Petunjuk Update Aplikasi SIMAK-BMN dan Referensi SIMAK-BMN Versi 16.0

 

A .   Petunj uk Singkat dan Langkah-langkah  Update SIMAK  BMN Versi 16.0

  1. Update Aplikasi dan referensi SIMAK BMN versi 16.0 digunakan mulai penyusunan laporan keuangan tingkat UAKPA bulan November tahun 2016 dan laporan Barang Milik Negara semester II tahun 2016.
  2. Update Aplikasi SIMAK-BMN versi 16.0 mencakup:
    1. Penambahan kodefikasi dan akun  baru terkait ATB.
    2. Perbaikan transaksi pada Aplikasi  SIMAK-BMN versi  sebelumnya  (versi 15.4).
    3. Penambahan fitur  normalisasi ATB dan perhitungan  amortisasi pertama kali, transaksional , dan regular
    4. Penambahan fitur normalisasi aset tetap dan  perhitungan koreksi penyusutan.
  3. File update terdiri dari:

a. Update Aplikasi SIMAK-BMN versi  16.0 (file xxx); Download melalui FTP Perbendaharaan Download update_bmnkpb16.0.exe atau unduh melalui googledrive Download update_bmnkpb16.0.exe

b. Update Referensi SIMAK-BMN versi 16.0 (file xxx). Download Disini
Download UPDATE_REF_BMNKPB16.0.exe atau unduh melalui googledrive Download UPDATE_REF_BMNKPB16.0.exe

  1. Lakukan verifikasi pencatatan ATB terlebih dahulu atas kesesuaian pengakuan dan pengukuran ATB dengan Buletin Teknis Nomor 17 Tahun  2014  tentang  Akuntansi  Akrual ATB . Apabila hasil verifikasi  menunjukkan  ketidaksesuaian  pengakuan  dan  pengukuran ATB antara pencatatan yang telah dilakukan dengan Buletin Teknis Nomor 17 Tahun 2014, lakukan koreksi pencatatan terlebih dahulu sebelum melakukan amortisas Satker agar berpedoman pada Surat Direktur Jenderal Kekayaan  Negara  Nomor  S-1327/ KN/2016 tanggal 7 November 2016 hal lmplementas i Amortisasi  Barang  Milik  Negara  berupa Aset Tak  Berwujud pada  Kementerian Negara/Lembaga .
  2. Lakukan proses backup data sebelum dan setelah melakukan update aplikas Backup datadapat dilaksanakan dengan cara menggunakan menu Utility >> Backup dan dengan melakukan copy database SIMAK-BMN (dbbmn10) ke folder lain. Adapun langkah-langkah untuk back-up manual database  SIMAK-BMN (dbbmn10) , sebagai berikut:

1. Hentikan service mysqlbmn dengan cara  menuju  c:\program  files\dbbmn10\ ,  selanjutnya matikan service mysqlbmn dengan cara  klik  kanan  file  mysql-stop , kemudian pilih run as administrator,

2. Copy folder dbbmn10 ke folder lain (eksternal hardisk/partisi  lain) ;

3. Hidupkan   kembali   service   mysqlbmn   dengan   cara  menuju  c:\program    files\dbbmn10\ selanjutnya   klik  kanan  file  mysql-install,  pilih run  as  administrator .

  1. Lakukan pencetakan saldo awal Laporan BMN sebelum dan setelah dilakukan update aplikasi dan referensi, sebagai bahan verifikasi dan telaah laporan BMN. Apabila ditemukan perbedaan saldo awal antara sebelum dan setelah update aplikasi dan referensi, satker agar berkoordinasi dengan unit akuntansi level atasnya dan/atau Kementerian Keuangan.
  2. Lakukan pencetakan laporan posisi BMN di neraca sebelum dan setelah dilakukan update aplikasi dan referensi, sebagai dasar melakukan penjurnalan ATB yang Dihentikan dari Operasional Pemerintah  pada  Aplikasi SAi BA
  3. Lakukan update aplikasi SIMAK  BMN versi  16.0 dan update  referensi 16.0.
  4. Update berhasil apabila tampilan layar SIMAK-BMN terdapat tulisan Aplikasi SIMAK-BMN UAKPB 2016 AKRUAL –  VERSI 16.0 (25 Nov 2016)
  5.  Lakukan pengecekan nilai akun ATB yang tidak  Digunakan  dalam  Operasional Pemerintahan (166113) yang muncul pada laporan saldo awal posisi BMN di neraca 2016 setelah dilakukan update aplikasi dan referens Nilai dimaksud menjadi dasar  dalam melakukan jurnal manual di SAISA , untuk mereklasifikasi saldo  awal ATB  yang  dihentikan dari penggunaan  dari akun Aset Tetap yang Tidak  Digunakan dalam  Operasi Pemerintahan   ( 166112) menjadi akun ATB yang  tidak  Digunakan  dalam  Operasional  Pemerintahan 166113 . Jurnal yang dilakukan dalam mereklasifikasi akun dimaksud adalah sebagaimana diatur dalam  Petunjuk  Update Aplikasi  SAIBA dan  Referensi SAIBA Versi 3.3.

Jurnal  manual di aplikasi SAIBA  sebagai berikut:

D: ATB  yang  tidak  Digunakan  dalam  Operasional  Pemerintahan  (166113)

K: Aset Tetap  yang Tidak  Digunakan  dalam  Operasi Pemerintahan (166112)

  1. Pastikan bahwa saldo awal akun Aset Tetap yang Tidak Digunakan dalam Operasi Pemerintahan (166112) pada saldo awal laporan posisi BMN di neraca sebelum dilakukan update aplikasi dan referensi sama dengan total saldo akun Aset Tetap yang Tidak Digunakan dalam Operasi Pemerintahan (166112) dan ATB yang tidak Digunakan dalam Operasional Pemerintahan (166113) pada laporan posisi BMN di neraca setelah dilakukan update aplikasi dan referensi.Dalam hal terjadi perbedaan antara total saldo sebelum dan sesudah update aplikasi dan referensi, operator melakukan kembali restore dengan data yang benar.

  1. Lakukan batal terima dan lakukan penerimaan ulang ADK dari aplikasi Persediaan periode bulan Januari s.d. Oktober 2016 .
  2. Lakukan ver ifikas i dan telaah laporan BMN (meliputi persediaan, aset tetap dan  aset  lainnya) sebelum dan setelah update aplikasi dan update referens Terdapat hasil telaah laporan  BMN, satker  melakukan  langkah-langkah sebagai berikut:
    1. Terhadap pos-pos dalam laporan BMN yang  seharusnya  berubah  atas update  aplikasi di atas, satker  agar mengungkapkan  dalam CaLBMN ;
    2. Terhadap pos-pos dalam laporan keuangan yang seharusnya berubah atas update aplikasi di atas tetapi perubahan yang terbentuk t idak sesuai dengan yang seharusnya berdasarkan hasil rekonsiliasi internal, satker agar  melakukan  jurnal  koreksi  pada aplikasi SAIBA  sesua i dengan  ketentuan dalam surat ini;
    3. Terhadap pos-pos  dalam  laporan  BMN  yang  tidak  seharusnya  berubah  atas  update aplikasi di atas, satker  agar melakukan  hal-hal sebagai berikut:
  • Ulangi langkah-langkah update aplikasi  di atas;
  • Apabila setelah dilakukan update ulang di atas namun  masih  ditemukan  kondisi  pada huruf b, satker agar berkoordinasi dengan unit  akuntans i  level  atasnya dan/atau  Kementerian Keuangan;
  1. Dalam hal satker melakukan konsolidasi terhadap data pembantu KPB (sub-satker), maka perlu dilakukan konsolidasi data sub-satker tersebut terlebih dahulu dengan  cara  restore pada satker induk, untuk kemudian dapat dilakukan proses normalisasi, amortisasi, dan koreksi  penyusutan .
  2. Setelah melakukan verifikasi pencatatan ATB sebagaimana dimaksud dalam angka 4, serta melakukan update aplikasi dan referensi sebagaimana dimaksud dalam angka  8,  satker wajib melakukan tahapan  berikut  secara  berurutan:
    1. Proses normalisasi ATB dan amortisasi pertama  kali
  • Lakukan Normalisasi data ATB dan Amort isasi Pertama Kali pada Menu Utility sub Menu Amort isasi Pertama Kali, kemudian klik tombol ” Proses”  untuk  memulai proses  Normalisasi data ATB  dan Amort isasi Pertama Kali.
  • Bila terdapat data yang perlu dilakukan normalisasi,  maka  aplikasi  akan menampikan cetakan Daftar Normalisasi BMN berupa ATB sekaligus melakukan penginputan otomatis atas transaks i normalisasi dengan kode  transaksi  209  dan  299. Atas daftar tersebut satker harus menindaklanjuti hasil normalisasi tersebut dengan melakukan penelusuran terhadap Aset Tak Berwujud tersebut dan dokumen sumber atas Aset Tak Berwujud untuk selanjutnya dicatat menggunakan menu transaksi BMN dengan sub menu Saldo Awai  BMN Uenis transaks i  100).
  • Apabila satker tidak menemukan keberadaaan Aset Tak  Berwujud  dan/atau  dokumen sumber tersebut , satker membuat surat keterangan bahwa telah terjadi kesalahan pembukuan Aset Tak Berwujud, yang sekurang-kurangnya memuat kode Aset Tak Berwuj ud, uraian Aset Tak Berwujud , Nomor Urut Pendaftaran, kuantitas Aset Tak  Berwujud, dan nilai Aset Tak  Berwujud.
  • Selanjutnya , satker harus mengungkapkan hasil dari proses normalisasi atas data Aset Tak Berwujud yang tidak wajar dalam Catatan atas Laporan Keuangan dan Catatan Ringkas atas Barang Milik Negara.
  • Setelah tahap normalisasi data Aset Tak Berwujud , dilanjutkan dengan tahap amortisasi pertama kali dalam sub menu yang sama  yang  secara  otomatis melakukan konfirmasi dengan menekan tombol “yes” untuk menjalankan proses amortisasi pertama
  • Setelah proses Normalisasi data ATB dan Amort isasi Pertama Kali selesai , klik tombol ” Keluar” untuk keluar dari proses Normalisasi data ATB dan Amortisas i Pertama Kali.
    1. Proses batal susut reguler semester I tahun 2016 dari menu Utility  sub  Menu  Penyusutan  dan Amort isasi  Reguler, kemudian  klik tombol “Batal”.
    2. Lakukan proses ubah simpan untuk semua transaksi ATB yang telah direkam selama tahun  2016 . Hal ini wajib dilakukan untuk membentuk  amortisasi transaks i
    3. Untuk transaksi ATB yang telah direkam selama tahun 2016 yang berdampak pada perubahan masa manfaat , satker wajib melakukan ubah, dilanjutkan perekaman perubahan masa manfaat ATB , dan simpan. Hal ini wajib dilakukan untuk menghasilkan perhitungan amortisasi yang tepat , sesuai dengan perubahan masa manfaat Atb tersebut.
    4. Untuk transaks i  ATB   yang  telah  direkam  selama   tahun  2016 ,  yang   diikuti  dengantransaksi  lanjutan, satker  agar melakukan:
  • Hapus seluruh  transaksi lanjutan;
  • Lakukan ubah simpan atas transaks i perolehan awal; dan
  • Rekam kembali seluruh transaksi lanjutan tersebut .

Contoh: Software NUP 8 dibukukan melalui transaksi saldo  awal  tanggal  2  Februari  2016 . Atas software tersebut , dilakukan koreksi pencatatan pada tanggal 4 Mei 2016 ,  dan dilakukan pengembangan pada tanggal 7 Juli 2016 . Maka yang harus dilakukan operator  sesuai petunjuk tersebut  adalah:

  • Melakukan penghapusan     transaksi    pengembangan     dan    transaks i    koreksi pencatatan;
  • Melakukan ubah simpan atas transaksi perolehan awal yang direkam pada tangal 2 Februari 2016 ; dan
  • Merekam kembali seluruh transaksi lanjutan, yaitu  koreksi pencatatan  pada  tanggal 4 Mei 2016 , dan pengembangan  pada tanggal 7 Juli 2016 .
    1. . Untuk  transaksi transfer  keluar  dan  transfer  masuk  ATB  yang  telah  direkam  selama tahun 2016 , satker wajib menghapus dan merekam ulang transaksi Satker yang   melakukan   perekaman   ulang   transfer   keluar   agar   mengirimkan kembali  ADK kepada  satker  penerima BMN.
  1. Dalam rangka melaksanakan Normalisasi data Aset Tetap dan Koreksi Penyusutan Aset Tetap , perlu dilakukan  langkah-langkah  sebagai mana berikut:
    1. Lakukan Normalisasi data Aset Tetap dan Koreksi Penyusutan Aset Tetap pada Menu Utility sub Menu Penyusutan Reguler, pilih untuk semester 2 tahun 2016 kemudian klik tombol “Proses” untuk memulai proses Normalisasi data Aset Tetap dan Koreksi Penyusutan Aset Tetap.
    2. Bila terdapat data yang perlu dilakukan normalisasi, maka aplikasi akan menampikan cetakan Daftar Normalisasi BMN berupa Aset Tetap sekaligus melakukan penginputan otomatis atas transaks i normalisasi dengan kode transaksi 209 dan 299 . Atas daftar tersebut satker harus menindaklanjuti hasil normalisas i tersebut dengan melakukan penelusuran terhadap Aset Tetap tersebut dan dokumen sumber atas Aset Tetap untuk selanjutnya dicatat menggunakan menu transaks i BMN dengan sub menu Saldo Awa i BMN Uenis transaksi 100);
    3. Apabila satker tidak menemukan keberadaaan Aset Tetap dan/atau dokumen sumber tersebut , satker membuat surat keterangan bahwa telah terjadi kesalahan pembukuan Aset Tetap, yang sekurang-kurangnya memuat kode Aset Tetap , uraian Aset Tetap, Nomor Urut Pendaftaran, kuantitas Aset Tetap, dan nilai Aset   Tetap;
    4. Selanjutnya , satker harus mengungkapkan hasil dari proses normalisasi atas data Aset Tetap yang tidak wajar dalam Catatan  atas Laporan  Keuangan dan Catatan Ringkas  atas  Barang Milik Negara.
    5. Setelah tahap normalisasi data Aset Tetap, dilanjutkan dengan  tahap  koreksi penyusutan dalam sub menu yang sama yang secara otomatis melakukan konfirmasi dengan  menekan tombol  “yes” untuk  menjalankan  proses koreksi penyusutan .
    6. Terhadap data yang dilakukan koreksi penyusutan, perlu dicermati kembali apakah nilai koreksi penyusutan baik pada akumulasi penyusutan maupun pada beban penyusutan merupakan nilai yang wajar .
    7. Setelah tahap koreksi penyusutan terhadap data penyusutan Aset Tetap, dilanjutkan dengan tahap penyusutan reguler dalam sub menu yang sama yang secara otomatis melakukan konfirmasi dengan menekan tombol “yes” untuk menjalankan proses penyusutan reguler semester 2 tahun 2016 . Penting diperhatikan terhadap satker yang melakukan konsolidasi atas laporan sub-satker , proses penyusutan semester 2 tahun 2016   dilakukan   di  masing-masing   sub-satker ,   maka   perlu   dijakankan   ulang menu tersebut  pada  masing-masing sub-satker.
    8. Setelah proses Normalisasi data Aset Tetap dan Koreksi Penyusutan Aset Tetap selesai, klik tombol ” Keluar” untuk keluar dari proses Normalisasi data Aset Tetap dan Koreksi Penyusutan Aset Tetap .
  1. Bila setelah dilakukan tahap-tahap diatas masih terdapat transaksi baru, tahapan tersebut diatas harus dilakukan ulang mulai poin 14 dalam rangka menunjang validitas Laporan Barang Pengguna yang telah disusun.

 

 

B. Update Aplikasi SIMAK  BMN versi  16.0.0 meliputi:

1.       Normalisasi Data BMN

Pada saat melakukan perhitungan penyusutan , terdapat kemungkinan teridentifikasi data yang tidak wajar , sehingga perlu dilaksanakan proses penyajian data yang reliable dan akuntable dengan cara melakukan proses reklasifikasi data BMN yang tidak wajar tersebut ke dalam Daftar Normalisasi Data Barang Milik Negara. Proses normalisasi tersebut dilakukan sebelum dilakukannya perhitungan penyusutan dan amortisasi. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan data BMN sehingga siap untuk dilakukan perhitungan penyusutan dan amortisasi. Normalisasi bertujuan untuk menyajikan data BMN dengan nilai dan kuatitas yang wajar serta sesuai dengan dokumen sumber . Normalisasi atas BMN berupa ATB dilaksanakan  sebagai berikut:

  1. Normalisasi dilaksanakan atas data Aset Tak Berwujud tidak wajar yang diperoleh sampa i dengan 31 Desember 2015 sebelum amortisasi pertama kali;
  2. Hasil normalisasi data Aset Tak Berwujud sebelum amort isasi pertama kali dibukukan pada tanggal 1 Januari 2016 .
  1. Koreksi Penyusutan Aset Tetap

Setelah proses normalisasi tersebut diatas dijalankan , tahap selanjutnya adalah melakukan perhitungan atas koreksi penyusutan . Transaksi ini akan melekat pada menu penyusutan semester II Tahun 2016 . Sebelum  dilakukan  penyusutan semester II 2016 maka aplikasi secara otomatis melakukan pengecekan data tidak normal dan sekaligus  memperhitungkan  koreksi penyusutan .

  1. Perubahan Referensi SIMAK BMN
    1. Perubahan Referensi Kode BMN

Perubahan referensi ini dilaksanakan dalam rangka mengakomodasi penambahan penggolongan dan kodefikasi Aset Tak Berwujud sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 532/ KM.6/2015 tanggal 6 November 2015 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.06/201O tentang Penggolongan dan Kodefikasi BMN. Adapun perubahan referensi adalah sebagai berikut:

PMK 29/PMK.06/2010 KMK 532/KMK.06/2015
Kodefikasi Barang Uraian Aset Tak Berwujud Kodefikasi Barang Uralan Aset Tak Berwujud
8010101001 Software  Komputer 8010101001 Software Komputer
8010101002 Lisensi 8010101002 Lisensi
8010101003 Franchise 8010101003 Franchise
8010101004 Hak Cipta (Copyright) 8010101004 Hak Cipta alas Ciptaan Golongan I
8010101005 Hak Paten 8010101005 Hak Paten Sederhana
8010101006 Hak Lainnya 8010101006 Hak Lainnya
8010101007 Hasil Kajian/Penelitian 8010101007 Hasil Kajian/Penelitian
8010101999 Asel Tak Berwujud Lainnya 8010101008 Hak Cipta alas Ciptaan Golongan II
8020101001    Asel Tak Berwujud Dalam 8010101009 Hak Cipta Karya Seni Terapan
8010101010 Hak Ekonomi Pelaku Pertunjukan
801010101 1 Hak Ekonomi Produser Fonogram
8010101012 Hak Ekonomi Lembaga Penyiaran
8010101013 Paten Biasa
8010101014 Merek
801010101 5 Desain lndustri
8010101016 Rahasia Dagang
8010101017 Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
8010101018 Perlindungan Varietas Tanaman Semusim
8010101019   Perlindungan Varietas Tanaman
Tahunan
8010101999 Aset Tak Berwujud Lainnya
8020101001 Aset Tak Berwujud Dalam Pengerjaan

 

  1. Perubahan Referensi Akibat Penambahan Kode Akun Neraca Untuk Aset Tak Berwujud

Dalam rangka mempermudah analisa laporan keuangan, khususnya  transaksi  terkait  Aset  Tak  Berwujud, perlu penambahan  akun neraca sebagai  berikut:

  • Aset Lainnya Tak  Berwujud Yang Tidak  Digunakan  Oalam Operasi Pemerintah;
  • Aset Lainnya Yang Tidak  Digunakan  Dalam  Operasi Pemerintahan ;
  • Akun untuk menampung beban amortisas i ATB yang tidak digunakan dalam Operasi Pemerintahan ;
  • Akun untuk menampung akumulas i amortisasi ATB yang tidak digunakan dalam Operasi Pemerintahan ;
  • Akun untuk menampung ekuitas terkait ATB (Koreksi  Aset  Lainnya  Non Revaluasi).
  1. Penambahan Tabel Referensi Untuk  Masa  Manfaat Aset  Tak Berwujud
    • Masa manfaat Aset Tak Berwujud ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 620/KMK .06/2015 telah mengatur masa manfaat untuk setiap sub-sub kelompok Aset Tak  Berwujud sebagai  dasar perhitungan amortisasi ;
    • Masa manfaat hasil pengembangan ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 98/KMK .06/2016 . Operator melakukan penginputan masa manfaat hasil pengembangan berdasarkan dokumen yang sah. Apabila terdapat kesalahan penginputan masa manfaat hasil pengembangan , operator melakukan perbaikan dengan menjalankan menu koreksi masa manfaat pada periode pelaporan selanjutnya  berdasarkan dokumen  sumber  yang sah.
  2. Amortisasi Pertama Kali Aset Tak Berwujud
    1. Amortisasi pertama kali dilakukan terhadap Aset Tak Berwujud yang diperoleh sampai dengan 31  Oesember  2015 , berdasarkan  saldo  pada tanggal  1 Januari  2016 , dengan menggunakan nilai buku Aset Tak Berwujud sampa i dengan 31 Desember 2015 yang telah dilakukan  normalisasi;
    2. Dalam hal terjadi perubahan nilai Aset Tak Berwujud sebelum tahun  2015  sebaga i akibat penambahan atau pengurangan kuantitas dan/atau  nilai  Aset  Tak  Berwuj ud, maka  penambahan  atau  pengurangan  tersebut  diperhitungkan   dalam   nilai   yang dapat diamortisasikan;
    3. Hasil amortisasi pertama kali dibukukan pada tangga l 1 Januari 2016 ;

 

B. Data SIMAK-BMN yang Tidak  Terproses  dengan Sempurna

Bila dalam proses tersebut diatas masih terdapat data-data SIMA K-BMN  satker  atau  sub­  satker yang tidak wajar dan atau tidak dapat ditelusur i kewajarannya karena satu dan lain hal, maka satker dapat menyampa ikan permasalahan tersebut melalui  email  Direktorat  Baranag  Milik   Negara,  Direktorat   Jenderal   Kekayaan   Negara   dengan   alamat simakbmn@kemenkeu .go.id.

C. LainLain

Beberapa permasalahan masih ditemukan pada Aplikasi SIMAK-BMN versi 16.0. Untuk mengatasi permasalahan tersebut , satker agar berpedoman pada alternatif solusi sebagaimana DISINI.

 

 

Tags: , , ,