PENJELASAN UMUM APLIKASI SAIBA 2015

=====================================

 

Aplikasi SAIBA 2014 dibangun dengan VFP 7, dan Database Vfp7.

 

Aplikasi tingkat UAKPA, hanya terdiri 1 Aplikasi, yaitu Aplikasi SAIBA.

Aplikasi ini digunakan untuk semua satker dengan jenis kewenangan: KP/KD/DK/TP/UB

 

Jenis Kewenangan di tentukan pada saat Registrasi User.

Aplikasi SAIBA 2015 akan disimpan dalam Folder C:\SAIBA

 

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN APLIKASI :

 

  1. Install Aplikasi SAIBA 2015
  2. Login Dengan User ID : admin Password : admin
  3. Lengkapi Tabel Satker
  4. Buat User Uperator
  5. Log-off
  6. Masuk dengan User Operator dengan TA : 2014
  7. Lakukan proses pengambilan Saldo Awal : Menu Proses->Pengambilan Saldo Awal
  8. Rekam Transaksi
  9. Posting
  10. Cetak Laporan
  11. Rekonsiliasi
  12. Pengiriman ke UAPPA-W/UAPPA-E1
  13. Backup

 

DOWNLOAD APLIKASI SAIBA 2015

 

1   Install Aplikasi SAIBA 2015

 

  1. Install Aplikasi SAIBA 2015

 

  1. Masukan CD Aplikasi ke drive CD.
  1. Jalankan Windows Explore => klik dua kali

Pilih Folder Instal-SAKPA-2014 => klik dua kali

Pilih  klik dua kali

 

  1. Sehingga muncul tampilan sbb:

 

Klik tombol , sehingga muncul tampilan sbb :

 

Tunggu beberapa saat, sehingga muncul tampilan sbb :

 

 

 

  1. Apabila proses instalasi berhasil, maka dalam desktop monitor akan tampil icon sbb:

 

Jika sudah dilakukan proses instalasi untuk aplikasi, maka aplikasi SAIBA 2015 tingkat UAKPA siap dijalankan dan dapat digunakan.

 

Jika sudah pernah melakukan proses instalasi untuk aplikasi SAIBA 2015, apabila ingin memperbaharui aplikasi ini cukup dengan melakukan proses update. Baik itu update aplikasi SAIBA 2015 atau update referensi SAIBA 2015.

 

2 Langkah Awal Memulai Aplikasi SAIBA 2015

 

 

  1. Mulai menjalankan Aplikasi SAIBA 2015

 

Hidupkan komputer sehingga muncul tampilan utama windows.

Double klik icon     untuk Satuan Kerja Kantor Pusat, Kantor Daerah, Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan atau Urusan Bersama.

 

 

Memulai Pengoperasian

 

Setelah aplikasi dijalankan, maka akan muncul tampilan awal sbb:

 

Untuk membuat setup lokasi dan setup user :

  • Ketik “admin” di kotak Nama ID
  • Ketik “admin” di kotak Password
  • Ketik “2014” di kotak Tahun Anggaran
  • Klik icon

 

 

 


  1. Setup Satker

 

Sebelum masuk ke satker yang bersangkutan, lakukan registrasi untuk satker masing-masing.

 

Klik Tabel Referensi >>> Satker

 

Klik tombol , lalu isikan kode BA, Es1, wilayah, kode satker dan uraian satker sesuai dengan dokumen sumber (DIPA).

Tabel satker, juga bisa di-copy-kan dari aplikasi SAKPA, dengan fasilitas

 

Jika setup untuk satker sudah selesai dan sesuai dengan dokumen sumber >>> klik tombol

 

 

  1. Registrasi User untuk Satker yang Bersangkutan

 

Untuk dapat masuk ke satker yang telah didaftarkan dalam setup satker tadi, maka user harus melakukan registrasi user.

Klik Utility >>> Registrasi User sehingga muncul tampilan sbb:

 

  • Klik tombol
  • Isikan data yang diminta
  • Klik tombol Simpan untuk menyimpan
  • Klik tombol Batal jika ingin membatalkan atau kembali ke tampilan awal

 

Tampilan layar untuk proses tambah adalah sbb:

 

 

Tampilan Tambah User terdiri dari isian sbb:

  •   Nama
: Diisi dengan nama user atau nama satker (maksimal 30 karakter).
  •  Nama ID
: Diisi dengan Nama ID yang diinginkan (maksimal 15 karakter).
  • Password
: Diisi dengan password
  • Ulangi Password
: Diisi harus sama dengan isian password
  • Bagian Anggaran
: Otomatis, apabila isian kode satker telah diisi.
  • Eselon I
: Otomatis, apabila isian kode satker telah diisi.
  •  Wilayah
: Otomatis, apabila isian kode satker telah diisi.
  •  Satker
: Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode Satker.
  • Jenis Kewenangan
: Dipilih Kantor Pusat, Kantor Daerah, Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan atau Urusan Bersama.
  • Kantor Wilayah
: Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode Kantor Wilayah apabila kode BA, Eselon I adalah 015.04, 015.05, 015.08, 015.09.
  • BA Pelaksana
: Diisi dengan BA Pelaksana, apabila Bagian Anggaran adalah BA 999.
  • ES 1 Pelaksana
: Diisi dengan Eselon I Pelaksana, apabila Bagian Anggaran adalah BA 999.

Jika Register User untuk satker sudah selesai terisi>>> klik icon

 

Apabila proses Simpan dilakukan, maka akan muncul informasi registrasi user sbb:

 

 

Informasi register user ini hanya akan muncul sekali saja, pada saat registrasi user pertama kali.

 

 

  1. Set Direktori

 

Sub Menu Lokasi Directory digunakan untuk mengetahui dimana lokasi database tabel referensi, tabel DIPA, tabel SPM dan transaksi tersebut berada dan akan disimpan sebagai default pada aplikasi SAIBA tersebut.

Klik Utility >>> Set Direktori, sehingga muncul tampilan sbb:

 

Tampilan Lokasi Directory untuk SAIBA 2015 terdiri dari isian sbb:

  • Lokasi Tabel Referensi
: Diisi/pilih menggunakan tombol sesuai dengan lokasi tabel Referensi. Lokasi default adalah C:\SAIBA\REF\
  • Lokasi Tabel DIPA
: Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan lokasi tabel DIPA. Apabila tidak terintegrasi dengan aplikasi SPM 2014 maka directory yang digunakan C:\SAIBA\TRN\.
  • Lokasi Tabel SPM
: Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan lokasi tabel SPM. Apabila tidak terintegrasi dengan aplikasi SPM 2014 maka directory yang digunakan C:\SAIBA\TRN\.
  • Lokasi Transaksi
: Diisi/pilih menggunakan tombol  , sesuai dengan lokasi tabel transaksi. Apabila tidak terintegrasi dengan aplikasi SPM 2014 maka directory yang digunakan C:\SAIBA\TRN\.

 

 

Klik tombol Simpan untuk menyimpan.

Klik tombol Batal jika ingin membatalkan atau kembali ke tampilan awal.

 

Apabila aplikasi DIPA atau SPM terintegrasi dengan aplikasi SAK, maka Lokasi tabel DIPA dan Lokasi tabel SPM diisi dengan lokasi database DIPA atau SPM tersebut. Misalnya aplikasi DIPA atau SPM tersebut berada di folder C dalam satu komputer yang sama, maka pengisian lokasi tabel DIPA atau lokasi tabel SPM adalah C:\DBSATKER\DATA\SQLDB14

 

 

Apabila langlah-langkah tersebut sudah dilakukan, klik icon Log Off….

 

 

sehingga muncul kembali tampilan :

 

 

 

Untuk masuk ke aplikasi :

  • Di kotak Nama ID isikan dengan Nama ID yang telah didaftarkan di menu Admin.
  • Di kotak Password isikan dengan Password yang telah didaftarkan di menu Admin.
  • Ketik “2014” di kotak Tahun Anggaran.
  • Klik icon

 

 

MENU UTAMA

 

  1. Tabel Referensi

 

  1. Transaksi

 

  1. Terima SKPA

 

  1. Proses

 

  1. Rekonsiliasi BMN

 

  1. Laporan

 

  1. Utility

 

 

3 Pengambilan Saldo Awal 2014

Pengambilan Saldo Awal dan Summary Buku Besar 2013 ini dilakukan untuk membentuk saldo awal berdasarkan data-data 2013. Sesuaikan lokasi database aplikasi SAKPA 2013, misalnya di directory c maka lokasi database nya adalah C:\SAKPA13\TRN\. Atau cara ini dapat dilakukan dengan cara browsing dengan mengklik tombol  . Proses ini dilakukan pada saat setup aplikasi SAIBA.

Pada saat proses Pengambilan Saldo Awal 2014, aplikasi SAKPA 2013 harus dalam keadaan tidak aktif.

 

Klik Proses >>> Pengambilan Saldo Awal, maka akan muncul tampilan sbb:

 

Lokasi Buku Besar 2013 diisi atau dipilih menggunakan tombol , sesuai dengan directory atau folder aplikasi sebelumnya (misal : C:\sakpa13\trn\).

 

Pilih satker mana saja yang akan dilakukan proses pengambilan saldo awal dan summary buku besar 2014 dengan cara memberi ceklist

 

Tabel Informasi memberikan informasi kompilasi jumlah dari data-data 2014 dan jumlah data sesudah dilakukan proses Summary.

 

Tombol digunakan untuk membatalkan proses pengambilan saldo awal dan summary data 2014.

Tombol digunakan untuk melakukan proses pengambilan saldo awal dan summary data 2014.

Tombol digunakan untuk keluar dari menu.

 

 

4   Perekaman Pagu (Alokasi Anggaran)

 

  1. DIPA

 

A.1. Perekaman DIPA/DIPA Luncuran/Daftar SKPA

 

Klik menu Transaksi >>> Daftar DIPA atau

Klik menu Transaksi >>> Daftar DIPA Luncuran sehingga muncul tampilan sbb:

 

 


A.2. Klik   untuk memulai perekaman.

 

Untuk Header DIPA akan tampil secara otomatis, selain itu isian :

  •  No. Dokumen
: Diisi dengan nomor Surat Pengantar dokumen DIPA.
  • Tgl. Dok.
: Diisi dengan tanggal penandatanganan DIPA.
  • Tgl. Buku
: Diisi dengan tanggal pembukuan DIPA.

 

Sedangkan Detil DIPA terdiri dari isian :

  •  JNS.SATKER
: Otomatis terisi sesuai dengan kode jenis kewenangan yang diisi pada saat setup satker pada menu Admin.
  • KPPN
: Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode KPPN pada dokumen DIPA.
  • SD-CP
: Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode Sumber Dana dan Cara Penarikan pada dokumen DIPA.
  • Program
: Otomatis terisi, pada saat mengisikan elemen Kegiatan.
  • Kegiatan/Output/Akun/Rupiah Pagu
: Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan Kode Kegiatan, Output, Akun dan Rupiah Pagu.
  • Total DIPA
: Terisi secara otomatis

 

Tombol Simpan digunakan untuk menyimpan detil DIPA.

Tombol Batal untuk membatalkan penyimpanan.

 

 

Tombol digunakan untuk mengganti nomor dolumen DIPA, apabila mengalami salah penomoran.

Tombol digunakan mengisi nomor dokumen yang benar.

Tombol digunakan menyimpan perubahan nomor dokumen DIPA.

Tombol digunakan untuk proses pembatalan ubah nomor dokumen DIPA.

 

 


A.3. Pencetakan Daftar Transaksi

Klik  untuk mencetak kertas kerja yang berisi elemen-elemen data DIPA yang telah direkam. Selanjutnya akan ditayangkan Daftar Transaksi yang dimaksud sehingga siap dicetak. Daftar Transaksi tersebut harus diverifikasi kembali dan dibandingkan dengan dokumen sumbernya oleh verifikator. Apabila ditemukan ketidaksamaan dengan dokumen sumber maka Operator Komputer akan membuatkan perbaikan data dengan cara:

  • Klik tombol
  • Klik tombol
  • Letakan kursor pada baris data yang salah
  • Perbaiki data yang salah
  • Setelah diperbaiki, klik tombol

 

 

 

Apabila aplikasi SPM 2014 sudah berjalan untuk satker yang bersangkutan, maka pengisian daftar DIPA dapat dilakukan melalui proses peng-copy-an data DIPA tersebut kedalam aplikasi SAIBA 2015.

 

Database aplikasi SPM 2014 harus dalam satu komputer yang sama dengan aplikasi SAIBA 2015. Atau tidak dalam satu komputer yang sama tetapi komputer aplikasi SAIBA 2015 sudah terkoneksi dengan database aplikasi SPM 2014.

 

 

Klik Transaksi >>> Copy DIPA dari Aplikasi SPM sehingga muncul tampilan sbb:

 

 

Tampilan Proses Copy DIPA dari Aplikasi SPM terdiri dari isian sbb:

Uer SPM : Diisi User SPM yang tidak digunakan.
Password SPM : Diisi password SPM yang tidak digunakan.
Server SPM : Diisi dengan lokasi server SPM.

 

Tombol digunakan untuk melakukan koneksi kedalam database aplikasi SPM 2014.

Tombol digunakan untuk keluar dari menu.

 

Apabila pada saat proses copy DIPA, copy Revisi DIPA atau copy SPM keluar dialog box sbb :

 

 

Berarti mysql DBSATKER aplikasi SPM belum berjalan atau user dan password SPM yang diisikan salah. Pastikan database aplikasi SPM 2014 sudah berjalan (dapat melakukan proses login ke aplikasi SPM) dan user serta password SPM sudah benar.

 

Pada c:\DBSATKER, jalankan mysql-install.bat (klik 2 kali)

 

 

Tetapi apabila pada saat proses copy DIPA, copy Revisi DIPA atau copy SPM berhasil, maka muncul dialog box sbb :

 

 

Dan muncul :

 

 

 

Nomor Dokumen : Isikan Nomor Dokumen dengan klik tombol .
Tanggal Dokumen : Tanggal dokumen akan muncul secara otomatis.
Tanggal Buku : Isikan tanggal buku.

 

Tampilannya sebagai berikut:

 

 

Klik tombol copy DIPA, sampai muncul tampilan sbb :

 

. Dan transaksi Daftar DIPA sudah terisi,dengan tampilan sbb :

 

 


  1. Revisi DIPA

 

Untuk Revisi DIPA disediakan menu tersendiri tanpa harus mengubah DIPA awal dan dapat dilakukan melalui proses peng-copy-an data Revisi DIPA tersebut dari Aplikasi SPM 2014.

 

Klik menu Transaksi >>> Daftar Revisi DIPA atau

 

Tampilan Daftar Revisi DIPA adalah sbb:

 

 

 

Dalam Daftar DIPA Revisi ini dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak.

 

 

Untuk melakukan revisi DIPA Awal atau DIPA Revisi Sebelumnya klik tombol .

 

Untuk Header DIPA terdiri dari isian :

§  No. Revisi : Diisi dengan nomor Revisi DIPA.
§  Tgl. Revisi :

Diisi dengan tanggal Revisi DIPA.

 

Apabila No. Revisi dan Tgl Revisi sudah diisi, maka semua record DIPA yang sudah direkam pada DIPA Awal atau DIPA Revisi Sebelumnya akan muncul semua. Tampilan sbb:

 

 

 

Revisi Terakhir dan Revisi Ke akan terisi secara otomatis. Revisi Terakhir menunujukan angka terakhir revisi. Apabila baru pertama kali Tambah Revisi DIPA, maka ‘Revisi Terakhir’ akan terisi ‘0’ dan ‘Revisi Ke’ akan terisi ‘1’. Misalnya DIPA tersebut sudah mengalami 4 kali revisi, maka Revisi Terakhir akan terisi ‘4’ dan seterusnya.

 

Kemudian Klik tombol .

 

 

Apabila yang akan direvisi adalah nilai rupiah dari suatu akun pada DIPA Awal atau Revisi DIPA Sebelumnya, maka:

  1. Klik pada baris DIPA yang akan direvisi nilai rupiahnya, sehingga muncul tanda
  2. Klik tombol
  3. Isikan nilai rupiah revisi (menjadinya) pada kolom .

 

 

  1. Klik tombol

 

 

Apabila revisinya adalah menambah akun yang belum pernah ada pada DIPA Awal atau Revisi DIPA Sebelumnya, maka:

  1. Klik tombol
  2. Isikan kode KPPN, SD-CP, Kegitaan, Output, dan nilai rupiah (menjadinya) pada kolom .

 

 

  1. Klik tombol

 

Apabila revisinya adalah merubah nilai akun yang pernah ada pada DIPA Awal atau Revisi DIPA Sebelumnya menjadi 0 (nol), maka:

  1. Akun yang ada pada DIPA Awal atau Revisi DIPA Sebelumnya dibuat menjadi 0 (nol).
  1. Klik pada baris DIPA yang akan direvisi nilai rupiahnya menjadi 0 (nol), sehingga muncul tanda
  2. Klik tombol
  3. Isikan 0 (nol) pada kolom .

 

 

  1. Klik tombol

 

  1. Atau akun yang dimaksud, yang ada pada DIPA Awal atau Revisi DIPA Sebelumnya dihapus.
  1. Klik pada baris DIPA yang akan direvisi nilai rupiahnya menjadi 0 (nol), sehingga muncul tanda
  2. Klik tombol

 

Apabila akan melakukan revisi mutasi akun yang ada pada DIPA Awal atau Revisi DIPA Sebelumnya (misal akun 06.3165.001.521311 berubah menjadi akun 06.3165.001.521111 maka:

 

  1. Akun yang dimaksud, yang ada pada DIPA Awal atau Revisi DIPA Sebelumnya dihapus.
  1. Klik pada baris DIPA yang akan direvisi nilai rupiahnya menjadi 0 (nol), sehingga muncul tanda
  2. Klik tombol

 

  1. Akun yang ada pada DIPA Awal atau Revisi DIPA Sebelumnya dibuat menjadi 0 (nol)
  1. Klik pada baris DIPA yang akan direvisi nilai rupiahnya, sehingga muncul tanda
  2. Klik tombol
  3. Isikan 0 (nol) pada kolom .

 

 

  1. Klik tombol

 

Sehingga tampilannya adalah sbb:

 

 

 

  1. Munculkan akun yang baru dengan nilai yang sama dengan nilai pada akun yang menjadi 0 (nol)
    1. Klik tombol
    2. Isikan kode KPPN, SD-CP, Kegitaan, Output, dan nilai rupiah (menjadinya) pada kolom .

 

 

  1. Klik tombol

 

Apabila sudah selesai melakukan perekaman satu nomor revisi DIPA klik tombol .

 

 

Untuk dapat menambah revisi DIPA pastikan posisi sama dengan posisi . Dan untuk pindah posisi gunakan tombol .

 

Apabila ada kesalahan perekaman revisi DIPA, tetapi posisi tidak sama dengan maka untuk mencapai tersebut harus dilakukan proses untuk revisi-revisi sesudahnya.

 

Misalnya ada kesalahan perekaman untuk , sedangkan maka harus dilakukan proses terlebih dahulu. Setelah itu baru dapat melakukan proses pada data tersebut.

 

 

 

 

 


Klik Transaksi >>> Copy Revisi DIPA dari Aplikasi SPM sehingga muncul tampilan sbb:

 

 

Tampilan Proses Copy DIPA dari Aplikasi SPM terdiri dari isian sbb:

Uer SPM : Diisi User SPM yang tidak digunakan.
Password SPM : Diisi password SPM yang tidak digunakan.
Server SPM : Diisi dengan lokasi server SPM.

 

Tombol digunakan untuk melakukan koneksi kedalam database aplikasi SPM 2014.

Tombol digunakan untuk keluar dari menu.

 

Apabila pada saat proses copy DIPA, copy Revisi DIPA atau copy SPM keluar dialog box sbb :

 

 

Berarti mysql DBSATKER aplikasi SPM belum berjalan atau user dan password SPM yang diisikan salah. Pastikan aplikasi SPM sudah berjalan (dapat melakukan proses login ke aplikasi SPM) dan user serta password SPM sudah benar.

 

Pada c:\DBSATKER, jalankan mysql-install.bat (klik 2 kali)

 

 

Tetapi apabila pada saat proses copy DIPA, copy Revisi DIPA atau copy SPM berhasil, maka muncul dialog box sbb :

 

 

Dan muncul :

 

 

Tampilan Proses Copy Revisi DIPA dari Aplikasi SPM terdiri dari isian sbb:

Revisi Ke : Isikan atau pilih menggunakan tombol , untuk memilih Revisi ke, Pengisian atau pemilihan Revisi Ke harus berurutan.
Tanggal Dokumen : Diisi tanggal dokumen revisi DIPA.
Tanggal Buku : Diisi tanggal pembukuan.

 

Isikan tanggal buku.

Klik tombol  untuk copy Revisi DIPA.

 

Proses cetak Daftar Revisi DIPA dilakukan dengan cara mengklik tombol (Cetak). Tampilan layar untuk cetak Daftar Revisi DIPA ke-1 adalah sbb:

 

 

Tampilan layar untuk cetak Daftar Revisi DIPA ke-2 adalah sbb:

 


  1. Estimasi Pendapatan

 

Kalau DIPA merupakan Pagu dari Belanja, Estimasi Pendapatan merupakan pagu dari Pendapatan.

 

C.1. Klik menu Transaksi >>> Estimasi Pendapatan

 

Tampilan Estimasi Pendapatan adalah sbb:

 

 

C.2. Klik untuk memulai perekaman.

 

§  Satuan Kerja : Otomatis sesuai set up
§  No.Dok. : Diisi dengan nomor dokumen DIPA.
§  Tgl. Dok : Diisi dengan tanggal dokumen DIPA.
§  Tgl Buku : Diisi dengan tanggal buku.
§  JNS.SATKER : Otomatis terisi sesuai dengan jenis kewenangan, sesuai setup lokasi.
§  Program : Otomatis terisi pada saat pengisian elemen Kegiatan.
§  Kegiatan : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan Kegiatan.
§  Output : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan Output.
§  Akun : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan Kode Akun.
§  KPPN : Diisi dengan kode KPPN.
§  Rupiah : Diisi dengan rupiah Estimasi Pendapatan.

 

 

C.3. Pencetakan Daftar Transaksi

Klik  untuk mencetak kertas kerja yang berisi elemen-elemen data Estimasi Pendapatan yang telah direkam. Selanjutnya akan ditayangkan Daftar Transaksi yang dimaksud sehingga siap dicetak. Daftar Transaksi tersebut akan diverifikasi kembali dibandingkan dengan dokumen sumbernya. Apabila ditemukan ketidakcocokkan dengan dokumen sumber maka Operator Komputer akan membuatkan pembetulan dengan cara:

  • Klik
  • Letakan kursor pada baris data yang salah
  • Setelah dibetulkan, klik .

 

 

 

5 Perekaman SPM

 

  1. SPM/SP2D Umum

 

A.1. Klik menu Transaksi >>> Daftar SPM dan SP2D

 

Daftar SPM digunakan untuk menampilkan daftar SPM yang ada untuk Satker yang bersangkutan.Tampilan Daftar SPM adalah sbb:

 

 

Tampilan Daftar SPM terbagi 3 (tiga) tampilan yaitu :

  • Tampilan SPM Header
  • Tampilan SPM Detail
  • Tampilan SPM Potongan

 

Untuk melihat tampilan SPM Detail dan SPM Potongan untuk masing-masing SPM Header dilakukan dengan cara:

  • Klik
  • Letakkan kursor pada baris No. SPM yang dimaksud
  • Klik  atau

 

Tampilan layar untuk SPM Detail adalah sbb:

 

 

Sedangkan untuk tampilan SPM Potongan adalah sbb:

 

 

 

A.2. Klik tombol untuk memulai perekaman.

 

Tampilan layar untuk tambah SPM adalah sbb:

 

 

Tampilan Tambah Daftar SPM terdiri dari isian sbb:

§  Satker : Otomatis, sesuai setup lokasi.
§  Tgl. SPM : Diisi dengan tanggal SPM.
§  No. SPM : Diisi dengan nomor SPM.
§  Tgl. SP2D : Diisi dengan tanggal SP2D.
§  No. SP2D : Diisi dengan nomor SP2D.
§  Jumlah Bayar : Diisi dengan jumlah bersih rupiah SPM/SP2D.
§  KPPN : Diisi dengan kode KPPN
§  Cara Bayar : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode cara bayar.
§  Dokumen : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode dokumen.
§  No. Dokumen : Otomatis, sesuai jenis dokumen atau diisi dengan nomor dokumen.
§  Tanggal Dokumen : Otomatis, sesuai jenis dokumen atau diisi dengan tanggal dokumen.
§   Fungsi/SubFungsi/BA-Unit Es I/ Program : Otomatis terisi, apabila mengisikan kode Kegiatan
§   Kegiatan : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode kegiatan.
§   Output : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode output.
§   Lokasi : Otomatis, sesuai setup wilayah lokasi.
§  Jenis Belanja : Diisi dengan kode Jenis Belanja.
§  Jenis Pembayaran : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode jenis pembayaran.
§  Sifat Pembayaran : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode sifat pembayaran.
§  S.D. : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode sumber dana.
§  C.P. : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode cara penarikan.
§  Akun : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode Akun.
§  Rupiah Pengeluaran : Diisi dengan rupiah Pengeluaran.
§  Dept : Otomatis, sesuai dengan kode akun Potongan yang diisi.
§  Unit : Otomatis, sesuai dengan kode akun Potongan yang diisi.
§  Akun : Diisi dengan kode akun Potongan.
§  Rupiah Potongan : Diisi dengan jumlah rupiah Potongan.

 

 

 

A.3. Pencetakan Daftar Transaksi

 

Klik  untuk mencetak kertas kerja yang berisi elemen-elemen data SPM yang telah direkam. Selanjutnya akan ditayangkan Daftar Transaksi yang dimaksud sehingga siap dicetak. Daftar Transaksi tersebut akan diverifikasi kembali dibandingkan dengan dokumen sumbernya. Apabila ditemukan ketidakcocokkan dengan dokumen sumber maka Operator Komputer akan membuatkan pembetulan dengan cara:

  • Klik tombol
  • Letakan kursor pada baris data yang salah.
  • Setelah dibetulkan, klik .

 

Apabila setelah diverifikasi terdapat kesalahan nomor SPM atau nomor SP2D, maka nomor SPM/SP2D tersebut dapat dibah melalui tombol .

 

 

Apabila aplikasi SPM sudah berjalan untuk satker yang bersangkutan, maka perekaman data SPM/SP2D dapat dilakukan dengan proses peng-copy-an data SPM tersebut kedalam aplikasi SAIBA. Sebelumnya, pada aplikasi SPM, nomor SP2D untuk SPM tersebut telah dilakukan proses Catat Nomor SP2D dan dilakukan proses Load Master.

 

Database aplikasi SPM harus dalam satu komputer yang sama dengan aplikasi SAIBA 2015. Atau tidak dalam satu komputer yang sama tetapi aplikasi SAIBA 2015 sudah terkoneksi dengan database aplikasi SPM.

 

Untuk copy SPM/SP2D dari aplikasi SPM, SPM yang sudah mendapatkan nomor SP2D harus dilakukan proses Catat SP2D dan Load Master pada aplikasi SPM.

 

 

 

Klik Transaksi >>> Copy SPM/SP2D dari Aplikasi SPM sehingga muncul tampilan sbb:

 

 

Tampilan Proses Copy DIPA dari Aplikasi SPM terdiri dari isian sbb:

Uer SPM : Diisi User SPM yang tidak digunakan.
Password SPM : Diisi password SPM yang tidak digunakan.
Server SPM : Diisi dengan lokasi server SPM.

 

Tombol digunakan untuk melakukan koneksi kedalam database aplikasi SPM 2014.

Tombol digunakan untuk keluar dari menu.

 

Apabila pada saat proses copy DIPA, copy Revisi DIPA atau copy SPM keluar dialog box sbb :

 

 

Berarti mysql DBSATKER aplikasi SPM belum berjalan atau user dan password SPM yang diisikan salah. Pastikan aplikasi SPM sudah berjalan (dapat melakukan proses login ke aplikasi SPM) dan user serta password SPM sudah benar.

 

Pada c:\DBSATKER, jalankan mysql-install.bat (klik 2 kali)

 

 

Tetapi apabila pada saat proses copy DIPA, copy Revisi DIPA atau copy SPM berhasil, maka muncul dialog box sbb :

 

 

 

Tampilan Proses Copy Data SPM dan SP2D terdiri dari isian sbb:

Tgl SP2D                       : Diisi dengan tanggal SP2D (dari tanggal dan sampai tanggal SP2D yang hendak

dicopykan ke aplikasi SAK).

Hasil Copy data SPM       : Otomatis.

 

Tombol digunakan untuk melakukan proses copy..

Tombol digunakan untuk keluar dari menu.

 

6 Perekaman SSBP

Menu Surat Setoran Bukan Pajak digunakan untuk merekam pendapatan dari dokumen SSBP.

 

  1. Klik menu Transaksi >>> Pendapatan

 

 

  1. Klik untuk memulai perekaman.

 

Tampilan layar untuk tambah SSBP adalah sbb:

 

 

Tampilan Tambah SSBP terdiri dari isian sbb:

§  Tanggal Dokumen : Diisi dengan tanggal SSBP.
§  Nomor NTB : Diisi dengan Nomor Transaksi Bank yang dikeluarkan oleh bank atau kantor pos. Diperoleh dari bank pada saat setor.
§  Kode KPPN : Diisi sesuai kode KPPN di SSPB.
§  Nomor NTPN : Diisi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara yang dikeluarkan oleh Ditjen Perbendaharaan. Diperoleh dari bank pada saat setor.
§  Departemen/Lembaga : Otomatis sesuai setup.
§  Unit Organisasi : Otomatis sesuai setup.
§  Satuan : Otomatis sesuai setup.
§  Wilayah : Otomatis sesuai setup.
§  Akun : Diisi/pilih menggunakan tombol ,   sesuai dengan akun penerimaan.
§  F/SF/Program : Otomatis terisi, apabila mengisikan kode Kegiatan.
§  Kegiatan : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode kegiatan.
§  Output : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode Output.
§  Jenis Satker : Otomatis sesuai setup lokasi.
§  Jumlah Setoran : Diisi sesuai jumlah rupiah setoran SSBP.
§  Tanggal Buku : Otomatis sama dengan tanggal dokumen. Dapat diganti sesuai tanggal pelaporan.

 

  1. Pencetakan Daftar Transaksi

Klik  untuk mencetak kertas kerja yang berisi elemen-elemen data SSBP yang telah direkam untuk periode tertentu. Selanjutnya akan ditayangkan Daftar Transaksi yang dimaksud sehingga siap dicetak. Daftar Transaksi tersebut akan diverifikasi kembali dibandingkan dengan dokumen sumbernya. Apabila ditemukan ketidakcocokkan dengan dokumen sumber maka Operator Komputer akan membuatkan pembetulan dengan cara:

  • Klik tombol.
  • Letakan kursor pada baris data yang salah.
  • Setelah dibetulkan, klik .

 

7 Perekaman Pengembalian Belanja

Formulir ini digunakan untuk merekam setoran pengembalian belanja.

 

  1. Klik menu Transaksi >>> Pengembalian Belanja

 

 

  1. Klik untuk memulai perekaman.

 

Tampilan layar untuk tambah Pengembalian Belanja adalah sbb:

 

 

Tampilan Tambah SSPB terdiri dari isian sbb:

§  Tanggal Dokumen : Diisi dengan tanggal SSPB.
§  Nomor NTB : Diisi dengan Nomor Transaksi Bank yang dikeluarkan oleh bank atau kantor pos. Diperoleh dari bank pada saat setor.
§  Kode KPPN : Diisi sesuai kode KPPN di SSPB.
§  Nomor NTPN : Diisi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara yang dikeluarkan oleh Ditjen Perbendaharaan. Diperoleh dari bank pada saat setor.
§  Tanggal Buku : Otomatis sama dengan tanggal dokumen. Dapat diganti sesuai tanggal pembukuan/pelaporan.
§  Departemen/Lembaga : Otomatis sesuai setup.
§  Unit Organisasi : Otomatis sesuai setup.
§  Satuan Kerja/Proyek : Otomatis sesuai setup.
§  Wilayah : Otomatis sesuai setup.
§  Akun : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan akun pengembalian belanja.
§  Program : Otomatis terisi, apabila mengisikan kode Kegiatan.
§  Kegiatan : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode kegiatan.
§  Output : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode Output.
§  Jenis Satker : Otomatis sesuai setup.
§  Jumlah Setoran : Diisi sesuai jumlah rupiah setoran pengembalian belanja.
§  SD/CP : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode sumber dana dan cara penarikan.

 

Tombol digunakan untuk menyimpan data detail pengembalian belanja.

Tombol digunakan membatalkan proses simpan pengembalian belanja.

Tombol digunakan untuk menyimpan transaksi pengembalian belanja.

 

 

  1. Pencetakan Daftar Transaksi

Klik tombol  untuk mencetak kertas kerja yang berisi elemen-elemen data SSPB yang telah direkam untuk periode tertentu. Selanjutnya akan ditayangkan Daftar Transaksi yang dimaksud sehingga siap dicetak. Daftar Transaksi tersebut akan diverifikasi kembali dibandingkan dengan dokumen sumbernya. Apabila ditemukan ketidakcocokkan dengan dokumen sumber maka Operator Komputer akan membuatkan perbaikan dengan cara:

  • Klik tombol.
  • Letakan kursor pada baris data yang salah.
  • Setelah dibetulkan, klik .

 

8 Perekaman Jurnal Neraca

  1. Klik menu Transaksi >>> Jurnal Neraca

 

Jurnal Aset atau Jurnal Neraca adalah sarana untuk memasukkan rincian dari suatu transaksi aset kedalam sistem akuntansi dari masing-masing perkiraan, perkiraan debet maupun perkiraan kredit.

Tampilan Jurnal Neraca adalah sbb:

 

 

  1. Klik untuk memulai perekaman.

 

Tampilan layar untuk tambah Jurnal Neraca adalah sbb:

 

 

 

 

Tampilan Tambah Jurnal Neraca terdiri dari isian sbb:

§  Tanggal : Diisi dengan tanggal Jurnal Neraca.
§  No. : Diisi dengan nomor Jurnal Neraca.
§  KPPN : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode KPPN.
§  Tahun Anggaran : Otomatis sesuai setup.
§  Akun : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode Akun atau cari menggunakan tombol , sesuai dengan kode Akun.
§  Rupiah : Diisi sesuai jumlah rupiah Jurnal Neraca.
§  Jns Satk : Otomatis sesuai setup.
§  Keterangan : Diisi dengan keterangan.

 

 

  1. Pencetakan Daftar Transaksi

Klik tombol  untuk mencetak kertas kerja yang berisi elemen-elemen data Jurnal Neraca yang telah direkam untuk periode tertentu. Selanjutnya akan ditayangkan Daftar Transaksi yang dimaksud sehingga siap dicetak. Daftar Transaksi tersebut akan diverifikasi kembali dibandingkan dengan dokumen sumbernya. Apabila ditemukan ketidakcocokkan dengan dokumen sumber maka Operator Komputer akan membuatkan pembetulan dengan cara:

  • Klik tombol .
  • Letakan kursor pada baris data yang salah.
  • Setelah dibetulkan, klik .

 

 

 

9 Perekaman Jurnal Penyesuaian

  1. Klik menu Transaksi >>> Jurnal Penyesuaian

 

Jurnal Penyesuaian adalah sarana untuk memasukkan rincian dari suatu transaksi penyesuaian kedalam sistem akuntansi dari masing-masing perkiraan, perkiraan debet maupun perkiraan kredit.

Tampilan Jurnal Penyesuaian adalah sbb:

 

 

  1. Klik untuk memulai perekaman.

 

Tampilan layar untuk tambah Jurnal Penyesuaian adalah sbb:

 

 

 

 

Tampilan Tambah Jurnal Penyesuaian terdiri dari isian sbb:

§  Tanggal : Diisi dengan tanggal Jurnal Neraca.
§  No. : Diisi dengan nomor Jurnal Neraca.
§  KPPN : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode KPPN.
§  Tahun Anggaran : Otomatis sesuai setup.
§  Kategori : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode Kategori.
§  Akun : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode Akun atau cari menggunakan tombol , sesuai dengan kode akun.
§  Rupiah : Diisi sesuai jumlah rupiah Jurnal Neraca.
§  Jns Satk : Otomatis sesuai setup.
§  Keterangan : Diisi dengan keterangan.

 

 

  1. Pencetakan Daftar Transaksi

Klik tombol  untuk mencetak kertas kerja yang berisi elemen-elemen data Jurnal Penyesuaian yang telah direkam untuk periode tertentu. Selanjutnya akan ditayangkan Daftar Transaksi yang dimaksud sehingga siap dicetak. Daftar Transaksi tersebut akan diverifikasi kembali dibandingkan dengan dokumen sumbernya. Apabila ditemukan ketidakcocokkan dengan dokumen sumber maka Operator Komputer akan membuatkan pembetulan dengan cara:

  • Klik tombol .
  • Letakan kursor pada baris data yang salah.
  • Setelah dibetulkan, klik .

 

10 Proses Penerimaan ADK dari UAKPB

Setiap bulan UAKPA melakukan proses penerimaan GL Aset dari UAKPB dengan kode lokasi yang sama. Sehingga data aset tetap, otomatis masuk kedalam Neraca UAKPA tersebut.

 

Klik menu Utility >>> Penerimaan Aset Dari UAKPB

 

maka akan muncul tampilan sbb:

 

 

Tampilan Proses Penerimaan data dari UAKPB terdiri dari isian sbb:

  • Tahun Anggaran : Otomatis sesuai setup.
  • Bulan             : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode periode.
  • Lokasi             : Diisi/pilih menggunakan tombol sesuai dengan lokasi data Aset.

 

Tombol digunakan untuk melakukan proses penerimaan data aset tetap dari aplikasi SIMAK BMN.

Tombol digunakan untuk membatalkan proses penerimaan data aset tetap dari aplikasi SIMAK BMN, dan proses ini akan menghapus data penerimaan data dari UAKPB aset pada bulan yang ditentukan.

 

Tombol digunakan untuk keluar dari menu.

 

 

 

 

9 Proses Posting

 

Klik menu Proses >>> Posting

 

Proses Posting dilakukan untuk memindahkan transaksi yang telah tercatat dan benar ke Buku Besar. Proses posting ini dilakukan setiap bulan. Jika terdapat perubahan transaksi pada bulan yang telah dilakukan proses posting, maka transaksi pada bulan tersebut harus dilakukan posting ulang

 

Tampilan layar untuk Proses Posting adalah sbb:

 

 

 

Tabel Periode dapat dipilih sesuai dengan periode posting data tersebut.

Tabel Informasi memberikan informasi jumlah record dari masing-masing transaksi pada periode tersebut.

 

Tombol digunakan untuk menampilkan jurnal hasil dari proses posting.

 

Tombol digunakan untuk keluar dari proses Posting.

 

10 Pencetakan Laporan

 

Klik menu Laporan >>> Pilih laporan yang akan dicetak

 

 

Pada masing-masing menu laporan akan diminta mengisikan format dari jenis laporan yang akan dicetak. Misalnya akan mencetak Laporan Realisasi Anggaran Belanja, maka akan muncul tampilan sbb:

 

 

Tampilan Laporan Realisasi Anggaran Belanja Tingkat Satker terdiri dari isian sbb:

§  Pengeluaran Melalui : Dipilih Pengeluaran melalui KPPN, BUN atau Gabungan (KPPN dan BUN).
§  Jenis Laporan : Dipilih laporan Bulanan atau Triwulanan.

 

Pada saat tombol (cetak) diklik, layar menampilkan Format Laporan Realisasi Anggaran Belanja Tingkat UAKPA sbb:

 

 

 

Klik   jika ingin keluar dari contoh laporan.

Klik    jika ingin mencetak laporan.

 

 

11   Rekonsiliasi BMN

 

Proses Rekonsiliasi BMN ini berkaitan dengan rekonsiliasi internal antara data neraca SAK dan Laporan Barang SIMAK BMN. Sebelum melakukan proses Rekonsiliasi BMN ini, harus dilakukan langkah-langkah sbb:

Pada Aplikasi SIMAK BMN :

  • Menggunakan aplikasi SIMAK BMN 2010, update aplikasi tahun 2014 dan update referensi tahun 2014
  • Masuk aplikasi harus menggunakan tahun anggaran 2014. Karena setup tahun anggaran akan berpengaruh pada maping akun yang terbentuk.
  • Kemudian pilih menu Utility >> Pengiriman ke UAKPA >> Transaksi Tahun Berjalan, sehingga muncul tampilan sbb:

 

 

 

  • Pilih menu Utility >> Penerimaan Aset dari UAKPB, sehingga muncul tampilan sbb:

 

 

Nilai rupiah SIMAK BMN dan SAK akan dapat dibandingkan apabila sudah melakukan langkah-langkah diatas.


  1. Rekonsiliasi Saldo Awal

 

Rekonsiliasi Saldo Awal digunakan untuk membandingkan antara nilai aset tetap periode sebelumnya dalam SIMAK BMN dengan nilai aset tetap periode sebelumnya dalam SAK.

 

Klik menu Rekonsiliasi BMN >>> Rekonsiliasi Saldo Awal

 

Maka akan muncul tampilan sbb:

 

 

Tampilan Rekonsilasi Saldo Awal terdiri dari isian sbb:

§  Periode Laporan : Dipilih antara per bulan atau dari bulan sampai dengan bulan.
§  Bulan : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode bulan.

 

Apabila dilakukan, maka Rekonsiliasi BMN Saldo Awal akan muncul seperti sbb:

 

 

 

  1. Rekonsiliasi Periode Berjalan

 

Rekonsiliasi periode berjalan digunakan untuk membandingkan antara nilai aset tetap periode berjalan dalam SIMAK BMN dengan nilai aset tetap periode berjalan dalam SAK. Sehingga memudahkan satker dalam melakukan analisa, apabila ada perbedaan nilai mutasi aset tetap periode berjalan dalam SIMAK BMN dan SAK.

 

Klik menu Rekonsiliasi BMN >>> Rekonsiliasi Periode Berjalan

 

maka akan muncul tampilan sbb:

 

 

Tampilan Rekonsilasi Periode Berjalan terdiri dari isian sbb:

§  Periode Laporan : Dipilih antara per bulan atau dari bulan sampai dengan bulan.
§  Bulan : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode bulan.

 

Apabila dilakukan, maka Rekonsiliasi BMN Periode Berjalan akan muncul seperti sbb:

 

 

 


  1. Rekonsiliasi SPM BMN

 

Rekonsiliasi periode berjalan digunakan untuk membandingkan antara data SPM periode berjalan dalam SIMAK BMN dengan data SPM periode berjalan dalam SAK. Sehingga memudahkan satker dalam melakukan analisa, apabila ada perbedaan data SPM terkait BMN dalam SIMAK BMN dan SAK.

 

Klik menu Rekonsiliasi BMN >>> Rekonsiliasi SPM BMN

 

maka akan muncul tampilan sbb:

 

 

Tampilan Rekonsilasi SPM BMN terdiri dari isian sbb:

§  Periode Laporan : Dipilih antara per bulan atau dari bulan sampai dengan bulan.
§  Bulan : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode bulan.

 

Apabila dilakukan, maka Rekonsilasi SPM BMN pada bulan yang bersangkutan akan muncul seperti sbb:

 


  1. Rekonsiliasi Pendapatan Terkait BMN

 

Pendapatan Terkait BMN menampilkan Laporan Pendapatan yang berasal dari Pendapatan Penjualan atau Pendapatan Sewa Barang Milik Negara (akun 42313X atau 42314X) sampai dengan periode tertentu yang telah terealisasi.

 

Klik menu Rekonsiliasi BMN >>> Pendapatan Terkait BMN

 

Tampilan layar untuk proses pembentukan Pendapatan Terkait BMN adalah sbb:

 

 

Tampilan Laporan Pendapatan Terkait BMN terdiri dari isian sbb:

§  Periode Laporan : Diisi dengan pilihan Bulanan atau Triwulanan.

 

Pada saat tombol (cetak) diklik, layar menampilkan Format Laporan Pendapatan Terkait BMN sbb:

 

 


  1. Pengiriman Hasil Rekon ke KPKNL

 

Pengiriman Hasil Rekon ke KPKNL digunakan untuk membentuk ADK yang akan dikirim ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang yang dilakukan setiap semester.

 

Klik menu Rekonsiliasi BMN >>> Pengiriman Hasil Rekon ke KPKNL

 

Tampilan layar untuk proses pembentukan Pengiriman Hasil Rekon ke KPKNL adalah sbb:

 

 

Tampilan Proses Pengiriman Hasil Rekon ke KPKNL terdiri dari isian sbb:

  • Bulan : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode periode pengiriman.
  • KPKNL : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode KPKNL.
  • Copy ke : Diisi/pilih menggunakan tombol sesuai dengan lokasi media yang akan

dicopy (ke disket atau ke flash disk).

 

Tombol Proses digunakan untuk melakukan pemrosesan.

Tombol Keluar digunakan untuk keluar dari menu.

 

Pada saat proses dilakukan, setelah selesai layar akan menampilkan Register Pengiriman ke KPKNL.

 

12 Backup – Restore

 

  1. Backup

 

Back-Up digunakan untuk melakukan proses Backup data atau menyimpan data dalam media lain atau directory lain. Proses backup ini sebaiknya dilakukan secara periodik, misalnya sebulan sekali.

 

Klik Utility >>> Backup atau

 

Tampilan layar backup data adalah sbb:

 

 

Tampilan Back Up terdiri dari isian sbb:

  • Tahun Anggaran : Otomatis
  • Backup Ke             : Diisi dengan media dan directory tujuan backup.

 

Pemilihan media dan directory dapat dipilih melalui tombol  dengan pilihan directory mana yang akan dituju, dengan tampilan sbb:

 

 

Tampilan select directory terdiri dari :

  • Tombol Select digunakan untuk memilih directory
  • Tombol Cancel digunakan untuk membatalkan directory yang dipilih.

 

Pada saat proses dilakukan, setelah selesai, layar akan menampilkan Register Back-Up.

 


  1. Restore

 

Restore digunakan apabila kita ingin mengembalikan data hasil backup kedalam sistem. Pastikan sebelum melakukan proses restore, setup harus sudah sesuai dengan data yang akan direstore.

 

Klik Utility >>> Restore atau

 

Tampilan layar untuk Restore adalah sbb:

 

 

Tampilan Restore terdiri dari isian sbb:

  • Tahun Anggaran : Otomatis
  • Restore Dari : Diisi dengan media dan directory asal.

 

Pemilihan media dan directory dapat dipilih melalui tombol  dengan pilihan directory asal data, dengan tampilan sbb:

 

 

Setelah memilih file backup asal maka akan muncul tampilan layar untuk memastikan apakah yakin untuk melakukan restore dengan tampilan layar sbb:

 

 

Pada saat proses dilakukan, layar akan menampilkan Register Restore Data.

 

 
13 Pengiriman ADK

  1. Pengiriman ke KPPN

 

Klik Proses >>> Pengiriman Data ke KPPN

 

Sub menu Pengiriman ke KPPN digunakan untuk melakukan proses pengiriman data ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk proses rekonsiliasi. Tampilan layar Pengiriman Data ke KPPN adalah sbb:

 

 

Tampilan Proses Pengiriman ke KPPN terdiri dari isian sbb:

§  Bulan : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan periode pengiriman.
§  KPPN : Diisi/pilih menggunakan tombol , sesuai dengan kode KPPN.
§  Copy Ke : Diisi/pilih menggunakan tombol sesuai dengan lokasi media yang akan dicopy (bisa ke disket atau ke flash disk).

 

Tombol Proses digunakan untuk melakukan proses pengiriman data.

Tombol Keluar digunakan apabila proses telah selesai.

 

Pada saat proses dilakukan, setelah selesai, layar akan menampilkan Register Pengiriman sbb:

 

Setelah dilakukan rekonsiliasi dengan KPPN, apabila ada kesalahan perekaman transaksi dapat dilakukan proses . Kemudian lakukan proses rekonsiliasi kembali dengan KPPN.

 

 

  1. Pengiriman ke UAPPA-W/UAPPA-E1

 

Sebelum melakukan pengiriman, anda harus yakin bahwa data yang akan dikirim sudah benar (valid).

 

 

Klik Utility >>> Pengiriman Data ke UAPPA-W/UAPPA-E1

 

Sub menu Pengirimanke UAPPA-W/UAPPA-E1 digunakan untuk melakukan proses pengiriman data ke Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah atau ke Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran untuk Satker Pusat. Tampilan layar Pengiriman Data ke UAPPA-W/UAPPA-E1 adalah sbb:

 

 

 

 

 

Tags: ,