dukunAngka “7047” bagi SPAN bukan sembarang angka. Terdapat dua angka “7” yang mengapit kedua angka di tengah. Menurut berbagai sumber, banyak orang menyukai angka “7” dan banyak kalangan masyarakat “menyakralkan” angka ini.

Dalam tradisi budaya sebagian masyarakat kita, ada momen tertentu yang berhubungan dengan angka 7.

Sebagai contoh, ketika wanita hamil pada usia 7 bulan, diadakan selamatan yang dikenal dengan “tingkepan”. Saat bayi berusia 7 bulan, diadakan upacara adat “turun tanah”. Adapula upacara adat tertentu yang mensyaratkan mandi kembang 7 rupa dan dari 7 mata air yang berbeda.

Belum lagi di dunia sepak bola, siapa yang tidak kenal CR7. Angka 7 menjadi angka spesial karena tidak sembarang orang bisa menggunakan angka ini. Bahkan sebuah klub tidak akan sembarangan memberikan nomor punggung 7 kepada pemainnya. Mereka rela tidak menggunakan angka ini sebelum menemukan pemain yang tepat.

Lalu, bagaimana dengan angka 7, “lebih tepatnya angka 7047” dalam SPAN? Ada apa dibalik angka 7047?

“7047” merupakan Nomor Register Supplier (NRS) yang digunakan oleh seluruh KPPN dalam transaksi pengembalian pendapatan dan/ atau penerimaan atau lebih dikenal dengan SPM PP. Pastinya Anda bertanya-tanya,’NRS untuk seluruh KPPN’? Iya benar, seluruh KPPN menggunakan satu NRS yang sama. Yang membedakan hanyalah pada informasi lokasi dan informasi rekening atas supplier tersebut. Tentunya masih ingat kan, informasi apa saja yang ada pada data supplier? Kita lihat tabel berikut ini.

Seperti terlihat dalam tabel, supplier “7047” digunakan dengan Nama Supplier sama yaitu “PENERIMA PENGEMBALIAN PENDAPATAN DAN/ATAU PENERIMAAN DARI KPPN-000000000025000” namun informasi lokasi dan informasi rekeningnya berbeda.

Perekaman Informasi Lokasi dan Informasi Rekening “7047” Karena nomor register”7047″ini bukan sembarang NRS, maka proses perekaman informasi lokasi dan informasi rekening tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Hanya pegawai yang mempunyai user khusus pada tiap-tiap KPPN yang dapat melakukannya. Saat ini, user khusus KPPN dipegang oleh masing-masing Kepala Kantor. Lantas, bagaimana proses perekaman informasi lokasi dan informasi rekening pada NRS: 7047?

Langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan pencarian informasi pokok supplier terlebih dahulu setelah login menggunakan user Kepala Kantor. Pencarian dilakukan dengan mengisi parameter NRS: 7047.
  2. Menambahkan informasi lokasi pada informasi pokok supplier 7047 sesuai dengan lokasi KPPN.
  3. Menambahkan informasi rekening pada informasi lokasi atas supplier 7047 sesuai dengan data rekening penerima pembayaran SPM PP-nya.
  4. Data supplier yang telah lengkap (informasi pokok, informasi lokasi, informasi rekening) siap digunakan sebagai referensi penerima pembayaran SPM PP di KPPN.

Rekening Terdaftar Pada KPPN Lain

Apabila penambahan informasi rekening penerima tidak dapat dilakukan, karena rekening sudah pernah didaftarkan oleh KPPN lainnya, maka- KPPN yang akan mendaftarkan rekening itu agar membuat surat permintaan pendaftaran rekening kepada Direktorat Transformasi Perbendaharaan. Berdasar surat dari KPPN, pengelola data supplier akan melakukan perekaman informasi rekening pada informasi lokasi KPPN bersangkutan dalam SPAN. Selanjutnya, informasi rekening tersebut akan disampaikan melalui email ke KPPN sebagai referensi penerima pembayaran SPM PP.

Sekedar catatan, walaupun bukan sembarang angka, “7047” ini bukan didapat dari semedi Gunung Kawi atau wangsit dari Sang Piningit, tetapi memang murni dari hasil perekaman informasi pokok supplier yang telah dilakukan oleh pengelola data supplier hingga mendapatkan NRS: 7047.

Jadi, bagaimana Anda memaknai angka 7 pada “7047”dalam SPAN, cukup ‘spesial’ bukan?