Ralat SPM ditujukan untuk memperbaiki data “salah” pada SPM satker.
Perbaikan tersebut adalah sebagai berikut :

• Perbaikan hanya dapat dilakukan terhadap kesalahan administrasi sebagai berikut:
• Kesalahan pembebanan pada kode akun;
• Kesalahan pencantuman kode fungsi, sub fungsi, dan kegiatan ;
• Uraian pengeluaran yang tidak berakibat perubahan jumlah uang pada SPM.

Ralat SPM sebelum dan sesudah SPAN agak berbeda.
Sebelum SPAN, data SPM ralat akan langsung menggantikan data SPM salah, historinya akan tetap terekam. Semua proses hanya dilakukan di database lokal Server KPPN.

Sesudah SPAN, data SPM ralat tidak akan menggantikan data SPM yang salah, melainkan akan dibentuk SPM baru bernilai postif, SPM lama kemudian akan bernilai negatif. Proses dilakukan di server SPAN.
Implikasinya adalah tabel hasil rekon yang dihasilkan akan muncul penambahan baris data baru berupa SPM ralat yang akan menghasilkan keterangan tidak sama, padahal satker telah melakukan perbaikan pada SAS dan SAIBA.

Rekan-rekan operator pasti merasa bingung dan tidak tahu harus melakukan apa untuk menuntaskan yang tidak sama tadi. Jangan khawatir, kami akan memberi solusi jitu agar Berita Acara Rekonsiliasi satker anda dapat segera diterbitkan.

Berikut langkah-langkahnya :

  1. Rekam SPM baru di aplikasi SAIBA dengan nomor yang disesuaikan dan tanggal mengikuti tanggal SPM yang tertera pada hasil rekon.
  2. Jika nilai pada SPM ralat SPAN menunjukkan nilai minus, itu menunjukkan data SPM lama. Sedangkan bila bernilai positif, maka menunjukkan data SPM Baru.
  3. Jika Ralat SPM yang anda telah lakukan hanya berpindah MAK saja (Program, Kegiatan, output sama), maka anda harus Merekam SPM dengan nilai NOL, akun lamanya bernilai negatif, akun barunya bernilai positif.
  4. Jika Ralat SPM disebabkan perpindahan program/kegiatan/ output, maka anda harus merekam dua SPM dengan kondisi program/kegiatan/ output lama bernilai minus dan program/kegiatan/ output bernilai positif.

Ilustrasi akan kami sertakan kemudian. Semoga bisa membantu kelancaran rekonsiliasi anda.

 

Tags: