD dari Front Office untuk selanjutnya melakukan proses SP3.
    • Back Office: Upload SP3 ke SPAN untuk dicatat sebagai data penerimaan pembiayaan.
  • Pelaksanaan pada DJA.
    • Direktorat PNBP: Menerima informasi dari Dit. PKN, DJPB atas PNBP (setoran Migas, Panas Bumi, dan SDA) yang diterima, serta melakukan reklasifikasi jurnal dari penerimaan yang ditangguhkan serta meneruskannya melalui Surat Permintaan Pemindahbukuan kepada Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q Direktorat PKN.
  • Pelaksanaan pada DJPU:
    • Menerima NOD dari pihak Lender dan kemudian memproses menjadi Surat Perintah Pembukuan Penarikan PHLN (SP4HLN).
    • Melakukan upload file ADK dari aplikasi DMFAS ke SPAN.
    • Meneruskan ke KPPN Jakarta VI sebagai dasar penerbitan SP3.
  • Pelaksanaan pada Dit. PKN.
    • Subdit Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi (RPLBI): Menerima rekening koran dari BI terkait SDA Migas, Panas Bumi (termasuk PBB Migas dan PPh Migas) dan SDA Non Migas serta penerimaan di Rekening Dana Investasi/Rekening Pemerintah Daerah; Menerima setoran pengembalian penerusan pinjaman.
    • Subdit Rekening Pinjaman dan Hibah (RPH): Menerima data NOD dari DJPU (penerimaan pembiayaan), menerima data SP3 dari KPPN Jakarta VI, serta penerimaan melalui reksus.
    • Subdit Penerimaan Negara (PN): Menerima data transaksi setoran yang melalui Bank/Pos Persepsi (MPN-G2) termasuk setoran dalam valuta asing.
    • Subdit Rekening Kas Negara (RKN): Mengelola penerimaan PFK, dan menatausahakan informasi arus kas.
    • Subdit Rekening Kas Umum Negara (RKUN): Pencatatan penerimaan pada Rekening SUN dan pencatatan penerimaan laba BUMN dan penerimaan dari Program Loan.

Pelaksanaan pada KPPN.

  • Front Office: Menerima data file ADK dari Bank/Pos Persepsi (MPN) dan selanjutnya melakukan upload ke SPAN; serta menerima SPM dari satker terkait potongan SPM dan pengembalian pendapatan.
  • Middle Office: Melakukan pemrosesan SP2D dan rekonsiliasi data MPN, serta penerimaan atas retur SP2D.
  • Back Office: Menatausahakan penerimaan yang berasal dari potongan SPM (pajak, PNBP, pengembalian sisa UP, penerimaan PFK, dan pengembalian belanja), serta yang berasal pengembalian pendapatan.
 

Tags: