Pelantikan 7 Eselon I Kemenkeu

Pelantikan 7 Eselon I Kemenkeu

Jakarta -Sore ini , Direktorat Jenderal Perbendaharaan secara resmi dipimpin oleh Marwanto Harjowiryono yang sebelumnya merupakan Dirjen Perimbangan Keuangan.  Sementara itu Budiarso Teguh Widodo yang sebelumnya merupakan Pejabat Pelaksana tugas Dirjen Perbendaharaan di lantik menjadi Dirjen Perimbangan Keuangan yang baru. Menteri Keuangan Chatib Basri melantik 7 pejabat eselon I Kementerian Keuangan. Dari jumlah itu, 4 orang memiliki posisi Direktur Jenderal (Dirjen) dan 3 orang adalah Staf Ahli Menteri Keuangan.

Chatib mengatakan, pelantikan ini merupakan hadiah bagi proses penantian yang sudah lama dilakukan. Melalui Keputusan Presiden (Keppres) yang dikeluarkan tadi pagi, sore ini langsung dilakukan pelantikan.

“Saya tahu, bagi sebagian saudara mungkin proses penantian, seperti Pak Robert (Dirjen Pengelolaan Utang) ini lebih dari 1 tahun. Juga hampir saya katakan, sudah praktis melakukan pekerjaan pejabat eselon I dari beberapa bulan lalu. Seperti Pak Askolani (Dirjen Anggaran), Pak Budiarso (Dirjen Perbendaharaan),” ungkap Chatib dalam pidatonya, di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Rabu (27/11/2013).

Berikut daftar lengkap pejabat eselon I Kemenkeu yang dilantik:

  1. Askolani – Dirjen Anggaran
  2. Robert Pakpahan – Dirjen Pengelolaan Utang
  3. Budiarso Teguh Widodo – Dirjen Perimbangan Keuangan – sebelumnya Plt Dirjen Perbendaharaan
  4. Marwanto Harjowiryono – Dirjen Perbendaharaan – sebelumnya Dirjen Perimbangan Keuangan

Selain itu, ada juga 3 orang staf ahli pendamping Chatib Basri yang dilantik. Mereka adalah:

  1. Isa Rahmawarta – Staf ahli bidang kebijakan dan regulasi jasa keuangan
  2. Andi Hadiyanto – Staf ahli bidang makro ekonomi dan keuangan internasional
  3. Purwiyanto – Staf ahli bidang pengeluaran negara.

“Buat saya secara pribadi, ini adalah hari besar karena ada 7 orang eselon I dari Kemenkeu yang dilantik hari ini. Ini adalah event yang luar biasa dalam pelantikan,” ungkap Chatib.
Chatib menuturkan, sekarang bukan waktu yang menyenangkan untuk menerima jabatan tersebut. Karena ekonomi yang masih bergejolak menjadikan tugas menjadi tidak sederhana.

“Saya tahu yang dihadapi oleh saudara kedepan, adalah situasi yang jauh tidak lebih mudah atau tidak sederhana,” ungkap Chatib.

Ia menyampaikan beberapa pesan kepada satu per satu untuk pejabat yang dilantik. Pertama adalah Dirjen Anggaran Askolani. Chatib mengatakan situasi global begitu cepat berubah, sehingga dibutuhkan perencanaan yang di luar kapasitas normal

“Jadi saya minta ini menjadi situasi yang siaga, perubahan asumsi makro terjadi setiap waktu. Sehinga pengelolaan harus di luar kapasitas normal,” ujarnya.

“Tahun 2014 adalah tahun pemilu yang mmbuat proses ini harus extra hati-hati. Ini bukan periode yang menyenangkan untuk menjadi Dirjen Anggaran,” sambung Chatib.

Kemudian untuk Dirjen Perbendaharaan Marwanto, Chatib meminta untuk lebih cepat beradaptasi dengan sistem accual base. Ini merupakan sistem baru yang harus dimulai sejak tahun 2014.

Dirjen Perbendaharaan - Marwanto Harjowiryono

Dirjen Perbendaharaan – Marwanto Harjowiryono

“Proses ini tidak mudah karena seluruh K/L (Kementerian/Lembaga) harus melakukan transformasi dari sistem ini. Ada 60 ribu pihak yang terkait untuk training, oleh tidak hanya kemenkeu tapi juga kementerian lain,” ucapnya.

Dirjen Perimbangan Keuangan Budiarso diharapkan agar lebih sensitif dalam mengelola transfer ke daerah. Karena ini terus menjadi isu sentral setiap tahunnya. Apalagi jelang tahun politik 2014.

“Reward dan penalty yang kita punya terbatas. Maka itu kita lakukan porses untuk ini sebaik mungkin, isu keadilan akan tetap selalu mengemuka. Soal pembagian, formula. Ini bukanlah era yang mudah. Dalam pengeluaran negara, kita berhadapan dengan situasi dengan perubahan yang praktis dalam tahun ini akan ada pekerjaan yang jauh lenih rumit,” paparnya.

Sementara Dirjen Pengelolaan Utang Robert Pakpahan harus dapat membuat kebijakan yang handal. Kondisi tahun depan jangan pernah dibayangkan seperti tahun 2011 dan 2012.

 

Tags: ,