Desa Maregam

Alunan irama pengembangan desa yang selama ini terpinggirkan oleh derap langkah pembangunan perkotaan, akhirnya terobati melalui program yang diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo, melalui Progam Nawa Cita poin ketiga yakni ”Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”. Salah satu desa yang berkesempatan memajukan dan mengembangkan desanya adalah Desa Maregam. Desa Maregam terletak di Pulau Mare ±4 Km di sebelah selatan Pulau Tidore, dan secara administrasi masuk ke dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan. Di Pulau Mare terdapat 2 desa, yaitu Desa Maregam dan Desa Marekofo. Desa Maregam pada dasarnya cukup mudah di jangkau mengingat akses transportasi yang ada saat ini sudah cukup lancar. Dari pelabuhan penyeberangan Bastiong Ternate menuju pelabuhan penyeberangan Pulau Tidore dengan kapal penyeberangan dengan harga tiket Rp10.000/orang atau dapat menyewa kapal dengan harga Rp100.000/kapal/trip dan lama penyeberangan dari Pelabuhan Bastiong ke Tidore ± 15 menit. Dari pelabuhan penyeberangan Tidore, kemudian naik transportasi darat ± 45 menit menuju pelabuhan penyeberangan rakyat di Tomalou, lalu menuju desa Maregam di Pulau Mare ± 15 menit dengan biaya Rp35.000/orang, selain itu juga dapat menyewa perahu nelayan di sekitar pelabuhan.

Desa Maregam (Pulau Mare) telah didiami penduduk sejak abad ke-14 tepatnya tahun 1495. Saat itu masih berstatus Gimalaha Mare (Pemerintahan Kesultanan Tidore). Kemudian di tahun 1890 beralih dari Gimalaha menjadi Kampung Maregam. Iklim yang terdapat pada Desa Maregam  seperti umumnya daerah kepulauan yaitu beriklim tropis, dimana iklimnya sangat dipengaruhi oleh angin laut, curah hujan rata-rata 24.55 mm/tahun, dan suhu udara rata-rata berkisar 250 – 270 Celcius.

 

Desa Maregam dipimpin oleh seorang kepala desa, yang saat ini di jabat oleh Bapak Adam Fatah. Desa Maregam memiliki jumlah penduduk sebanyak 428 orang yang terdiri dari 215 laki-laki dan 213 perempuan, dengan kepala keluarga sebanyak 126 KK. untuk sebaran jumlah penduduk, kami tampilkan sebagaimana tabel berikut:

Berdasarkan

Usia

Berdasarkan

Tingkat pendidikan

Berdasarkan

Mata pencaharian

Usia Orang Pendidikan Orang Pekerjaan

Orang

0-3 tahun

20

90

199

4-6 tahun

24 SD / MI 221 PNS 8

7-12 tahun

44 SMP / MTS 57 Peg. Swasta

24

13-15 tahun 21 SMA / MA 48 Wiraswasta

70

16-18 tahun

25 Diploma (D1-D3) 1 Perkebunan

37

19 thn keatas

294 Sarjana (S1-S3) 11 Pertukangan

30

Nelayan

60

Jumlah

428 Jumlah 428 Jumlah

428

(Sumber : Papan Informasi Demografi Bidang Pemerintahan pada Kantor Desa)

Potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh Desa Maregam, yaitu : Potensi Kerajinan Gerabah yang selama ini telah terkenal serta wisata bahari yang meliputi wisata pantai, wisata selam karena keindahan dan kealamian terumbu karangnya, serta wisata Kahia Masolo (Tempat berkumpulnya ikan lumba-lumba), bahkan menurut sumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, pada musim tertentu juga dijumpai Paus yang melakukan migrasi.

 

Namun, potensi itu belum dapat digali secara optimal oleh warga setempat dikarenakan sarana dan prasarana yang tersedia masih sangat terbatas, tradisional, dan mahal. Seperti kerajinan gerabah sebagai potensi utama, pengrajin berjalan sejauh 2 Km lalu menuju lokasi perbukitan, tempat pengambilan tanah liat, kemudian mengangkut bahan  dengan perlengkapan seadanya untuk kemudian kembali menuju lokasi pengrajin (belum tersedianya alat angkut bahan baku tanah liat) sehingga tanah liat sebagai bahan utama kerajinan gerabah yang diperoleh, sangat sedikit dan terbatas. Kendala utama lainnya bagi warga desa Maregam, yaitu : Telah terdapat mesin genset (bantuan dari Direktorat Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan Perikanan), namun warga terbebani dengan biaya sebesar Rp60.000/bulan (biaya BBM Solar) untuk tiap-tiap rumah, Terdapat sumur bor namun belum berfungsi secara optimal sehingga sumber air bersih yang didapatkan masih sangat minim serta tidak terdapat wadah yang layak dan cukup untuk menampung air sebagai tempat penyimpanan air bersih, biaya penjualan hasil gerabah/ biaya transportasi darat di Kota Tidore dan transportasi penyeberangan Tidore – Desa Maregam untuk guru, siswa, dan warga yang mahal dan terbatas, antrian tunggu penumpang yang sangat merepotkan di saat musim hujan, Kantor Desa yang masih seadanya, belum adanya pembatas rumah warga dengan jalan utama, belum terdapat tembok penahan ombak yang berakibat pada rumah penduduk, sarana olahraga yang belum memadai, dan lain-lain.

 

Untuk itu, melalui Program Nawa Cita poin ketiga yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo, penyaluran Dana Desa yang di mulai sejak tahun 2015, diharapkan dapat menjawab dan membantu menyelesaikan sedikit demi sedikit permasalahan Desa Maregam tersebut. Sebagai langkah untuk mensukseskan program tersebut, demi menuju desa kemandirian di bidang ekonomi dalam kerangka negara kesatuan, maka di bulan Oktober 2016, Pemerintah Desa Maregam membentuk sebuah Badan usaha Milik Desa yang disebut BUMDes Ahu Ma Joma Desa bertempat di Kota Tidore Kepulauan, dengan tujuan untuk mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal, potensi desa, sekaligus meningkatkan tingkat perekonomian warga Desa Maregam.

 

Sumber Anggaran Desa Maregam

Desa Maregam mendapatkan sumber anggaran desa dari Dana Desa (APBN) dan Alokasi Dana Desa (APBD). Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan desa di Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa, Bidang Pembangunan Desa, Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Bidang Pembinaan Masyarakat Desa.

 

Salah satu bentuk tanggung jawab dan transparansi kepada warganya, maka Pemerintah Desa Maregam menampilkan baliho anggaran desa di jalan utama desa. Di Tahun 2016, Desa Maregam mendapatkan alokasi dana sebesar Rp1.125.378.000,- untuk membiayai kegiatan pada tiap-tiap bidang yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Maregam.
Sedangkan di tahun 2017 ini, Desa Maregam mendapatkan dana sebesar Rp1.937.948.640,-. Yang terdiri dari Dana Desa (APBN) sebesar Rp802.784.850,- dan Alokasi Dana Desa (APBD) Rp1.135.163.790,-. Secara umum, kami tampilkan sebagaimana tabel dan grafik seperti berikut:

Tabel I Sumber Anggaran Desa                                           Grafik I Sumber Anggaran Desa            

Anggaran 2017
Jenis Dana Nilai
Dana Desa (APBN) 802.784.850
Alokasi Dana Desa (APBD) 1.135.163.790
Total Anggaran 2017 1.937.948.640

 

 

Penggunaan Dana Desa (APBN) Tahap I 2017

Sebagaimana yang ditetapkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-4/PB/2017 tanggal 11 April 2017 dan perubahannya pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-11/PB/2017 tanggal 23 Agustus 2017 tentang Perubahan Atas Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-4/PB/2017 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Pada Ditjen Perbendaharaan,  Pasal 18 disebutkan bahwa penyaluran dana desa dilakukan secara bertahap,  yaitu: Tahap I : 60% dan Tahap II : 40% (dari total dana desa yang diperoleh).

Untuk penyaluran tahap I, Pemerintah Desa Maregam telah melakukan pencairan dana desanya sebesar Rp481.670.910,-. Dari total nilai yang dicairkan, maka Pemerintah Desa dalam menjawab dan menyelesaikan permasalahan serta kendala yang menghambat perkembangan potensi dan perekonomian warga Desa Maregam, kemudian melaksanakan poin-poin sebagamana digambarkan dalam tabel dan grafik berikut:

Tabel 2. Penggunaa Dana Desa (APBN) Tahap I 2017

(Sumber Data Realisasi Keuangan: Buku Kas Umum Desa Maregam di Kantor Desa)

                                          Galeri Foto                         

 

Miniatur (Tiruan Barang Yang Telah Direalisasikan dan Di Pajang Di Kantor Desa)

Ruang Tunggu
BBM Solar
Kendaraan
Lap. Voli
Gerobak angkut

Beduk Masjid

 

 

 

 

 

 

 

 

X`

Kantor Desa
Profil Tank
Rumpon
Perahu Katinting
Tembok Tepi

 

 

 

 

 

Suasana Desa

Kantor Desa
Jalan Desa
Gerbang Desa
Taman  Desa dan Masjid

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Demikian cerita sukses penggunaan dana desa di Desa Maregam ”Negeri Nuku” ini kami sajikan, semoga program mulia yang dijalankan pemerintah ini, dapat terealisasi dengan baik di tiap-tiap desa penjuru negeri, demi menuju desa yang mandiri dalam perekonomian, kokoh serta kuat dalam kerangka negara kesatuan tercinta ini.

 

Tags: