SPAN sebagai sistem aplikasi keuangan negara yang handal dan terintegrasi, tidak hanya mengedepankan pengembangan sistem aplikasi. SPAN juga didukung oleh infrastruktur IT yang tangguh untuk mendukung intensitas komunikasi yang tinggi dari seluruh stakeholder, baik kantor pusat Kementerian Keuangan, kantor vertikal di seluruh Indonesia, dan pihak ketiga termasuk perbankan. Berikut beberapa komponen infrastruktur IT SPAN:

Infrastruktur pada Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center SPAN

Data Center (DC) SPAN berfungsi sebagai pemroses dan penyimpan data utama dalam sistem. Jika server utama down karena bencana atau hal-hal yang tidak diinginkan, pemrosesan dan penyimpanan informasi dialihkan ke  Disaster Recovery Center (DRC). Berikut beberapa komponen pada DC dan DRC SPAN:

  • Server
    Server sebagai “komputer induk” dari sistem SPAN secara umum dibagi 3 sesuai fungsinya, meliputi:

    • Server Utama/Production merupakan server utama dalam implementasi SPAN, salah satunya yaitu server aplikasi EBS dan server hyperion.
    • Server pada DMZ (Demilitarized Zone) yaitu server yang sengaja disediakan agar dapat diakses oleh pihak di luar SPAN, seperti server interface untuk interkoneksi perbankan dan SAKTI.
    • Server Development, yaitu server yang berfungsi sebagai tempat pengujian, seperti server test aplikasi EBS Module, dan Server Test Oracle Database.
  • Perangkat Security
    Pengamanan data dan informasi pada DC dan DRC SPAN dilengkapi dengan hal-hal berikut, diantaranya:

    • Firewall, Bluecoat Web Filter, Anti SPAM sebagai perangkat pengamanan lalu lintas data internet dan intranet dengan komputer-komputer client,
    • Access Control Server, Access Concentrator, sebagai perangkat keamanan dan manajemen konektivitas data,
    • Vaccine Server,
    • Security Server.
  • Perangkat Jaringan/Network
    Selanjutnya, untuk perangkat jaringan pada DC dan DRC SPAN didukung oleh infrastruktur berikut:

    • Core Switch, dikenal juga dengan tandem switch atau backbone switch. Fungsinya sebagai switch inti berkapasitas besar.
    • Router, dimana berfungsi sebagai pengirim dan penerima paket data antar jaringan. Router SPAN terbagi menjadi:
    • Internet router untuk koneksi internet,
    • Intranet Router untuk koneksi ke kantor vertikal DJPB, dan
    • Metro Ethernet Router untuk koneksi dan sinkronisasi DC dengan DRC
  • Switch, untuk ruang lingkup jaringan yang lebih sempit dengan perangkat meliputi:
    • Workgroup Switch
    • Center Access Switch
    • L4 Switch
    • Wireless Controller
    • Cabling (Fiber Optic, UTP)
  • Perangkat Pendukung (Fit Out)
    Selain infrastruktur yang berhubungan langsung dengan kinerja sistem, terdapat pula infrastruktur pendukung sebagai kelengkapan DC dan DRC SPAN. Resiko-resiko bencana seperti mati listrik, penyusup, kebakaran dan banjir telah diperhitungkan dan diminimalisir dampaknya. Begikut infrastruktur pendukung tersebut meliputi:

    • Uninterupted Power Supply (UPS), sebagai perangkat backup power untuk server saat pasokan listrik utama terputus.
    • Computer Room Air Conditioning (CRAC), merupakan sistem pengatur suhu ruangan yang menjaga suhu ruangan server tetap stabil pada 70-74 derajat Fahrenheit plus minus 8 derajat dan humidity antara 45-60%.
    • Electricity Generator, sebagai perangkat backup power untuk server saat pasokan listrik utama terputus.
    • Fire Alarm System (Detection sensor and Extinguisher), termasuk sensor api, jaringan hidran, dan alat pemadam api untuk mengantisipasi resiko kebakaran
    • Intruder Alarm dan Security Access System, sebagai sistem keamanan mencegah resiko masuknya penyusup kedalam ruang server.

Semua perangkat pendukung tersebut telah terintegrasi dalam suatu Integrated Facility Management System (FMS) dan aktif selama 24 jam sehari selama setahun penuh.

Perangkat pada lingkup Kantor Pusat (MoF HQ)

Selain infrastruktur pada DC dan DRC, pada lingkup kantor pusat Kementerian Keuangan juga terdapat infrastruktur lain dalam lingkup yang lebih kecil. Ini berupa jaringan komputer client dan printer yang terdapat pada eselon 1, yaitu DJPB, DJA dan BA 999. Perangkat-perangkat tersebut dihubungkan dengan infrastruktur Wide Area Network (WAN) seperti Center Access Switch, Workgroup Switch, dan Wireless Access Point.

Perangkat pada lingkup Kantor Vertikal DJPB, yaitu Kanwil DJPB dan KPPN

Pada level yang lebih luas lagi, SPAN akan diakses dari seluruh Indonesia melalui kantor-kantor vertikal DJPB di daerah seperti Kanwil dan KPPN. Kantor-kantor ini tersebar di 30 provinsi se-Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan jumlah 30 Kanwil dan 177 KPPN. Beban kerjanya pun beragam. Karenanya, persebaran infrastrukturnya pun berbeda-beda. Berikut pembagiannya:
Kanwil dikategorikan menjadi:

  • Kanwil Large (Jakarta, Jateng, Jatim, Sumut) mendapat jatah 8 komputer dan 5 printer
  • Kanwil Medium (Jabar, Sumsel, dll) mendapat jatah 7 komputer 4 printer
  • Kanwil Small (Yogyakarta, Banten, dll) mendapat jatah 6 komputer 4 printer

KPPN dikategorikan menjadi:

  • KPPN Mega (Jakarta, kecuali jakarta VI) mendapat jatah 25 komputer 15 printer
  • KPPN Large (Banda Aceh, Padang, dll) mendapat jatah 15 komputer 10 printer
  • KPPN Medium (Tangerang, Bogor, dll) mendapat jatah 12 komputer 7 printer
  • KPPN Small (Karawang, Sumedang, dll) mendapat jatah 8 komputer 5 printer

Komputer-komputer tersebut nantinya akan terhubung dengan sistem SPAN melalui VPN. Selain dari itu, komputer tersebut tidak dapat terhubung dengan jaringan internet luar. Ini juga merupakan salah satu bentuk pengamanan untuk mengantisipi tindakan-tindakan hacking oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

 

Tags: