Manajemen komitmen merupakan serangkaian aktivitas dalam pengelolaan keuangan negara yang meliputi identifikasi, registrasi, dan validasi data perikatan dalam rangka pelaksanaan APBN, terutama terkait dengan data kontrak, yang ditujukan untuk mendukung pengelolaan data pagu, perencanaan kas, dan referensi dalam pelaksanaan pembayaran atas beban APBN. Manajemen komitmen dalam SPAN meliputi dua modul yang terkait dengan modul-modul lain, misalnya Modul Manajemen DIPA, Modul Manajemen Pembayaran, dan Modul Manajemen Kas, yaitu: Modul Manajemen Supplier dan Modul Komitmen/Kontrak.

Modul Manajemen Supplier

Supplier merupakan pihak yang menerima pembayaran dari APBN. Dalam mekanisme SPAN, supplier baru didaftarkan terlebih dahulu oleh satuan kerja (satker) melalui aplikasi satker ke KPPN. Supplier yang telah didaftarkan akan melewati tahapan validasi, verifikasi, dan persetujuan. Hasil dari proses tersebut adalah Nomor Register Supplier (NRS). NRS yang telah terbentuk akan dikirimkan ke satker oleh KPPN sebagai bahan up-date informasi pada database aplikasi satker.

Modul Manajemen Supplier SPAN mengklasifikasikan penerima pembayaran menjadi beberapa tipe, yaitu:

  • Satker: digunakan untuk transaksi UP dan TUP.
  • Penyedia barang dan jasa : transaksi dengan pihak ke-3 (vendor).
  • Pegawai: transaksi terkait gaji.
  • BA 999: transaksi BA BUN.
  • Transfer daerah: transaksi dana perimbangan.
  • Penerusan pinjaman: transaksi penerusan pinjaman Pemda/BUMN dan transaksi dengan banyak penerima.
  • Lain-lain: transaksi pengesahan, pengembalian belanja, dsb.

Modul Manajemen Komitmen/Kontrak

Proses bisnis manajemen komitmen dalam SPAN meliputi pencatatan data kontrak, sebagai perikatan yang dibuat oleh satker dengan pihak ketiga dalam rangka pelaksanaan APBN. Dalam SPAN dikenal 3 tipe kontrak, yaitu:

  • Kontrak tahunan.
  • Kontrak tahun jamak (multi years).
  • Komitmen tahunan kontrak tahun jamak (release multi years).

Satker diwajibkan segera mendaftarkan data kontrak baru ke KPPN setelah kontrak dibuat. KPPN melakukan validasi, verifikasi, dan persetujuan atas data kontrak yang dikirimkan oleh satker. Data yang berhasil melalui proses tersebut akan mendapatkan Nomor Register Kontrak (NRK). NRK tersebut akan digunakan satker sebagai referensi untuk membuat dokumen selanjutnya terkait proses bisnis Modul Manajemen Pembayaran pada aplikasi satker.

Data kontrak yang telah divalidasi melalui SPAN digunakan untuk proses pencadangan pagu DIPA. Aktivitas ini dilakukan dengan mengacu pada nilai/total kontrak yang didaftarkan. Pagu DIPA yang telah dicadangkan dan akan digunakan untuk pelunasan perikatan tertentu tidak dapat digunakan untuk mendanai kontrak atau kegiatan lain. Informasi rencana pelunasan (angsuran) dalam data kontrak yang telah didaftarkan digunakan sebagai salah satu input bagi BUN untuk aktivitas perencanaan kas. NRK yang dihasilkan dari proses pendaftaran data kontrak ini berguna sebagai referensi untuk pelaksanaan proses bisnis pembayaran dalam SPAN. Mekanisme ini dapat meningkatkan ketepatan dan kecepatan dalam proses pembayaran.

 

Tags: