Menteri Keuangan Kabinet Kerja 2014-2019, Bambang Brodjonegoro

Menteri Keuangan Kabinet Kerja 2014-2019,  Bambang Brodjonegoro

Hari ini, Senin (27/10/2014) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dilantik sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Sementara itu, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Mardiasmo diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Bambang Brodjonegoro telah lebih dulu dikenal sebagai sebagai Wakil Menteri Keuangan Indonesia era Kabinet Indonesia Bersatu II pada masa kepemimpinan SBY. Sebelumnya, Bambang sempat menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.

Pria kelahiran 3 Oktober 1966 ini menyelesaikan pendidikan formal tingkat Strata 1 di Fakultas Ekonomi,Universitas Indonesia pada 1990. Konsentrasi bidang studi yang ditekuni adalah Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional.

Setahun berikutnya, Brodjonegoro melanjutkan pendidikan formal tingkat magister (1991-1993) pada University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat, sekaligus melanjutkan program doktoral di universitas yang sama hingga 1995.

Bambang Brodjonegoro dikenal baik di dalam maupun di luar kalangan akademik. Sebagai akademisi, kariernya dimulai sebagai staf pengajar di FE – UI hingga merangkak naik menjadi Ketua Jurusan Ekonomi hingga Dekan Fakultas Ekonomi, UI.

Kepakaran dan keluasan pengalaman di bidang ekonomi, khususnya terkait desentralisasi wilayah, membuat Brodjonegoro sering diundang sebagai dosen atau guru besar tamu bagi banyak universitas di dalam dan luar negeri.

Di luar dunia akademik, nama Bambang Brodjonegoro juga dikenal mulai dari tingkat pasar modal hingga pemerintahan. Pria yang juga aktif dalam berbagai organisasi sosial ini sangat tidak asing dengan banyak Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) seperti PT. PLN, PT. Antam PT. Telkom, dan lain-lain.

Kepakarannya dalam bidang Ekonomi Pembangunan, khususnya wilayah perkotaan, membuat banyak perusahaan dan lembaga pemerintah memberi kepercayaan untuk duduk sebagai dewan komisionaris dan atau konsultan independen.

Bambang Brodjonegoro sempat diberikan penghargaan sebagai Visiting Research Fellow dari ISEAS-World Bank Research Fellowship Award. Selain itu, pria 48 tahun itu juga menerima penghargaan Eisenhower Fellow guna mendalami masalahdesentralisasi di Amerika Serikat.

Tidak sulit menerka buah pikiran Bambang mengenai ekonomi Indonesia. Selain menjabat posisi karier dalam Kementerian Keuangan, Bambang juga seorang pengajar yang kerap membagi pikirannya.

Dalam keynote speech-nya akhir September lalu, Bambang sempat mengungkapkan bahwa pemerintahan baru di bawah Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, punya pekerjaan rumah penting. Pekerjaan tersebut adalah memelihara inflasi dan mengurangi defisit neraca berjalan. Tentu saja, berdasarkan ujarannya ini, publik bisa mengira-ngira sepak terjangnya nanti.

“Kita harus membuat inflasi kita jadi 2 atau 3 persen. Karena, inflasi sangat penting untuk membuat pertumbuhan kita relatif stabil,” ujar Bambang di Jakarta, Selasa (23/9/2014).

Kala itu, Bambang juga mengungkapkan pentingnya meningkatkan ekspor dan menekan impor. “Defisit neraca berjalan harus dikurangi. Tapi tentu ini lebih mudah diucapkan ketimbang dijalankan. Indonesia harus meningkatkan ekspor dan menekan impor. Kedua, defisit anggaran. Kita beruntung punya hukum yang membatasi sampai tiga persen. Tapi, kalau mendekati itu, sudah butuh banyak financing,” pungkasnya.

Setelah acara pelantikan, dilakukan penandatanganan serah terima jabatan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri kepada Menkeu yang baru, Bambang P.S. Brodjonegoro. Upacara serah terima jabatan berlangsung di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta.Penandatanganan serah terima jabatan menkeu

Selain itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan serah terima jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Pada kesempatan tersebut, mantan Wamenkeu I Anny Ratnawati dan mantan Wamenkeu II Bambang P.S. Brodjonegoro melakukan penandatanganan serah terima jabatan kepada Wamenkeu yang baru, Mardiasmo.

 

 

 

Tags: