http://s3.amazonaws.com/moon-zoo-keeper/266/large/solar_eclipse_low.jpg?1266957170Pemburu gerhana bersiap-siap menyambut Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada 9 Maret 2016 di Indonesia. Fenomena alam ini sangat jarang terjadi. Sehingga tak heran diburu oleh ilmuwan maupun masyarakat umum.

Wisata gerhana menjadi hal lazim di dunia pariwisata, terutama luar negeri. Ada banyak agen perjalanan wisata yang menawarkan tur gerhana matahari, walaupun masih didominasi agen perjalanan asing.

“Kami mengajak orang Indonesia aware dengan Gerhana Matahari Total 2016. Kami mengundang beberapa daerah yang dilalui seperti Palu, Balikpapan, Bengkulu, Ternate, dan juga Kementerian Pariwisata,” ungkap CEO PATA Indonesia Chapter (PIC) Poernomo Siswoprasetijo, pada konferensi pers dan seminar “Discover Indonesia’s Solar Eclipse 2016”, di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

GMT diperkirakan dapat disaksikan di sejumlah kota seperti Palembang, Palangkaraya, Palu, dan Halmahera. Kejadian GMT ini diprediksi akan menarik minat bukan saja masyarakat umum melainkan juga masyarakat imilah dari dalam dan luar negeri. Sebab, seperti diungkapkan Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Prof Dr Thomas Djamaluddin pada 24 April 2014 saat mengumumkan GMT yang akan terjadi tersebut, peristiwa langka ini belum dapat disaksikan kembali dalam 40 tahun ke depan.

Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), menyatakan pada gerhana matahari total Maret 2016 banyak wisatawan mancanegara yang telah menyampaikan minatnya datang ke Ternate, termasuk Putri Raja Thailand.

“Memang Putri Raja Thailand berniat berkunjung ke Ternate dan ini disampaikan Duta Besar (Dubes) Negara Thailand HE Mr Paskorn Siriyaphan saat pertemuan dengan Pemkot Ternate,” kata Wakil Wali Kota Ternate Arifin Djafar di Ternate, Selasa (7/7).

Arifin Djafar menyatakan, kunjungan HE Mr Paskorn Siriyaphan di Kota Ternate untuk mengkomunikasikan dengan Pemkot Ternate menyangkut rencana kedatangan Putri Raja Thailand, untuk mengamati fenomena alam yang langka ini, rencana pada bulan Maret tahun depan.

“Kunjungan Dubes Thailand ini untuk mengkomunikasikan dengan Pemkot Ternate, Karena diminta kita untuk bisa membantu menyiapkan kedatangan tuan putri atau anak dari Raja Thailand,” ujarnya.

Selain itu, Dubes juga menyampaikan permintaan Putri kepada Pemkot Ternate, agar dapat memfasilitasi untuk berkunjung ke Keraton Kesultanan Ternate dan Tidore.

Berdasarkan pembagian survei yang telah dilakukan, terdapat beberapa spot yang nantinya dijadikan sebagai pusat pengamatan fenomena gerhana matahari total diantarannya, Keraton Kesultanan Ternate sekitar 40 orang dari Negara Amerika.

Begitu pula, untuk Spot Benteng Oranje akan ditempati orang Inggris dan Gelora Kieraha ditempatkan yang lain, ada 10 spot yang sudah dipersiapkan serta Benteng Kalamata.

“Tamu dari Kerajaan Thailand, kata Arifin, berjumlah sekitar 30 orang. Namun dari data yang diterima, total wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Ternate berasal dari 12 Negara.

“Saya belum dapat data riilnya, tapi yang sudah daftar saat ini sekitar hampir 1.000-an, terdiri dari 12 negara termasuk Thailand yang ingin berkunjung ke Kota Ternate,” katanya.

Kota Ternate yang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia memiliki budaya dan sejarah yang patut dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, karena dengan kota yang kecil memiliki puluhan situs sejarah berupa benteng peninggalan kolonial.

Selain Putri Thailand, beberpa ahli astronomi dalam maupun luar negeri telah menyampaikan niatnya untuk menyambangi Pulau Moti dan Halmahera sebab GMT akan terlihat jelas di kawasan tersebut. Hingga saat ini, beberapa kamar hotel terkemuka di Kota Ternate telah habis dibooking untuk kunjungan Maret 2016 oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.