Ternate Landmark (Source:Dok.Prib)

Ternate Landmark (Foto:Andre)

Ternate merupakan salah satu kota di Provinsi Maluku Utara yang ramai dikunjungi wisatawan. Selain kerap diidentikkan sebagai kota bersejarah dan penghasil rempah-rempah, Ternate memiliki tujuh keunikan yang tidak ditemui di tempat lain. Sesuai dengan slogan Kota Ternate “Bahari Berkesan”, tentu saja keunikan tersebut akan memberi kesan tersendiri bagi Anda yang berkunjung ke kota yang berada di kaki Gunung Gamalama ini.

Pertama: Ternate Memiliki Brosur Wisata Terbanyak di Dunia

Salah satu faktor dominan yang menentukan sebuah tempat akan ramai dikunjungi wisatawan adalah tersedianya banyak obyek wisata di berbagai titik tempat. Pulau Ternate sangat memenuhi aspek tersebut karena memang ada banyak sekali spot wisata menarik di sini. Tidak main-main rupanya, brosur wisata Ternate sudah tercetak jutaan kali dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Kami yakin pasti Anda pun memiliki brosurnya. Jika Anda merogoh dompet lalu menemukan uang seribuan kertas, maka itulah brosur wisatanya.

Tanpa perlu memikirkan ongkos cetak dan distribusinya, uang bergambar Pulau Tidore dan Maitara tersebut telah otomatis mengalir dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Tentu saja hal ini sangat menguntungkan karena sekaligus mempromosikan salah satu tempat wisata di Ternate. Kita tak mungkin lagi bisa menghitung sudah berapa banyak uang seribuan kertas dicetak oleh Bank Indonesia.

Seribu Rupiah View (Source:Dok.Prib)

Seribu Rupiah View (Foto:Andre)

Kedua: Di Ternate, Teori Bumi Bulat Kalah dengan Teori Bumi Datar

Kita semua pasti sepakat bahwa Ternate merupakan sebuah pulau atau daratan. Itu artinya Ternate bukan berbentuk bulat atau seperti bola. Masih ingatkah kita dengan munculnya sebuah teori beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa bentuk bumi sebenarnya bukan bulat melainkan datar?

Teori bumi bulat menyatakan bahwa tidak mungkin seseorang yang berjalan dari satu titik akan kembali ke titik semula jika bentuk bumi tidak bulat. Namun di Ternate, jika Anda berjalan dari satu tempat menyusuri sepanjang jalan di Pulau Ternate, maka tanpa Anda sadari akan kembali lagi ke tempat semula. Padahal kita sudah sepakat bahwa bentuk Ternate bukanlah sebuah bola, namun sebuah pulau biasa. Lalu bagaimana hal ini bisa terjadi? Ternyata hal ini disebabkan karena jalan di Pulau Ternate didesain seperti sebuah sirkuit yang mengelilingi Gunung Gamalama!

Ternate Round Maps (Source:Google Maps)

Ternate Round Maps (Source:Google Maps)

Menurut data yang diambil melalui aplikasi Google Maps, jarak yang ditempuh untuk mengelilingi Pulau Ternate secara keseluruhan adalah sejauh 40 km. Itu artinya, Anda hanya memakan waktu tak lebih dari 2 jam saja untuk bisa meng-khatam-kan satu pulau tersebut menggunakan kendaraan bermotor. Seru sekali bukan?

Ternate View Pesawat (Source:Dok.Prib)

Ternate View Pesawat (Foto:Dinar)

Ketiga: Anda Tidak Akan Tersesat di Ternate

Berhubung jalanan di Ternate dibuat dengan desain melingkar seperti donat, maka selama bensin motor Anda tidak habis, Anda tidak akan mengalami peristiwa yang bernama tersesat. Bagaimana bisa tersesat jika cukup dengan memacu motor Anda menyusuri jalanan maka Anda akan kembali lagi ke tempat semula.

Bukannya tersesat, sepanjang perjalanan menyusuri Pulau Ternate Anda justru akan disuguhi pemandangan alam yang indah. Dari Pantai Falajawa di pusat Kota Ternate menuju ke arah selatan, Anda akan melewati berbagai obyek wisata seperti Benteng Kalumata, Danau Tolire, Pantai Sulamadaha, Kawasan Wisata Batu Angus, lalu bertemu dengan benteng Tolukko sebelum kembali ke Pantai Falajawa. Ternate juga dijuluki sebagai kota seribu benteng, maka tak heran bila Anda akan menemui banyak benteng peninggalan sejarah di kota ini.

Benteng Tolukko Ternate (Source:Dok.Prib)

Benteng Tolukko Ternate (Foto:KPPN)

Benteng Kalumata Ternate (Source:Dok.Prib)

Benteng Kalumata Ternate (Foto:KPPN)

Bentuk geografis Pulau Ternate yang terdiri atas sebuah Gunung Gamalama yang dikelilingi lautan membuat Anda akan menikmati dua pemandangan sekaligus, yakni pemandangan pegunungan di satu sisi dan pemandangan pantai di sisi lainnya. Unik sekali bukan?

Pelabuhan Speed Ternate (Source:Dok.Prib)

Pelabuhan Speed Ternate (Foto:KPPN)

Danau Ngade Ternate (Source:Dok.Prib)

Danau Ngade Ternate (Foto:KPPN)

Danau Tolire Ternate (Source:Dok.Prib)

Danau Tolire Ternate (Foto:KPPN)

Pantai Sulamadaha Ternate (Source:Dok.Prib)

Pantai Sulamadaha Ternate (Foto:KPPN)

Keempat: Ternate Tarada Empat Arah Mata Angin

Jika Anda bertanya tentang rute menuju ke suatu tempat kepada seseorang, kemudian orang tersebut menjawabnya dengan istilah kadara atau kalao, maka selamat Anda telah berada di Kota Ternate!

Istilah kadara maksudnya adalah ke arah darat atau ke arah gunung, sedangkan istilah kalao maksudnya adalah ke arah laut. Masyarakat Kota Ternate lebih gemar menunjuk arah dengan menyebut istilah tersebut. Hampir tarada (tidak ada) orang Ternate yang ketika kita bertanya arah kepadanya akan dijawab dengan arahan seperti barat, timur, utara, maupun selatan. Jadi, Anda yang sering mengalami masalah buta arah mata angin tidak perlu pusing jika berkunjung ke Ternate karena di sini lebih sering hanya menggunakan arah darat dan laut.

Dialeg khas masyarakat Ternate yang unik lainnya ialah penggunaan istilah “saya”. Masyarakat setempat menggunakan istilah “saya” bila bermaksud mengucapkan kata “iya” dengan lebih santun. Padahal dalam Bahasa Indonesia istilah “saya” menunjukkan kata ganti orang pertama tunggal. Jadi jangan tertawa geli jika menemukan dialog seperti ini.

Wisatawan: “Dek, saya bisa minta tolong?
Anak Ternate: “Saya.”
Wisatawan: “Iya benar, Adek yang saya maksud.
Anak Ternate: “Saya.”
Wisatawan: “Iya benar saya bicara dengan Adek. Saya bisa minta tolong tidak?”

Anak Ternate: “Saya.”

Kelima: Ikan Menjadi Tokoh Utama pada Makanan Ternate

Jika biasanya Anda melihat ikan hanya terbatas dikreasikan pada jenis masakan tertentu saja, maka di Ternate Anda akan melihat Ikan akan selalu ada hampir di segala masakan khas yang disajikan ala Ternate. Bahkan, kepopuleran Ikan sebagai bahan masakan di Ternate mampu menggantikan posisi yang biasa diisi oleh daging ayam atau sapi.

Jika Anda sudah terbiasa makan nasi kuning bertabur daging ayam, maka di Ternate, Anda akan merasakan nasi kuning berbaur dengan daging ikan. Ada pula kue bernama Lalampa yang terbuat dari beras ketan yang berisi ikan cincang. Anda juga wajib mencicipi makanan bernama Papeda. Makanan ini terbuat dari sagu yang diolah menjadi bubur kental dan dihidangkan bersama sayur ikan. Anda tak akan melupakan sensasi kenikmatan menelan makanan yang saking kentalnya hingga bentuknya menyerupai lem yang lembut.

Masakan ikan di Ternate pun diolah dengan cara yang unik. Salah satu masakan ikan khas Ternate ialah Gohu Ikan. Masakan ini sebenarnya adalah daging ikan Tuna mentah yang dipotong kecil-kecil. Ikan tersebut hanya diolah dengan dilumuri garam dan perasan lemon, kemudian dicampur dengan bawang merah dan cabe rawit, lalu disiram dengan minyak kelapa panas. Kesegaran rasanya akan membuat Anda tak akan pernah mengira baru saja memakan potongan daging ikan mentah yang lezat.

Papeda Khas Ternate (Source:Dok.Prib)

Gohu Ikan dan Papeda Khas Ternate (Foto:Dinar)

Lalampa Khas Ternate (Source:Dok.Prib)

Bungkusan Lalampa Khas Ternate (Foto:Opan)

Seperti apa sih bentuknya ikan yang diolah menjadi berbagai makanan lezat khas Ternate? Jika Anda berkunjung ke pasar induk ikan di Ternate, Anda akan melihat pemandangan berbagai jenis ikan-ikan segar berjejer memenuhi pasar. Mulai dari ikan yang berukuran mini sampai ikan berukuran monster ada di sana. Pantas saja kalau ikan menjadi bahan masakan favorit bagi masyarakat Ternate. Rasa ikan di sana pun jauh lebih sedap dan mantap. Rupanya mereka mempunyai amunisi ikan yang berlimpah.

Ikan Tuna segar di Pasar Ikan Ternate (Source:Dok.Prib)

Ikan Segar di Pasar Ikan Ternate (Foto:Dinar)

Ikan Segar Berukuran Jumbo (Source:Dok.Prib)

Ikan Segar Berukuran Jumbo (Foto:Dinar)

Sajian kelezatan masakan citarasa khas Ternate tentunya akan semakin nikmat dihidangkan sambil menikmati nuansa keindahan alamnya. Sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat Ternate untuk menyantap hidangan sambil menikmati deruan ombak di lautan. Jika biasanya kita hanya menyantap hidangan sambil melihat lukisan pemandangan yang indah, di sini kita bisa menyantap hidangan sambil benar-benar melihat pemandangan yang indah secara nyata di depan mata kita. Hmm, kita pasti tak akan mendapatkan moment seperti ini jika tidak berkunjung ke Ternate.

Masyarakat Ternate Bersantap di Tepi Laut (Source:Dok.Prib)

Masyarakat Ternate Bersantap di Tepi Laut (Foto:Dinar)

Hidangan Lezat dan Pemandangan Indah di Ternate (Source:Dok.Prib)

Hidangan Lezat dan Pemandangan Indah di Ternate (Foto:Dinar)

Keenam: Angkot di Ternate adalah Angkot Terbaik

Jika Anda mendengar suara musik yang tiba-tiba menggaung di jalanan Ternate, itu bukan suara orang pawai atau pertunjukan sirkus. Itu adalah suara musik yang dihasilkan oleh mobil-mobil angkot yang baru saja lewat. Ya, bukan Ternate namanya kalau mobilnya tidak terlihat gagah rupawan.

Hampir seluruh mobil di Ternate tidak hanya dipoles mulus namun juga dipenuhi dengan beragam modifikasi unik seperti seperangkat sound system atau lampu hias. Jika Anda berjalan-jalan di malam hari, Anda akan bertemu dengan beragam angkot di Ternate berhiaskan lampu-lampu cantik dipadu dengan setelan musik yang ciamik. Tentu ini akan lebih menarik dan memanjakan penumpang yang naik angkot.

Keunikan angkot di Ternate yang akan membuat Anda nyengir ialah mereka tidak punya jurusan tempat tujuan. Angkot di Ternate berjalan sesuai dengan perintah penumpang. Jadi sebenarnya mirip seperti taksi. Bedanya, kalau angkot tentu jumlah penumpangnya lebih banyak daripada taksi. Maka penumpang yang pertama kali naik angkot tersebut yang akan menentukan tujuan kemana akan bergerak. Jika ada penumpang berikutnya yang akan naik, dia harus bertanya apakah angkot itu bisa melewati tempat tujuannya atau tidak. Sudah tidak sabar ingin merasakan uniknya naik Angkot di Ternate?

Angkot Ternate Menunggu Penumpang (Source:Dok.Prib)

Angkot Ternate Menunggu Penumpang (Foto:Dinar)

Ketujuh: Ternate Kota Bersensasi Arab Saudi

Kurang lengkap rasanya bila bicara seputar Ternate namun tidak menyinggung budaya Islamnya. Meskipun bukan dijuluki sebagai kota Serambi Mekah ataupun Madinah, kota Ternate sendiri memiliki nuansa yang mirip dengan kota di timur tengah.

Banyak masyarakat keturunan Arab yang berdomisili di Ternate. Anda akan sering bertemu dengan orang berparas arab yang mengenakan kostum gamis khas timur tengah di kota tersebut. Anda juga akan menemukan banyak makanan yang dimasak dengan cara dibakar dan dimakan dengan lalapan sambal layaknya penduduk Arab.

Ternate adalah kota yang sangat menghormati Islam. Di beberapa tempat, ada larangan kepada kendaraan yang lewat agar tidak memutar musik ketika tiba waktu sholat. Dzikir bersama maupun tabligh akbar menjadi kegiatan yang sering dijumpai oleh masyarakat Ternate. Bahkan uniknya, banyak Habib dari luar negeri yang jauh-jauh datang untuk berdakwah di Kota Ternate, lho! Coba bayangkan, di antara puluhan kota di Tanah Air ini mengapa Ternate yang dipilih untuk dikunjungi? Tentu saja mereka tidak sembarangan memilih tempat yang kualitas Islamnya sudah tidak diragukan lagi.

Mencari masjid di Kota Ternate juga merupakan hal yang sangat mudah karena hampir di setiap tempat selalu di bangun masjid. Itu sebabnya Ternate juga kerap disebut sebagai kota Seribu Masjid.  Anda akan melihat banyak masjid besar yang dibangun megah di kota bekas kerajaan islam ini.

Masjid terbesar di kota Ternate bernama Masjid Al Munawar. Keunikan masjid tersebut ialah dibangun tepat di tepi laut. Jika dilihat dari lautnya, Anda akan melihat seolah masjid Al Munawar terapung di atas laut dengan megahnya. Beribadah di masjid tersebut tentu akan menjadi hal yang sangat mengesankan karena hanya dengan mengintip dari jendela masjid saja kita dapat langsung menikmati pemandangan laut yang indah. Subhanallah, ya!

Subuh View from Al Munawar (Foto: Dinar)

Subuh View from Al Munawar (Foto: Dinar)

Masjid Al Munawar Ternate View Laut (Source:Dok.Prib)

Masjid Al Munawar Ternate View Laut (Foto:Andre)

Masjid Al Munawar Ternate View Darat (Source:Dok.Prib)

Masjid Al Munawar Ternate View Darat (Foto:Beny)

Wah, ternyata ada banyak sekali hal unik dan menarik yang bisa kita temui di kota Ternate. Apalagi tahun 2016 ini masyarakat Ternate akan memperingati HJT (Hari Jadi Ternate) ke-766. Tentu ini akan menjadi semangat tersendiri bagi kota Ternate untuk membangun kota menjadi semakin asyik untuk dinikmati wisatawan. Ketersediaan fasilitas bandara dan penerbangan setiap hari memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin mencicipi nuansa wisata dengan sensasi ala timur yang lebih mengesankan. Tunggu apa lagi, mari berkunjung ke kota Ternate!

(Penulis: Dinar Rafikhalif)

Dodokuali Ternate (Source:Dok.Prib)

Dodokuali Ternate (Foto:Beny)

 

Tags: ,