Chatib Basri Sang Kemenkeu Baru

Chatib Basri Sang Kemenkeu Baru

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya secara resmi menunjuk Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), M Chatib Basri, sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru menggantikan Agus Martowardojo. Penunjukan ini dilakukan setelah presiden melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and porpert test) hari ini.

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan, portofolio menkeu adalah profesional dan bukan dari latar belakang partai politik.  Dasar pertimbangan Presiden, adalah integritas dan kapabilitas. Kapabilitas tersebut antara lain soal pemahaman tentang kebutuhan dan perkembangan kementerian keuangan dalam menjawab tantangan ke depan.

Pelantikan Menkeu baru tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa, 23 Mei 2013 di kantor Presiden, Jakarta.

Chatib Basri pernah bertugas sebagai staf khusus Menkeu, kemudian juga sebagai deputi menkeu saat tugas G-20,” kata Presiden SBY di Jakarta, Senin (20/5/2013).

Selain jabatan tersebut, SBY mengatakan, pengalaman Chatib sebagai Kepala BKPM serta Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional “Oleh karena itu, penugasan dan dedikasinya saya memandang Chatib Basri sebagai menteri keuangan,” kata SBY.

Sebelumnya, Chatib saat ditemui wartawan usai bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, mengakui dirinya diminta menghadap oleh Presiden terkait dengan beberapa penugasan yang akan diberikan. “Pertama saya diminta menjaga kebijakan fiskal yang hati-hati,” ujarnya.

Tugas lain yang diberikan presiden, lanjut Chatib Basri, adalah mengenai perlunya dibuat kebijakan fiskal yang cocok untuk investasi di masa mendatang.

“Bapak Presiden menyampaikan pada saya, walaupun kehati-hatian fiskal tetap diperlukan, tapi di sisi lain harus dibuat sebuah kebijakan fiskal atau insentif fiskal yang cocok dengan pertumbuhan investasi ke depan,” jelas Chatib Basri.

 

 Profil Chatib Basri

Chatib mengenyam pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1992. Ia melanjutkan studi di Australian National University, Canberra, Australia, untuk mendapatkan gelar masternya. Lima tahun kemudian, Chatib mendapatkan gelar PhD dalam bidang Ilmu Ekonomi dari universitas yang sama.

Tahun 1992, pria berkacamata ini, memulai karier sebagai peneliti pada Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI). Ia juga menjadi dosen di FE UI.

Pada periode 1997-2001, Chatib menjabat sebagai asisten peneliti di Departemen Ekonomi Australian National University.

Tahun 2005, Chatib menjadi anggota Advisory Team to The Indonesian National Team on International Trade Negotiation.
Ia juga pernah menjadi konsultan di sejumlah lembaga internasional, seperti Bank Dunia, USAID, AUSAID, OECD, hingga UNCTAD.

Sementara pada tahun 2010-2011, Chatib menjadi anggota High Level Trade Expert Group yang dipimpin oleh Jagdish Bhagwati dan Peter Sutherland.

Di dalam negeri, pria kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1965 ini, juga pernah menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan (2006-2010), kemudian anggota Komite Penanaman Modal Bidang Ekonomi di BKPM (2007-2008), Sherpa Indonesia untuk G-20 (2008), dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010). Chatib juga sempat menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN). Ia masih mengajar di FE UI.

Pendiri CReco Research Institute ini juga pernah menjadi komisaris di beberapa perusahaan publik antara lain  PT Astra International, PT Semen Gresik, Tbk, PT Astra Otoparts dan PT Indika Energy. Dari 2010-2012 Chatib menjadi Direktur non eksekutif independen Axiata Group Bhd. Ia juga anggota Regional Advisory Board  Toyota Motor Asia Pasifik.

Chatib telah menelurkan sejumlah artikel. Salah satu artikelnya adalah Ideas, Interest, and Oil Price: The Political Economy Trade Reform During Soeharto’s (World Economy). Ia pun menjadi salah satu penulis buku Indonesia Business in Indonesia: New Challenges, Old Problems.

 

Tags: ,