Sistem baru bertajuk Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua atau disingkat MPN G-2 yang dulu sekedar wacana kini sedang dilaksanakan. Payung hukumnya pun sudah diterbitkan yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor NOMOR 32/PMK.05/2014 tanggal 10 Februari 2014 tentang Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik.

klik di sini untuk melihat lebih lanjut: PMK Nomor 32/PMK.05/2014

Pernahkah anda melakukan transaksi online semisal pembelian tiket pesawat? MPN G-2 mirip seperti itu. Dengan MPN G-2, penyetoran penerimaan negara oleh wajib pajak, wajib bayar atau wajib setor tak lagi terhalang oleh jam loket layanan penerimaan negara. Kapan pun dapat dilakukan dan tentunya bebas antri. Buka website, registrasi, dapat kode bayar, bayar di ATM dan tiket akan terkirim ke email.

Dalam PMK disebutkan bahwa Wajib Pajak/Wajib Bayar/Wajib Setor menyetorkan Penerimaan Negara ke Bank/Pos Persepsi menggunakan Kode Billing. Pengertian kode billing adalah kode identifikasi yang diterbitkan oleh sistem billing atas suatu jenis pembayaran atau setoran yang akan dilakukan wajib pajak/wajib bayar/wajib setor. Lebih gampangnya, ibarat kita membeli tiket, kode billing itu sama dengan kode pembayaran.

MPN G2 dibangun dengan memanfaatkan teknologi informasi, maka persyaratan yang harus dimiliki oleh pengguna layanan adalah akses internet dan akun email. Urutan langkah yang harus dilakukan pengguna layanan MPN G-2, yaitu:

  1. Registrasi, dilakukan sekali seumur hidup;
  2. Pembuatan Billing, dilakukan setiap akan melakukan pembayaran pajak atau PNBP dan;
  3.  Pembayaran, dilakukan setelah mendapat kode billing.  Pembayaran dapat dilakukan melalui Teller, ATM atau Internet Banking. Khusus untuk penyetoran pajak, pengguna layanan harus terlebih dahulu memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Saat ini, baru dua portal yang sudah dapat diakses oleh pengguna layanan yaitu http://sse.pajak.go.id untuk penyetoran pajak dan  http://www.simponi.kemenkeu.go.id untuk penyetoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Untuk setoran bea cukai baru dapat diakses oleh petugas bea cukai.

Sebagai sebuah program baru, MPN G2 ditandai dengan launching transaksi perdana pada tanggal 27 Pebruari 2014 di Banjarmasin dan Pasuruan. Dalam tahap awal ini layanan atas setoran penerimaan negara baru dilakukan oleh PT BRI (Persero). Layanan sudah dapat diakses di seluruh Indonesia melalui fasilitas ATM dan Internet Banking, sedangkan khusus untuk layanan melalui teller baru dapat diakses di seluruh indonesia mulai minggu kedua April 2014 mendatang. Saat ini layanan melalui teller baru dapat dilakukan di Jawa dan beberapa kota tertentu, yaitu Medan, Banjarmasin dan Papua.

Mulai awal bulan Mei 2014, rencananya layanan akan dilakukan pula oleh empat Bank/Pos Persepsi yaitu BNI, Mandiri, PT. Pos Indonesia dan CIMB Niaga hingga akhir bulan Mei 2014. Bank/Pos Persepsi lainnya sesuai perkembangan kesiapan masing-masing, akan segera melakukan layanan setelah dilakukan Grand Launching Implementasi Sistem MPN G-2 yang direncanakan akan dilaksanakan pada awal bulan Juni 2014.

Sampai dengan akhir Mei 2014 direncanakan sebagai implementasi awal. Artinya MPN G2 dalam tahap ujicoba. Pada tahap implementasi awal ini, setoran penerimaan negara masih dapat menggunakan sistem lama yaitu dengan surat setoran (SSP/SSBP/SSPB) dan sangat dianjurkan untuk mencoba menggunakan MPN G2. Pada awal Juni 2014, direncanakan Grand Launching MPN G2 dan semua setoran penerimaan negara harus dilakukan secara elektronik dengan kode billing.

Berbeda dari sistem lama (existing), dimana perekaman data dilakukan dua kali yaitu pengisian data pada surat setoran oleh wajib pajak/wajib bayar/wajib setor dan perekaman data pada sistem MPN oleh petugas bank. Adanya kemungkinan kekeliruan data penyetoran lebih besar mengingat perekaman data pada sistem hanya dilakukan oleh petugas bank.
Dengan MPN G-2, human error dalam hal perekaman data dapat diminimalisir. Dengan MPN G-2, dimana wajib pajak/wajib bayar/wajib setor menginput sendiri data pembayaran, otomatis wajib pajak/wajib bayar/wajib setor juga bertanggungjawab atas kelengkapan dan kebenaran data pembayaran tersebut. Untuk itu pemahaman khususnya tentang kode akun (mata anggaran penerimaan) menjadi penting. Setelah mendapatkan kode billing, hendaknya perlu dicek kembali kebenaran data setoran sebelum dilakukan pembayaran baik di ATM atau Teller.

Dengan sistem teknologi informasi, MPN G-2 memungkinkan adanya fasilitas monitoring status pembayaran dan penyetoran oleh pengguna layanan, yang dengan sistem lama selama ini belum ada.

Dalam beberapa hal, MPN G-2 juga mendukung “Go Green” karena meminimalisir penggunaan kertas. Dengan MPN G2, tidak perlu lagi adanya surat setoran (SSP/SSBP/SSPB). Tak salah jika menyebut MPN G-2 dengan MPN Jitu !

Untuk manual penggunaan MPN G-2 silahkan anda menuju link Berikut
 

Tags: , , ,