Melakukan Instalasi SAIBA

Aplikasi SAIBA dan pedoman intalasi aplikasi SAIBA dapat diunduh pada situs www.perbendaharaan.go.id atau di www.kppnternate.net.

Melakukan Migrasi Data

Melakukan migrasi data dari Aplikasi Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA) berbasis Kas Menuju Akrual (Cash Toward Accruall/ CTA) menjadi Aplikasi SAIBA yang berbasis akrual, dengan tahapan sebagai berikut:

a.      Melakukan proses pengambilan saldo awai dari Aplikasi SAKPA ke Aplikasi SAIBA dengan menggunakan menu pengambilan saldo awai pada Aplikasi SAIBA. Proses migrasi ini dapat diulangi, jika terdapat perubahan pada saldo 31 Desember 2014, misalnya karena koreksi audit, atau hal-hal lain.

b.      Memastikan bahwa proses migrasi telah dilakukan dengan benar, yaitu dengan melakukan telaah atas Neraca, Laporan Operasional (LO), dan Laporan Perubahan Ekuitas (LPE).

1)      Pos-pos Neraca tanggai 01 Januari 2015 akan menyajikan nilai sebagai berikut:

  • Pos Aset akan menyajikan angka yang sama dengan pos Aset pada Neraca yang dihasilkan pada sistem CTA (Aplikasi SAKPA);
  • Pos Kewajiban akan menyajikan nilai yang sama, kecuali untuk akun Pendapatan yang Ditangguhkan (akun 2196). Pos Pendapatan yang Ditangguhkan pada Neraca awai tahun 2015 dalam SAIBA hanya menyajikan nilai akun Hibah Langsung yang Belum Disahkan (akun 219671). Sedangkan akun 2196xx lainnya, secara otomatis direklasifikasi menjadi Ekuitas;
  • Pos Ekuitas pada Neraca akan disajikan menjadi satu akun yaitu akun Ekuitas dan nilainya akan sama dengan nilai pada pos Ekuitas berdasarkan Aplikasi SAKPA ditambah dengan reklasifikasi akun Kewajiban yang menjadi Ekuitas;
  • Secara keseluruhan, migrasi akan menyajikan data bahwa nilai Aset = Kewajiban + Ekuitas.

2)      Laporan Operasional pada keseluruhan posnya akan menyajikan nilai nihil karena belum ada transaksi yang melibatkan pendapatan dan beban pada proses pengambilan saldo awai.

3)      Pos-pos pada Laporan Perubahan Ekuitas akan menyajikan nilai nihil, kecuali pada saldo Ekuitas Awai dan Ekuitas Akhir.

c.      Melakukan jurnal balik untuk akun-akun akrual yaitu: Beban Dibayar di Muka, Beban yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka, dan Pendapatan yang Masih Harus Diterima (Lampiran III).

Melakukan perekaman transaksi tahun berjalan termasuk jurnal penyesuaian

a.     Melakukan perekaman dokumen sumber transaksi pendapatan dan belanja tahun berjalan.

b.     Melakukan perekaman Jurnal Penyesuaian (Lampiran IV) sehubungan dengan transaksi tahun berjalan pada Aplikasi SAIBA, khususnya yang berkenaan dengan akun-akun Neraca, antara lain:

1)      Transaksi-transaksi terkait Aset Lancar yang melibatkan akun Kas di Bendahara Pengeluaran, Kas di Bendahara Penerimaan, Kas Lainnya dan Setara Kas, transaksi pelunasan piutang, dan lain-lain.

2)      Transaksi-transaksi terkait Kewajiban Lancar yang melibatkan akun Utarig kepada Pihak Ketiga, Pendapatan Diterima di Muka, dan Utang Jangka Pendek Lainnya.

3)      Transaksi-transaksi yang tidak secara otomatis terbentuk dalam SAIBA, misalnya timbul dan hapusnya piutang,-koreksi kesalahan, dan lain-lain.

Melakukan Rekonsiliasi Atas transaksi tahun berjalan

Melakukan rekonsiliasi data transaksi keuangan dengan berpedoman pada PMK Nomor 210/PMK.05/2013 tentang Pedoman Rekonsiliasi dalam Rangka Penyusunan Laporan Keuangan Lingkup Bendahara Umum Negara dan Kementerian Negara/Lembaga, PMK Nomor 213/PMK.05/2013 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat, dan PMK Nomor 154/PMK.05/2014 tentang Pelaksanaan Sistem Perbendaharaan dan Angaran Negara.

Rekonsiliasi tingkat UAKPA bulan Januari s.d. Maret 2015 dilakukan selambat-lambatnya tanggai 10 April 2015 dan BAR diterbitkan paling lambat tanggai 15 April 2015. Adapun rekonsiliasi tingkat UAPPA-W, UAPPA-E1 dan UAPA akan diatur lebih lanjut.

UAKPA agar menyampaikan laporan keuangan bulan Januari sampai dengan Maret 2015 setelah rekonsiliasi dan telah diterbitkan BAR, yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran,Neraca, Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas kepada KPPN dan UAPPA- W/UAPPA-E1 selambat-lambatnya tanggai 17 April 2015.

S-2300/PB/2015

 

Dalam hal Aplikasi SAIBA belum dapat menghasilkan Laporan Keuangan sebagaimana di atas, UAKPA agar menyampaikan Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca. Adapun penyampaian Laporan Keuangan tingkat UAPPA-W, UAPPA-E1 dan UAPA akan diatur lebih lanjut.

Lain-lain

a.    Dalam penyusunan laporan keuangan sebagaimana penjelasan di atas terdapat beberapa transaksi yang belum dapat diproses dengan aplikasi SAIBA, antara lain:

1)    Transaksi pada Satker BLU.

2)     Hibah Langsung dalam bentuk uang atau barang/jasa/surat berharga.

3)     Pengiriman data aset dari aplikasi SIMAK-BMN.

Selama Aplikasi SiMAK BMN belum dapat digunakan, transaksi terkait Barang Milik

•             Negara (BMN) dicatat menggunakan Aplikasi SAIBA.

b.     Dokumen sumber terkait transaksi-transaksi di atas agar ditatausahakan oleh masing-masmg satker, sambil menunggu dapat diakomodasikan dalam aplikasi SAIBA versi berikutnya.

c.    Pelaksanaan rekonsiliasi dan penyampaian Laporan Keuangan Satker BLU yang disusun berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan akan diatur lebih lanjut.

 

 

Lampiran III Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan
Nomor : S- 2300 /PB/2015
Tanggai : 24  Maret 2015

 DAFTAR JURNAL BALIK UNTUK AKUN-AKUN AKRUAL

 

Jurnal SAKPA (Rekam Manual) Jurnal SAIBA Hasil Migrasi (pengambilan Saido Awai dari SAKPA) Jurnal Balik (Direkam Manual)
No D/K Akun Uraian Nilai D/K Akun Uraian Nilai D/K Akun Uraian Nilai
1 D 115211 Piutang PNBP XXX D 115211 Piutang PNBP XXX D 42xxxxx Pendapatan XXX XXX
K 311311 Cadangan Piutang XXX K 391111 Ekuitas XXX K 115211 Piutang PNBP XXX
Untuk mencatat Pendapatan yang masih harus diterima atas barang/jasa yang sudah diberikan. Pendapatan Yang masih Harus Diterima pada awai tahun harus dilakukan jurnal balik dengan menu jurnal penyesuaian (Hanya Untuk Piutang yang berasal dari Pendapatan Yang masih harus Diterima).
2 D 312211 Barang/Jasa Yang Harus Diserahkan XXX D 391111 Ekuitas XXX D 21921X Pendapatan Diterima Dimuka . XXX
K 21921X Pendapatan Diterima Dimuka XXX K 21921X Pendapatan Diterima Dimuka XXX K 42xxxx Pendapatan XXX XXX
yang sudah disetor ke Kas Negara namun manfaatnya lebih dari satu tahun anggaran. Pendapatan Diterima Dimuka pada awai tahun harus dilakukan jurnal balik dengan menu jurnal penyesuaian.
3 D 311611 Dana yang harus disediakan untuk pembayaran XXX D 391111 Ekuitas XXX : D 21211X Belanja yang Masih Harus Dibayar XXX
UtangJangka Pendek
K 21211X Belanja yang Masih Harus Dibayar XXX K 21211X Belanja yang Masih Harus Dibayar XXX K 5xxxxx Beban xxx XXX
Untuk mencatat Belanja yang belum dibayar namun telah diterima barang/jasanya. Belanja Yang Masih Harus Dibayar pada awai tahun harus dilakukan jurnal balik dengan menu jurnal penyesuaian.
4 D 11411X Belanja yang Dibayar Di Muka (Prepaid) XXX D 11411x Belanja yang Dibayar Di Muka (Prepaid) XXX D 5xxxxx Beban xxx XXX
K 312111 Barang Jasa yang Harus Diterima XXX K 391111 Ekuitas XXX K 11411x Belanja Barang yang Dibayar Di Muka (Prepaid) XXX
Untuk mencatat Belanja yang Dibayar Di Muka namun belum diterima barang/jasanya. Belanja Dibayar Dimuka pada awai tahun harus dilakukan jurnal balik dengan menu jurnal penyesuaian

 

 

Lampiran IV Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan
Nomor : S- 2300 /PB/2015
Tanggai : 24  Maret 2015

 

DAFTAR JURNAL-JURNAL PENYESUAIAN

 

 

Jurnal SAKPA (Rekam Manual) Jurnal SAIBA Hasil Migrasi (pengambilan Saldo Awai dari SAKPA) Jurnal Koreksi/Balik (Rekam Manual)
No D/K Akun Uraian Nilai D/K Akun Uraian Nilai D/K Akun Uraian Nilai
1 D 111821 Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran XXX D 111821 Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran XXX D 4xxxxx Pendapatan xxx Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran XXX XXX
K 219611 Pendapatan yang ditangguhkan XXX K 391111 Ekuitas XXX K 111821 Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran
Untuk mencatat pendapatan satker, yang sampai dengan tanggai pelaporan belum disetor ke kas negara Jurnal Penyesuaian: Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran ; Saat dilakukan penyetoran ke Kas negara
2 D 111821 Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran XXX D 111821 Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran XXX D 212191 Utang kepada Pihak Ketiga Lainnya XXX
K 212191 Utang kepada Pihak Ketiga Lainnya XXX K 212191 Utang kepada Pihak Ketiga Lainnya XXX K 111821 Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran XXX
Untuk mencatat belanja atas kegiatan yang telah selesai dilaksanakan, namun sampai dengan tanggai pelaporan kas tersebut masih terdapat di Bendahara Pengeluaran dan Jurnal Reklasifikasi Neraca; Saat dilakukan pembayaran kepada yang berhak
3 D 111821 Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran XXX D 111821 Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran XXX D 219961 Utang Pajak Bendahara Pengeluaran yang Beium Disetor XXX
K 219961 Utang Pajak Bendahara Pengeluaran yang Belum Disetor XXX K 219961 Utang pajak Bendahara Pengeluaran yang Belum Disetor XXX K 111821 Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran XXX
Untuk mencatat potongan pajak yang dipotong oleh Bendahara Pengeluaran dan belum disetor ke kas negara sampai dengan tanggai pelaporan Utang jangka pendek lainnya Jurnal Reklasifikasi Neraca; Saat dilakukan penyetoran ke kas negara
4 D 111711 Kas di Bendahara Penerimaan XXX D 111711 Kas di Bendahara Penerimaan XXX D 4xxxxx Pendapatan xxx XXX
K 219611 Pendapatan yang Ditangguhkan XXX K 391111 Ekuitas XXX K 111711 Kas di Bendahara Penerimaan XXX
Untuk mencatat pendapatan yang sampai dengan tanggai pelaporan belum disetor ke kas negara Jurnal Penyesuaian: Kas di Bendahara Penerimaan; Saat dilakukan penyetoran
5 D 111825 Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan XXX D 111825 Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan XXX D 212192 Dana Pihak Ketiga XXX
K 212192 Dana Pihak ketiga XXX K 212192 Dana Pihak ketiga XXX K 111825 Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan XXX
Untuk mencatat kas di bendahara Penerimaan yang bukan merupakan hak, sehingga tidak atau belum dapat diakui sebagai pendapatan (Utang kepada pihak ketiga) Jurnal Penyesuaian: Kas di Bendahara Penerimaan; Saat dilakukan penyetoran
6 D 111825 Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan XXX D 111825 Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan XXX D 219963 Utang Pajak Bendahara Penerimaan yang belum disetor XXX
K 219963 Utang Pajak Bendahara Penerimaan yang belum disetor XXX K 219963 Utang Pajak Bendahara Penerimaan yang belum disetor XXX K 111825 Kas Lainnya di Bendahara Penerimaan XXX
Untuk mencatat kas di bendahara Penerimaan yang bukan merupakan hak, sehingga tidak atau belum dapat diakui sebagai pendapatan (Utang jangka pendek lainnya) Jurnal Penyesuaian: Kas di Bendahara Penerimaan; Saat dilakukan penyetoran ke kas negara ata dibayarkan kepada pihak ketiga