Modul Manajemen DIPA adalah salah satu komponen SPAN yang menjadi standar pelaksanaan manajemen DIPA di  DJPB agar pelaksanaan anggaran dapat berjalan dengan baik. DIPA merupakan dokumen pelaksanaan anggaran. Dalam hal ini, manajemen DIPA berfokus pada tahap otorisasi dan pengalokasian.

Dalam Modul Manajemen DIPA, terdapat beberapa perubahan, seperti penggantian DNA dengan jurnal appropriasi yang menggunakan aplikasi SPAN, penghapusan SKPA (digantikan dengan revisi DIPA), dan penambahan dua proses bisnis baru yaitu validasi DIPA Vote On Account (VoA) dan pemberlakuan cash limit.

Dengan adanya integrasi database, data SP RKAKL yang disahkan oleh DJA akan langsung dapat diakses oleh Direktorat Pelaksanaan Anggaran (Dit. PA) DJPB dan data DIPA yang disahkan Dit. PA/Kanwil DJPB akan langsung dapat digunakan oleh modul lainnya (misalnya KPPN untuk keperluan kontrol pencairan dana). Aplikasi yang digunakan oleh manajemen DIPA juga mampu mengerjakan validasi DIPA, memberikan notifikasi, menyediakan tombol approve untuk persetujuan, serta menyediakan mekanisme untuk keperluan audit trail dan monitoring.

Beberapa kebijakan yang diimplementasikan dalam modul ini antara lain:

DIPA Vote On Account (VoA)

Vote On Account ialah suatu mekanisme penerbitan DIPA tanpa didahului persetujuan APBN oleh DPR. Mekanisme ini hanya boleh dijalankan apabila sampai batas waktu tertentu DPR belum menyetujui APBN yang diajukan pemerintah. Penerapan VoA dimaksudkan untuk menjamin tetap terselenggaranya kegiatan pemerintah.

Cash Limit

Cash limit dilakukan saat pemerintah kekurangan kas dan tidak bisa dipenuhi secara cepat yang dilakukan dengan membatasi jumlah dana yang dapat dicairkan tetapi tidak mengurangi pagu anggaran.

Carry Forward

Carry forward (DIPA lanjutan) dapat dilakukan karena beberapa program/kegiatan dapat dilanjutkan baik alokasi dana, kegiatan, ataupun keduanya ke tahun anggaran berikutnya. Penerapan carry forward pada dasarnya dibagi tiga yaitu:

  • Carry  Forward dengan Fund Only
    Carry forward yang dilakukan dengan menggeser alokasi yang belum habis pada tahun anggaran tertentu akan dilanjutkan pelaksanaan kegiatannya pada tahun anggaran berikutnya.
  • Carry Forward dengan Encumbrance and Fund Availability
    Penerapan metode ini dilakukan dengan membawa kegiatan yang telah dikontrakkan kepada pihak ketiga beserta alokasi dananya ke tahun yang akan datang.
  • Carry Forward dengan Encumbrance only
    Kegiatan tahun anggaran yang lalu dilanjutkan ke tahun anggaran berikutnya tetapi tidak menggunakan dana tahun anggaran yang lalu, sehingga sisa alokasi dana tahun lalu tidak dibawa untuk menambah pagu DIPA tahun yang akan datang.

 

Tags: