Perencanaan kas pemerintah didefinisikan sebagai kegiatan memperkirakan penerimaan dan pengeluaran kas pada waktu tertentu untuk mengetahui kemungkinan terjadinya missmatch sehingga dapat dilakukan tindakan yang sesuai untuk menindaklanjutinya. Modul Manajemen Kas merupakan sistem terintegrasi dalam database SPAN yang data-data sumbernya berasal dari manajemen-manajemen lain yang digunakan sebagai dasar bagi manajemen kas untuk melakukan transaksi dan pelaporan. Data-data yang digunakan antara lain dari Manajemen DIPA (Hal III DIPA), Manajemen Komitmen (resume kontrak), Manajemen Pembayaran (resume tagihan), dan Manajemen Penerimaan (MPN). Lingkup kerja dari Manajemen Kas dalam SPAN terbagi menjadi beberapa aktivitas antara lain:

  • Perencanaan Kas
  • Manajemen Rekening
  • Rekonsiliasi Bank
  • Pelaporan

Secara sederhana, perencanaan kas dalam SPAN didapatkan dari koneksitas berbagai modul, yaitu:

  • Halaman III DIPA sebagai dasar Rencana Penarikan Dana (RPD) tahunan melalui Modul Manajemen DIPA. Data RPD ini akan ter-update oleh Modul Manajemen Kas secara otomatis berdasarkan realisasi pembayaran dari Modul Pembayaran.
  • Penyampaian jadwal pembayaran yang melekat pada resume kontrak akan menjadi input bagi sistem SPAN melalui Modul Manajemen Komitmen dan digunakan oleh Modul Manajemen Kas sebagai informasi perkiraan penarikan terjadwal.
  • Penyampaian termin pembayaran yang melekat pada resume tagihan akan menjadi input bagi sistem SPAN melalui Modul Pembayaran dan digunakan sebagai perencanaan kas jangka pendek.
  • Surat Perintah Membayar (SPM) yang kemudian menjadi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang valid akan digunakan SPAN sebagai penyedia kebutuhan dana harian atau pengganti mekanisme e-kirana saat ini.
  • CPIN (Cash Planning Information Network) digunakan untuk perencanaan kas di luar SPAN yang mencakup unit eselon I di Kementerian Keuangan seperti DJPU, DJP, DJBC, DJPK, DJKN, DJPB, dan DJA.

Beberapa penyempurnaan proses bisnis pembayaran tagihan dalam SPAN antara lain adalah:

  • Halaman III DIPA menjadi landasan awal perencanaan kas kemudian seiring berjalannya waktu Halaman III DIPA ini akan di-update berdasar informasi perikatan penerbitan SPM dan realisasi pembayaran (SP2D).
  • Perencanaan kas merupakan aktivitas yang interdependen dengan aktivitas lainnya yang berarti adanya saling ketergantungan antar berbagai aktivitas yang ada.
  • Perencanaan kas didukung dengan sistem informasi yang terintegrasi pada fungsi keuangan lainnya.
  • Perencanaan kas juga mendukung implementasi basis akrual dalam akuntansi pemerintah.
  • Perencanaan kas juga terintegrasi dengan fungsi budget control.
 

Tags: