PEMBERITAHUAN

Sehubungan dengan pelaksanaan Pasal 9 ayat (1) dan Pasal 39 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-44/PB/2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara Pada Akhir Tahun Anggaran 2016, dengan ini disampaikan sebagai berikut:

  1. Gaji induk buIan Januari 2017 dibayarkan tepat pada tanggal 3 Januari 2017.
  2. Untuk keperluan pembayaran gaji induk buIan Januari 2017, Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan menyediakan data pagu DIPA 2017.
  3. Satuan Kerja mitra KPPN Ternate agar mengunduh data pagu DIPA 2017 melalui http://rkakldipa.anggaran.depkeu.go.id atau datang langsung ke KPPN untuk mengkopi data pagu DIPA  2017 di komputer swalayan atau meminta ke CSO KPPN Ternate.
  4. SPM-LS dan SP2D untuk pembayaran gaji induk bulan Januari 2017 dapat diproses sebelum DIPA Tahun Anggaran 2017 diserahterimakan.
  5. ADK SPM-LS Gaji lnduk bulan Januari 2017 agar dibuat terpisah dengan ADK SPM lainnya guna memudahkan pemrosesan Data Supplier gaji induk bulan Januari 2017
  6. SPM-LS dan SP2D sebagaimana dimaksud pada angka 4 diberi tanggal 3 Januari 2017 dan membebani DIPA Tahun Anggaran 2017 Satuan Kerja berkenaan dengan data pagu yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran.
  7. Batas waktu pengajuan SPM-LS Gaji lnduk bulan Januari 2017 diperpanjang sampai dengan tanggal 16 Desember 2017.
  8. Kartu ldentitas Petugas Satker (KIPS) tahun 2016 dapat digunakan untuk pengajuan SPM;_LS dan pengambilan SP2D Gaji lnduk bulan Januari 2017.
  9. Tata cara penerbitan SPM-LS dan penerbitan SP2D untuk pembayaran gaji induk bulan Januari 2017 agar dilaksanakan sesuai ketentuan mengenai tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara.
  10. Bagi Satuan Kerja yang menggunakan Aplikasi SAS, diminta mengunduh Aplikasi SAS 2017 yang digunakan untuk memproses pembayaran gaji induk bulan Januari 2017 melalui website http://www.djpbn.kemenkeu.go.id/portal/id.
  11. Khusus pembayaran gaji induk bulan Januari 2017 pada Satuan Kerja Madrasah lbtidaiyah Negeri yang digabung ke dalam Satuan Kerja Kantor Kementerian Agama  Kabupaten/Kota akan diatur lebih lanjut dengan petunjuk tersendiri.

APLIKASI SAS 2017

Aplikasi SAS 2017

 

Dalam pembuatan Gaji Januari 2017, Aplikasi Gaji yang digunakan masih GPP yang lama. Namun perlu diingat, Aplikasi SAS 2017 ini adk SPMnya perlu diinjeksi menggunakan aplikasi PIN PPSPM 2017.

Aplikasi SAS 2017 terdiri dari :

  1. Installer_Aplikasi_SAS2017_v17.0.0.exe bisa anda download di FTP Perbendaharaan Installer_Aplikasi_SAS2017_v17.0.0.exeatau di Google Drive Install Aplikasi SAS 2017 v17.0.0
  2. Installer_Database_SAS2017_v17.0.0.exe bisa diunduh di FTP Perbendaharaan Installer_Aplikasi_SAS2017_v17.0.0.exeatau Google drive
    Install database SAS 2017 v17.0.0

TAMBAHAN MANUAL


  1. Terima Data PPNPN Tahun Lalu

Digunakan untuk menerima data PPNPN tahun lalu, supaya tidak melakukan input ulang  data pegawai, keluarga dan SK pengangkatan. ADK dibentuk dari aplikasi SAS tahun lalu dengan sub menu Kirim data PPNPN Lintas Tahun. Pada contoh dibawah file nya : PPNPN_400233_2016.zip.

Keterangan :

  • Klik tombol (……) untuk memilih ADK
  • Klik tombol proses jika ADK sudah dipilih
  1. Catatan

Pastikan untuk daftar pembayaran mulai Januari sampai dengan Desember 2017 menggunakan aplikasi. Bulan yang diisikan adalah bulan gaji, bukan bulan spm diajukan. Misal untuk honor januari bulannya diisi ‘01’ walaupun dibuat pada bulan Februari.

 

MANUAL PEMBAYARAN PPNPN PADA APLIKASI SAS

 

1. Installupdate

  • Pilih fileupdate   0.6.exe,   kemudian   klik   kanan   mouse    dan pilih   Run   as Administrator
  • Klik tombol install kemudian tunggu hingga proses instalasi update selesai
  • Setelah instalasi  selesai  klik  tombol  selesai  dengan  checklist  pada  checkbox jalankanupdate referensi
  • Login sebagai admin aplikasi SAS 2016
  • Klik tombol  update  pada  jendela  windowUpdate  Referensi  2016  dan  tunggu  hinggaproses update referensi selesai dan muncul notifikasi Proses Update Berhasil
  • Jalankan aplikasi SAS dengan modul admin

2. Pembagian Pagu PPNPN

  • Dalam modul admin SAS 2016 pilih menu pagu 7 Pembagian Pagu PPNPN
  • Pada jendela windowSplit Data Pagu PPNPN isikan kode PPK satker (dalam contoh 00,untuk mengecek kode PPK dapat dilihat pada modul admin menu referensi I > kode PPK) kepada akun dimana gaji PPNPN akan dibebankan (sesuaikan akunnya)
  • Setelah selesai, klik tombol simpan di pojok kiri bawah jendela windowpembebanan

3. Input referensi identitas kantor

  • Setelah log in modul PPK, kemudian pilih menu PPNPN 7 Referensi 7 Identitas Kantor
  • Dalam jendela windowreferensi identitas kantor, klik tombol rekam kemudian isi seluruh field mulai dari kode satker sampai kode KPPN (semua wajib diisi)
  • Setelah semua field terisi klik tombol simpan

4. Input Referensi Anak Satker

  • Setelah input referensi identitas kantor, kemudian pilih menu PPNPN > Referensi > Anak Satker
  • Dalam jendela window  referensi  anak satker, klik  tombol rekam  kemudian  isi seluruh field (semua wajib diisi)
  • Setelah semua field terisi klik tombol ok untuk menyimpan referensi anak satker

5. Set referensi anak satker

  • Setelah input referensi anak satker, kemudian pilih menu PPNPN >  Referensi > Setting Anak Satker
  • Dalam jendela windowsetting anak satker, klik checkbox default anak satker yang akan dijadikan anak satker default
  • Setelah checkbox terisi kemudian klik tombol set default

* Untuk memproses anak satker yang lain dapat diubah default nya kemudian klik tombol set default

 

6. Setting penomoran DPP

  • Setelah set default anak satker, kemudian pilih menu PPNPN > Referensi > Penomoran DPP
  • Dalam jendela window setting nomor DPP, klik tombol rekam kemudian isi field satker dan field nomor(isikan nomor 000000 apabila ingin memulai DPP dari nomor 000001), kemudian klik tombol simpan

7. Input RUH PPNPN

  • Setelah seluruh sub-menu referensi pada menu PPNPN selesai diisi, kemudian pilih menu PPNPN 7Input7 RUH PPNPN/Keluarga/SK
  • Dalam jendela windowInput Data PPNPN, klik tombol add untuk merekam data
  • Terdapat 3  bagian  field  yang  tersedia  pada  jendela  windowInput  Data  PPNPN  yaitu bagian I data PPNPN, bagian II data SK dan Penghasilan PPNPN, bagian II  data keluarga PPNPN. (Field I dan II wajib diisi, Field III wajib diisi apabila status PPNPN selain dari tidak kawin)
  • Untuk merekam data SK dan Keluarga pada bagian field I dan II dapat dengan meng-klik tombol add kemudian simpan setelah selesai merekam
  • Untuk melakukan perekaman data rekening PPNPN untuk pembuatan SPM LS ke rekening PPNPN dapat dengan mengklik tombol open data rekening pada field I
  • Setelah semuafield terisi klik tombol save
  • keterangan:

* pada kolom kedudukan terdapat 3 (tiga) referensi kedudukan yaitu:

  1. aktif-BPJS: untuk pegawai berstatus aktif dan dikenakan potongan BPJS (baik yang sudah mempunyai kartu BPJS maupun belum, baik yang menanggung BPJS ataupun tertanggung BPJS)
  2. aktif-nonBPJS: untuk    pegawai     berstatus    aktif    namun     tidak    dikenakan potonganBPJS (contoh: pensiunan PNS yang kemudian menjadi PPNPN. Iuran BPJS sudah ditanggung oleh negara karena statusnya pensiunan sehingga sebagai PPNPN dia tidak perlu membayar iuran BPJS)
  1. nonaktif: untuk pegawai yang diberhentikan atau tidak dimasukkan ke dalam daftar nominatif
  • Khusus kasus dimana PPNPN terdiri dari satu keluarga (Nomor Kartu Keluarga sama) yang sama-sama PPNPN, maka data keluarga yang perlu diisi lengkap hanya satu PPNPN saja (contoh: suami), sedangkan PPNPN yang lain (istri/anak) dibuat status perkawinannya 1000 (tidak kawin) karena datanya sudah ada di data  keluarga suami.
  • pada kolom NPWP terdapat validasi 3 digit kode KPP pada NPWP digit ke 10-12. untuk pegawai yang tidak mempunyai NPWP silahkan kode NPWP silahkan kolom NPWP diisi angka 0 dengan digit ke 10-12 diisi kode KPP NPWP bendahara kantor contoh : 000000000005000
  • pada field data rekening PPNPN, kolom kode swift dan dan kode iBan hanya perlu diisi oleh PPNPN yang mempunyai rekening di bank asing

 

8. Input Status Kawin untuk PTKP

  • Setelah input data PPNPN/Keluarga/SK, kemudian pilih menu PPNPN > Input > Status Kawin Awal Tahun untuk PTKP
  • Dalam jendela window Status Kawin Awal Tahun, klik update untuk tombol memunculkan data PPNPN yang baru direkam di input data PPNPN simpan update untuk kemudian  klik simpan

9. Input Nomor Urut PPNPN

  • Setelah input  Status Kawin  Awal  Tahun  untuk  PTKP,  kemudian   pilih menu  PPNPN > Input > Nomor Urut PPNPN
  • Dalam jendela window Nomor Urut PPNPN akan terlihat PPNPN yang belum mempunyai nomor urut (baru direkam) berwarna merah, kemudian klik tombol cek dan kemudian klik urutkan
  • Pegawai PPNPN yang sudah mendapatkan nomor urut PPNPN akan berubah menjadi warna hitam
  1. Input RUH Potongan DPP
  • Setelah input Nomor Potongan DPP , kemudian pilih menu PPNPN > Input > RUH Potongan DPP
  • Dalam jendela window Perekaman Potongan Penghasilan Perbulan, pilih terlebih dahulu bulan yang akan dipilih, kemudian akan terlihat daftar PPNPN yang telah direkam.
  • Input jumlah potongan pada bulan berkenaan dalam kolom potongan kemudian klik simpan
  • Keterangan:

*   Potongan DPP dimaksud adalah potongan DPP berdasarkan kontrak Contoh: Potongan absen

 

11. Input RUH DPP

  • Setelah input RUH Potongan DPP, kemudian pilih menu PPNPN 7Input7 RUH Daftar Pembayaran Penghasilan
  • Dalam jendela window Proses Daftar Pembayaran Penghasilan (DPP) PPNPN, klik tombol rekam kemudian pilih terlebih dahulu bulan dan jenis DPP yang akan dipilih, kemudian akan terlihat daftar PPNPN yang telah direkam
  • Klik checkbox pada PPNPN yang akan dibayarkan gajinya kemudian klik tombol Proses DPP dan kemudian nomor DPP akan terbentuk
  • Keterangan:

*     Terdapat tiga jenis DPP yang dapat dipilih:

  1. Bulanan

Untuk DPP pembayaran PPNPN secara reguler (tiap bulannya)

  1. Rapel Pertama Kali

Untuk DPP pembayaran PPNPN dimana saat pertama kali PPNPN menerima penghasilannya dirapel selama lebih dari satu bulan.

(contoh: kontrak kerja PPNPN saat pertama kali bekerja di kantor bersangkutan terhitung mulai tanggal 01 Januari 2016, namun pembayarannya baru dilakukan bulan Maret 2016, maka pada pembuatan DPP di bulan Maret pilih jenis 2 Rapel Pertama Kali dan masukkan bulan awal Januri dan bulan akhir Februari.)

  1. Rapel Bukan Pertama Kali

Untuk DPP pembayaran PPNPN dimana PPNPN menerima penghasilannya secara rapel selama lebih dari satu bulan (bukan pertama kali bekerja di kantor bersangkutan)

(contoh:  seorang  PPNPN  sudah  mulai  bekerja  terhitung  mulai  tanggal 01 Januari  2016  dan   selanjutnya   gajinya   dibayarkan   bulanan   secara  reguler sampai gaji bulan Maret yang dibayarkan pada bulan April. Namun, kemudian karena suatu alasan gaji PPNPN tersebut untuk bulan April dan Mei baru bisa dibayarkan bulan Juni. Maka dibuatkan DPP dengan jenis 3 Pertama Kali kemudian masukkan bulan awal April dan akhir Mei)

*     Pemilihan  bulan/tahun  saat  proses  pembuatan    DPP  dibawah, ketentuan:

  1. Untuk jenis DPP Bulanan, pilih bulan/tahun pembayaran DPP
  1. Untuk jenis DPP Rapel Pertama Kali, pilih bulan/tahun proses pembuatan DPP seperti pada contoh halaman sebelumnya nomor 2
  2. Untuk jenis DPP Rapel Bukan Pertama Kali, pilih bulan/tahun proses pembuatan DPP seperti pada contoh halaman sebelumnya nomor 3

 

12. Cetak Daftar/Rekap DPP

  • Setelah seluruh sub-menu input pada menu PPNPN selesai diisi, kemudian pilih menu PPNPN 7 Cetak 7 Cetak Daftar/Rekap Daftar Pembayaran Penghasilan
  • Dalam jendela windowCetak Daftar PPNPN, isikan terlebih dahulu kode satker dan bulan yang akan dicetak, kemudian klik tampilkan untuk menampilkan daftar DPP
  • Klik checkbox pada DPP yang ingin dicetak kemudian klik tombol cetak

 

13. RUH SPP PPNPN (LS Bendahara)

  • Setelah DPP dicetak, kemudian pilih menu SPP > RUH SPP
  • Dalam jendela window SPP, isikan field seperti biasa mengisi SPP. Perbedaannya adalah ketika ke tombol pilih dan muncul jendela baru akan muncul tombol PPNPN yang  isinya adalah daftar DPP PPNPN yang telah dibuat
  • Pilih DPP yang akan dibuat SPP nya dan pilih pagu PPNPN yang telah dibagi sebelumnya
  • Isikan kolom jumlah pada pagu PPNPN sesuai dengan jumlah kotor penghasilan
  • Lanjutkan proses pengisian field RUH SPP seperti biasa sampai pada tombol supplier, pilih supplier nya bendahara
  • Setelah supplier dipilih bendahara, kemudian klik tombol kembali dan lanjut ke tombol akun
  • Ketika jendela  window rekam  rincian  terbuka  setelah  tombol  akun  diklik, pastikan jumlah potongan PPH ps.21 dan Potongan BPJS sesuai dengan hasil cetakan potongan yang terdapat pada Daftar/Rekap Daftar Pembayaran Penghasilan PPNPN lalu kemudian klik tombol simpan

 

14. RUH SPP PPNPN (LS Pihak Ketiga)

  • Untuk melakukan pembayaran PPNPN langsung ke rekening PPNPN maka perlu dilakukan perekaman supplier baru di modul admin SAS, buka modul admin SAS 2016 kemudian pilih menu Referensi I >  Supplier
  • Setelah masuk jendela window referensi supplier klik tombol rekam dan lakukan proses rekam supplier seperti yang biasa dilakukan
  • Yang perlu diperhatikan dalam perekaman supplier PPNPN ini adalah tipe supplier yang digunakan adalah tipe 06 Penerusan Pinjaman (data lain merupakan dummy, isikan sesuai kondisi satker)
  • Setelah semua kolom sampai telepon diisi klik tombol tambah alamat
  • Isikan data alamat sesuai dengan kondisi satker, kemudian klik tombol tambah rekening
  • Isikan data rekening sesuai dengan kondisi yang ada. Dalam hal Nama Rekening dan Nomor Rekening dapat dituliskan Terlampir
  • Setelah data  terisi  semua  klik  tombol  simpan  rekening,  kemudian  simpan     alamat, kemudian simpan(validasi NPWP pada kolom NPWP sama dengan seb digit 10-12 isikan kode KPP pada NPWP bendahara)
  • Setelah proses rekam supplier selesai dilakukan, proses pembuatan SPP mirip dengan proses sebelumnya seperti pembuatan LS Bendahara di poin sebelumnya, perbedaannya adalah ketika memilih supplier 06 tersebut

 

15. Cetak SPP

  • Setelah proses rekam SPP PPNPN selesai, kemudian pilih menu SPP > Cetak SPP
  • Berikan checklist pada checkbox SPP PPNPN yang sebelumnya telah direkam kemudian klik tombol proses yang kemudian akan menampilkan hasil print-out SPP PPNPN

 

16. Rekam SPM

 

  • Setelah proses cetak SPP PPNPN dilakukan, kemudian masuk ke dalam modul PPSPM untuk melakukan perekaman, pencetakan dan pembuatan ADK SPM
  • Setelah masuk modul PPSPM pilih menu SPM 7 Catat, Batal, Hapus SPM kemudian pilih tombol catat SPM
  • Setelah tombol catat SPM di klik maka akan muncul jendela window daftar SPP yang telah dicetak
  • Pilih SPP PPNPM yang telah dibuat sebelumnya kemudian isi kolom tanggal SPM di pojok kanan atas kemudian klik tombol simpan

17. Cetak SPM

  • Setelah proses catat SPM PPNPN selesai, kemudian pilih menu SPM > Cetak SPM
  • Berikan checklist pada checkbox SPM PPNPN yang sebelumnya telah dicatat kemudian klik tombol proses yang kemudian akan menampilkan hasil print-out SPM PPNPN

18. Transfer ADK SPM

  • Setelah proses cetak SPM PPNPN dilakukan dan SPM siap dikirim ke KPPN, kemudian pilih menu Utility 7Transfer SPM ke KPPN untuk pembuatan ADK SPM
  • Setelah jendela   windowTransfer   SPM   ke   KPPN    muncul,   berikan     hecklist   pada checkboxtransfer SPM PPNPM yang ingin dikirim ke KPPN kemudian klik tombol transfer (jangan lupa pilih direktori tujuan ADK SPM)
  • Setelah proses transfer ADK SPM berhasil maka akan terbentuk ADK SPM dan PPNPN di direktori tujuan dengan format file .spm dan .npn yang siap dibawa ke KPPN
 

Tags: , , ,