Manajemen Kas adalah bagian dari rangkaian proses bisnis SPAN

MANAJEMEN KAS

1. Pengertian dan Konsep Dasar

Manajemen kas pada SPAN yang merupakan sistem terintegrasi dengan konsep database tunggal sehingga data-data dari modul-modul lain seperti terlihat pada gambar diatas dapat dijadikan dasar bagi manajemen kas untuk melakukan transaksi dan pelaporan. Data dari manajemen DIPA (Management of Spending Authority), manajemen komitmen (Budget Commitment), manajemen pembayaran (Payment Management), dan manajemen penerimaan negara (Government Receipt) merupakan sumber data bagi manajemen kas untuk transaksi maupun pelaporan.

2. Proses Bisnis Manajemen Kas

Skenario dasar pada modul manajemen kas SPAN, antara lain:

a. Pencatatan rekening baru (entry new bank account)

Proses tersebut dilakukan untuk registrasi rekening bank yang akan dilakukan untuk transaksi. Proses registrasi bank dilakukan secara terpusat di Direktorat PKN mengingat adanya konsep kombinasi BAS (segment bank, akun kas) untuk manajemen kas pada SPAN.

Setiap rekening bank yang didaftarkan pada SPAN kedalam segment bank yang disesuaikan/diwakili menjadi lima digit (digit 1 untuk tipe rekening, 4 digit berikutnya merupakan nomor urut).

 

Berikut adalah kombinasi BAS dalam SPAN :

 Kombinasi BAS dalam SPAN

b. Transfer antar rekening (bank account transfer)

Transfer antar rekening dapat dilakukan oleh KPPN maupun Direktorat PKN sesuai dengan user login masing-masing. User login tersebut juga berguna untuk mengakses SPAN sesuai  responsibility yang telah ditetapkan, dan juga dapat digunakan sebagai audit trail.

 

c. Rekonsiliasi bank secara otomatis (auto reconcile)

Rekonsiliasi bank digunakan untuk mencocokkan data yang ada pada SPAN dengan transaksi yang ada di bank (ADK rekening koran bank). Proses rekonsiliasi dilakukan secara harian oleh sistem dan terjadwal. ADK rekening koran yang diterima dari bank harus sesuai dengan requirement SPAN, sehingga proses otomatis tersebut dapat berjalan lancar.

 

d. Rekonsiliasi bank secara manual (manual reconcile)

Proses rekonsiliasi bank secara manual dilakukan jika ada perbedaan antara transaksi yang ada di SPAN dengan ADK rekening koran bank, dan juga pada rekening yang bersifat dummy seperti rekening transito untuk BLU, dll.

 

e. Non-aktifasi rekening (closing existing bank account)

Proses tersebut dilakukan untuk menutup rekening yang sudah tidak aktif, sehingga tidak dapat digunakan untuk transaksi.

 

f. Perencanaan kas (cash forecasting)

Perencanaan kas pada SPAN didasarkan pada data atau transaksi yang terjadi pada modul lain, sehingga dapat diketahui berapa kebutuhan kas secara harian, mingguan, dan bulanan. Jenis-jenis laporan perencanaan kas pada SPAN:

1) Laporan Perencanaan Pengeluaran Kas Harian

2) Laporan Perencanaan Pengeluaran Kas Mingguan

3) Laporan Perencanaan Kas Bulanan

4) Laporan Perencanaan Kas Bulanan BUN berdasarkan AFP

5) Laporan Monitoring Ketersediaan Pagu DIPA

6) Laporan Perencanaan Pendapatan Bulanan

 

Salah satu konsep usulan penyempurnaan proses bisnis yang terdapat pada manajemen kas SPAN adalah sentralisasi rekening pengeluaran untuk menggantikan Bank Operasional I. Dengan konsep tersebut, proses settlement untuk pihak
ketiga langsung dilakukan oleh bank yang sama dengan rekening penerima. Dana akan ditransfer dari RKUN ke RPK BUN-P, yang kemudian ditransfer overbooking kepada pihak ketiga pada bank yang sama, sehingga mengurangi lalu lintas SKN atau RTGS antar bank. Hal tersebut juga dapat mengurangi retur, mengingat proses settlement hanya menggunakan proses overbooking seperti pada gambar dibawah ini

Sentralisasi Rekening Pengeluaran

 

Tags: