Jakarta, 17/09/2015 Kemenkeu – Hingga 31 Agustus 2015, realisasi penerimaan negara telah mencapai Rp867,5 triliun, atau 49,2 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.

Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan telah mencapai Rp699 triliun, atau 46,9 persen dari target. “Sedangkan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sudah mencapai Rp168,3 triliun atau 62,5 persen dari target,” papar Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dalam konferensi pers pada Kamis (17/9) sore.

Di sisi lain, lanjutnya, realisasi belanja negara hingga 31 Agustus 2015 telah mencapai Rp1.054,2 triliun. “Jadi dalam perekonomian kita, sudah berputar uang Rp1.054,2 triliun dari APBN-P 2015 atau 53,1 persen dari total pagu belanja yang ada di APBN-P 2015,” jelasnya.

Dari total realisasi belanja negara tersebut, belanja kementerian/lembaga (K/L) telah mencapai Rp320,7 triliun atau 40,3 persen dari pagunya. Sementara, belanja non K/L hingga 31 Agustus 2015 sudah mencapai Rp300,6 triliun atau 57,4 persen dari pagu. “Transfer daerah, ini yang paling bagus, karena realisasinya sudah mencapai 65 persen, atau sebesar Rp432,9 triliun,” tambahnya.

Dengan total realisasi penerimaan dan belanja negara tersebut, maka per 31 Agustus 2015 telah terjadi defisit anggaran sebesar Rp186,7 triliun, atau 1,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PBD).

 

Tags: ,