Asumsi dasar makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 disepakati Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan pemerintah. Dalam rapat kerja banggar dengan Menteri Keuangan M. Chatib Basri, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, yang berlangsung pada Rabu petang (23/10) Kesepakatan tersebut tercapai.

Pimpinan rapat, Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit mengatakan, terdapat sejumlah perubahan pada asumsi dasar makro dalam rapat panja (panitia kerja) , dengan perubahan meliputi asumsi pertumbuhan ekonomi adalah 6 % dari semula dalam RUU APBN 2014 adalah 6,4 %. “Selisih 0,4 %,” katanya.

Sementara itu, Laju inflasi meningkat dari usulan semula dalam RUU APBN 2014 yaitu 4,5 % menjadi 5,5 % . “Selisih 1 %,” jelasnya. Untuk nilai tukar rupiah telah disepakati menjadi Rp10.500 dari sebelumnya Rp9.750, serta harga minyak ICP yang mengalami perubahan dari sebelumnya 106 dolar AS per barel menjadi 105 dolar AS per barel .

Hal lain yang disepakati dan tidak mengalami perubahan antara lain tingkat suku bunga SPN 3 bulan yang masih tetap 5,5 %. Begitupula dengan lifting minyak dan gas disepakati tetap 2.110 per barel/hari. Untuk lifting minyak tetap 870 ribu barel per hari, dan lifting gas juga tidak ada perubahan yaitu 1.240 barel setara minyak per hari.

 

Tags: , ,