Jakarta, 01/06/2016 Kemenkeu – Wajib Pajak (WP) harus mulai bersiap dengan sistem pembayaran pajak dan bukan pajak elektronik atau e-billing system, yang mulai diterapkan per 1 Juli 2016. Dengan e-billing, semua pembayaran pajak & non pajak dilakukan dengan menggunakan kode billing berupa 15 digit kode angka yang diterbitkan melalui sistem billing. Dengan demikian setoran pajak menggunakan SSP/SSBP/SSPB sudah tidak berlaku lagi (hanya digunakan untuk potongan SPM).

Beberapa cara untuk mendapatkan kode billing adalah dengan melakukan registrasi melalui Surat Setoran Elektronik (SSE) pada tautan https://sse.pajak.go.id atau melalui handphone/tablet (lihat caranya disini)

Sementara itu, ada 66 Bank Persepsi yang sudah siap terima pembayaran pajak melalui e-Billing. Di antara ke-66 Bank Persepsi tersebut, terdapat pula Bank-Bank yang juga menyediakan saluran pembayaran dengan e-Billing melalui ATM, Internet Banking (IB), Mobile Banking (MB), serta Electronic Data Capture (EDC).

Untuk menghindari adanya kesalahan saat e-billing sudah diterapkan, WP diharapkan dapat mulai menggunakan e-billing sebelum 1 Juli 2016. Ini ditujukan agar kewajiban perpajakannya dapat tetap terpenuhi dan tanpa kendala, serta terhindar dari sanksi-sanksi perpajakan jika tidak memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai aturan yang berlaku.